2015

Tuesday, December 22, 2015

Fenomena Urbanisasi

Urbanisasi merupakan salah satu potret nyata terjadinya disparitas rural-urban sector. Pada saat pembangunan desa tidak semasif yang terjadi di kota besar, maka akan banyak masyarakat desa yang memasuki kota untuk mendapatkan mata pencaharian. Artikel ini akan membahas mengenai fenomena urbanisasi, terutama menyangkut faktor penyebab serta dampak urbanisasi bagi pembangunan.

Fenomena Urbanisasi
Untuk diketahui bahwa sampai dengan saat ini belum ada kesepakatan menyangkut pengertian urbanisasi. Setiap negara memiliki definisi urbanisasi menurut terminologi masing-masing, namun demikian apabila digambarkan secara umum, urbanisasi adalah pergerakan populasi penduduk dari rural area (perdesaan) menuju urban area (perkotaan).

Adapun faktor yang mendorong terjadinya urbanisasi biasanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi, atau dengan kata lain untuk mendapatkan income.

Saturday, December 19, 2015

Pembangunan Berperspektif Kesetaraan Gender (Gender Equality)

Berbicara mengenai gender dalam pembangunan, topik diskusi selalu berkaitan dengan masalah gender gap/gender inequality (ketidaksetaraan antara perempuan dengan laki-laki). Gender gap ini mencakup berbagai bidang, diantaranya: pendidikan, kesehatan, wewenang dalam pengambilan keputusan, kesempatan berpartisipasi dalam komunitas masyarakat, dan sebagainya.

Pembangunan Berperspektif Kesetaraan Gender (Gender Equality)
Persoalan gender sebenarnya sudah lama dipelajari, namun sampai dengan saat ini isu tersebut tetap menjadi perhatian utama. Hal ini disebabkan masih munculnya permasalahan-permasalahan gender diberbagai belahan dunia. Tulisan ini akan mengupas tentang perspektif kesetaraan gender (gender equality) dalam pembangunan.

Di negara-negara maju, dimana sudah terdapat keseimbangan peran antara kaum perempuan dan laki-laki, kesadaran akan kesetaraaan gender menjadi sesuatu yang jamak dijumpai. Dari kacamata sosial, baik perempuan maupun laki-laki memiliki pandangan egalitarianisme (meyakini bahwa setiap individu bersamaan hak-haknya dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi).

Thursday, December 17, 2015

Kesehatan sebagai Investasi Pembangunan

Artikel kali ini masih berkaitan dengan pengembangan sumberdaya manusia dalam pembangunan. Jika sebelumnya kita mengulas tentang faktor pendidikan dalam pembangunan, pada tulisan ini kita akan menyajikan pemahaman mengenai kesehatan sebagai investasi penting bagi pembangunan suatu negara.

Kesehatan sebagai Investasi Pembangunan
Dalam situs resminya di www.who.int/en/, organisasi kesehatan dunia (the World Health Organization/WHO) mendefinisikan kesehatan (health) sebagai “A state of complete physical, mental, and social well-being and not merely the absence of disease and infirmity.”

Jika diterjemahkan secara bebas, kurang lebih dinyatakan bahwa kesehatan adalah suatu kondisi secara menyeluruh mencakup fisik, mental, dan sosial dari individu, yang bukan semata-mata akibat tiadanya penyakit dan kerentanan terhadap penyakit.

Bila dijabarkan lebih lanjut, ada tiga kategori kesehatan yang disebutkan dalam definisi tersebut, yakni:
  • kesehatan fisik. 
  • kesehatan mental.
  • kesehatan sosial. 
Kesehatan fisik adalah kondisi kesehatan secara umum dari individu, mencakup kebugaran fisik serta keadaan bebas dari sakit fisik (physical illness).

Tuesday, December 15, 2015

Pendidikan dalam Pembangunan

Dalam menilai kinerja pembangunan, tidaklah cukup hanya dengan mengukur besarnya income serta penyebaran distribusi pendapatan (income distribution), sebab ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas pembangunan, salah satunya adalah pendidikan. Tulisan ini akan membahas tentang peran pendidikan dalam pembangunan.

Pendidikan dalam Pembangunan
Pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam rangka meningkatkan kemampuan individu serta masyarakat untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan jaman dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa pendidikan merupakan sebuah pondasi yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan memastikan berjalannya roda ekonomi dan sosial (United Nations, Report on The World Social Situation, 1997).

Disamping itu, pendidikan merupakan unsur utama dalam pengembangan sumberdaya manusia (human resources development); sebab pendidikan memberdayakan individu, bukan hanya untuk menjadi tenaga kerja (labor), melainkan juga menjadi agen perubahan (agent of change) serta akselerator pembangunan itu sendiri.

Saturday, December 12, 2015

Menyoal Distribusi Pendapatan (Income Distribution)

Salah satu pusat perhatian dari studi ekonomi pembangunan adalah mengenai distribusi pendapatan (income distribution). Topik ini menjadi penting mengingat bahwa income merupakan salah satu cerminan kesejahteraan ekonomi. Selain itu income juga menjadi faktor penentu dari sumber daya dan kegiatan ekonomi lainnya (modal, konsumsi, serta investasi).

Lebih dari itu, isu mengenai distribusi pendapatan juga berkaitan langsung dengan berbagai persoalan ekonomi lain, seperti dualisme sektor perdesaan dan perkotaan (rural sector-urban sector), masalah kemiskinan (poverty), ketidakadilan (inequality), dan masalah terkait lain. Artikel ini akan memberikan pemahaman dasar tentang distribusi pendapatan.

Dalam konsep ekonomi pembangunan, distribusi pendapatan dibedakan menjadi dua jenis. Yang pertama disebut size distribution, sedangkan yang lain adalah functional distribution. Pembagian ini semata-mata digunakan sebagai alat ukur kuantitatif dan sarana analisis. (Todaro and Smith, Economic Development, 2006).

Thursday, December 10, 2015

Bank Sentral dan Kebijakan Moneter

Pada artikel sebelumnya, kita telah menyinggung mengenai kebijakan fiskal beserta elemen-elemen didalamnya. Disitu juga dipelajari tentang implementasi kebijakan fiskal, baik dari sisi perpajakan (taxation) maupun dari sisi pengeluaran pemerintah (government expenditure).

Bank Sentral dan Kebijakan Moneter
Selain pemerintah, ada satu institusi lain yang memiliki fungsi penting dalam perkembangan perekonomian suatu negara. Melalui institusi ini, kebijakan-kebijakan di bidang ekonomi ditentukan, dan kebijakan-kebijakan tersebut ikut menentukan kearah mana perekonomian bergerak.

Beberapa contoh dari institusi tersebut antara lain: Bank Indonesia, the Federal Reserve (The Fed), the European Central Bank (ECB), dan the People’s Bank of China (PBOC). Ya, kita sedang membicarakan bank sentral (central bank). Bank sentral adalah institusi negara yang bertanggungjawab terhadap pengambilan keputusan dalam bidang moneter.

Tuesday, December 8, 2015

Stimulus Fiskal (Fiscal Stimulus): suatu tinjauan

Penelitian mengenai stimulus fiskal (fiscal stimulus) telah banyak dilakukan. Beberapa studi dilaksanakan berdasar pada pengalaman negara-negara yang telah mengaplikasikan kebijakan stimulus fiskal. Argumentasi yang muncul biasanya berkaitan dengan efektivitas kebijakan stimulus fiskal. Artikel ini berusaha memahami hakikat stimulus fiskal tanpa memasuki arena perdebatan tersebut.

Stimulus Fiskal (Fiscal Stimulus): suatu tinjauan
Berbicara mengenai stimulus fiskal tentu tidak akan terlepas dari kebijakan makroekonomi. Dalam ilmu ekonomi, terdapat dua perangkat kebijakan makroekonomi, yakni kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Berhubung topik kali ini menyangkut kebijakan fiskal, maka untuk kebijakan moneter akan kita kupas pada kesempatan lain.

Jika merujuk kepada definisinya, kebijakan fiskal (fiscal policy) adalah kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan perpajakan (taxation) dan pengeluaran pemerintah (government expenditure) (Samuelson, P, and William D. Nordhaus, Economics, International Edition, 2002).

Saturday, December 5, 2015

Double Taxation Dalam Perdagangan Antar Negara

Dalam kerjasama perdagangan antar negara, seperti pada pembentukan pasar tunggal Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community), terdapat kesepakatan mengenai harmonisasi peraturan. Secara lebih spesifik, salah satu peraturan tersebut berkaitan dengan persoalan pajak berganda (double taxation). Pertanyaan yang mengemuka adalah apa yang dimaksud dengan double taxation, mengapa menjadi permasalahan, dan bagaimana solusinya. Kita akan mengupas hal tersebut dalam tulisan ini.

Dalam setiap bentuk kerjasama/integrasi perdagangan bilateral maupun multilateral, akan terjadi aliran tenaga kerja (human-capital flow) lintas negara. Seseorang yang memenuhi kualifikasi kemampuan dan ketrampilan tertentu bisa saja bekerja diluar negara asalnya. Nah, dari sini ada potensi masalah pengenaan pajak berganda (double taxation).

Double Taxation Dalam Perdagangan Antar Negara
Sesuai dengan namanya, double taxation adalah pengenaan pajak pada satu jenis pajak yang sama dan dalam periode yang sama, terhadap dasar pengenaan pajak yang sama, oleh dua jurisdiksi yang berbeda.

Jika dicontohkan secara sederhana akan tergambar sebagai berikut: A adalah seorang warga negara X yang melakukan transaksi bisnis di negara Y. Dari transaksi tersebut, A memperoleh profit yang dipajaki oleh negara Y. Atas profit yang sama, A juga dipajaki oleh negara asalnya, X.

Thursday, December 3, 2015

Peran Pajak Dalam Perekonomian

“Untuk apa Saya membayar pajak?”
“Saya sudah membayar pajak, lantas mana manfaatnya untuk Saya?”

Demikian beberapa pertanyaan yang sering mengemuka menyangkut kewajiban perpajakan. Tidak sedikit masyarakat yang belum mengerti mengenai kegunaan pajak. Oleh karena itulah, artikel ini disusun untuk memberikan pemahaman mengenai peran pajak dalam perekonomian.

Peran Pajak Dalam Perekonomian
Di Indonesia, dasar hukum mengenai pajak diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pasal 23A yang berbunyi “Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dengan undang-undang.”

Dengan dasar itulah diterbitkan beberapa undang-undang perpajakan yang sampai saat ini kita kenal, seperti UU KUP (Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan), UU PPN/PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan atas Barang Mewah, serta UU PPh (Pajak Penghasilan).

Pajak didefinisikan sebagai kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2009, pasal 1 ayat (1)).

Tuesday, December 1, 2015

Memahami Tax Evasion dan Tax Avoidance

Artikel yang disajikan kali ini masih terkait dengan shadow economy yang diulas beberapa waktu lalu. Dalam artikel itu sempat disinggung tentang tax evasion dan tax avoidance. Untuk pembahasan kali ini, kita akan membahas lebih detil mengenai hal tersebut.

Memahami Tax Evasion dan Tax Avoidance
Untuk memulainya, kita mengutip terlebih dahulu definisi tax evasion dan tax avoidance. Rujukan yang digunakan adalah dari Sandmo (2004), dalam studinya yang berjudul The theory of tax evasion: A retrospective view. Dalam pemaparannya, Sandmo mengungkapkan bahwa tax evasion adalah tindakan illegal atau melawan hukum yang dilakukan untuk melanggar kewajiban perpajakan. Tindakan ini dilandasi dengan unsur kesengajaan, sehingga pelaku berusaha semaksimal mungkin agar perbuatannya tidak terbongkar.

Disisi lain, tax avoidance digambarkan sebagai upaya yang dilakukan tanpa melanggar hukum, yakni dengan memanfaatkan celah (loopholes) dari peraturan yang ada untuk mengurangi atau meniadakan kewajiban perpajakan. Tindakan ini cenderung muncul karena adanya ‘kesempatan’. Jadi dari sudut pandang pelaku, apabila perbuatannya ketahuan, ia tinggal melunasi kewajibannya; namun jika tidak, berarti ia memperoleh keuntungan dari tindakan tersebut (Sandmo, A, The Theory of tax evasion: A retrospective view, 2004).

Saturday, November 28, 2015

ASEAN Dalam Perekonomian Global

Setelah beberapa waktu lalu membahas tentang KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia, kali ini kita akan menelusuri lebih jauh mengenai potensi ASEAN dalam perekonomian global. Dari titik ini, kita akan melihat satu dimensi kekuatan baru, yakni ASEAN sebagai satu entitas, bukan lagi suatu wilayah yang terdiri dari beberapa negara.

Kita mulai dengan melihat data makroekonomi ASEAN (terdiri dari sepuluh negara: Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Myanmar, Laos, Kamboja, dan Vietnam). Data ini merupakan total data ekonomi masing-masing negara ASEAN dalam tahun kalender 2014.

ASEAN Dalam Perekonomian Global
Dikutip dari ASEAN statistics dalam situs resmi www.asean.org, produk domestik bruto (PDB) dari kesepuluh negara ASEAN pada 2014 adalah sebesar US$ 2.57 triliun dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 4.7%. PDB tersebut masuk dalam urutan tujuh besar perekonomian dunia. Besarnya angka PDB ini diharapkan menjadi salah satu tolok ukur ASEAN untuk bersaing dengan negara-negara maju seperti China, Jepang, Jerman, dan Inggris.

Kemudian dari lalu-lintas perdagangan barang, total ekspor ASEAN senilai US$ 1.29 triliun, sementara untuk angka impor sebesar US$ 1.23 triliun. Yang tidak kalah menarik adalah daftar pengunjung (visitor) yang datang ke wilayah ASEAN pada 2014 adalah sebanyak lebih dari 105 juta jiwa. Angka ini menunjukkan betapa besar potensi ASEAN, baik disektor perdagangan, pariwisata, maupun jasa.

Thursday, November 26, 2015

Mengenal Shadow Economy

Topik yang akan kita bahas kali ini sangat menarik sekaligus rumit. Kita akan berkenalan dengan satu konsep dalam ilmu ekonomi yang disebut shadow economy. Pada beberapa literatur, istilah shadow economy sering diganti dengan istilah underground economy atau black economy.

Mengenal Shadow Economy
Studi mengenai shadow economy sampai saat ini masih menjadi tantangan tersendiri, sebab belum ada definisi yang akurat tentang shadow economy, sulitnya menghitung skala kegiatan yang termasuk didalamnya dan bagaimana mengukur potensi kerugian negara akibat aktivitas tersebut. Hal ini memang wajar, sebab kata ‘shadow’ sendiri sudah menggambarkan sesuatu yang tersembunyi atau tidak transparan.

Penulis menggunakan referensi dari Friedrich Schneider dan Collin C. Williams, The Shadow Economy, 2013, yang merumuskan shadow economy sebagai kegiatan produksi dan/atau perdagangan barang maupun jasa, baik legal maupun ilegal, yang nilainya tidak tercermin dalam penghitungan produk domestik bruto (PDB). Kegiatan tersebut dilakukan dengan unsur kesengajaan dan memiliki motif tertentu.

Adapun tujuan dari kegiatan shadow economy itu antara lain:
  1. menghindari kewajiban perpajakan, baik pajak penghasilan (pph), pajak pertambahan nilai (ppn), serta pajak-pajak lain.
  2. menghindari kewajiban non-pajak seperti yang diatur dalam regulasi pemerintah.
  3. menghindari pemenuhan standar ketenagakerjaan yang legal, meliputi upah kelayakan minimum, jam kerja yang telah ditetapkan, standar keselamatan, dan lain sebagainya.
  4. menghindari kewajiban administratif dan prosedural, seperti perijinan dan sejenisnya.
(Schneider, Buelm, and Montenegro, Shadow Economies All over the World, Policy Research Working Paper, The World Bank, 2010).

Tuesday, November 24, 2015

Menyimak KTT ASEAN ke-27: Our People, Our Community, Our Vision

Beberapa hari terakhir, tepatnya sejak 18-22 Nopember 2015, Malaysia menjadi sorotan media setelah menjadi tuan rumah The 27th ASEAN Summit and Related Summits atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-27 dan KTT terkait lainnya. Para pemimpin negara anggota ASEAN dan mitra strategis berkumpul untuk mendiskusikan berbagai persoalan terkini, menyangkut kerjasama dalam bidang perekonomian, sosial-budaya, keamanan, dan isu-isu penting lainnya.

Menyimak KTT ASEAN ke-27: Our People, Our Community, Our Vision
Sebenarnya pada agenda acara resmi, bukan hanya KTT ASEAN saja yang diselenggarakan, melainkan juga KTT ASEAN bersama negara mitra kerjasama, seperti Republik Rakyat Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, India, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Boleh dikatakan bahwa pertemuan yang diadakan di Kuala Lumpur ini sarat dengan agenda pembicaraan. Akan tetapi ulasan dalam artikel ini akan lebih menitikberatkan pada agenda KTT ASEAN ke-27.

KTT ASEAN ke-27 dibuka secara resmi oleh tuan rumah Malaysia melalui Perdana Menteri Dato’ Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak, pada 21 Nopember 2015. Dalam pidato’nya, PM Malaysia mengawali sambutan dengan mengungkapkan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang akhir-akhir ini terjadi seputar masalah terorisme. Dari situ ditekankan pentingnya membangun solidaritas antar agama dan keyakinan, untuk menjaga dan meningkatkan perdamaian dunia.

Saturday, November 21, 2015

Seputar KTT APEC 2015

Selama dua hari, tepatnya 18-19 Nopember 2015, sejumlah pemimpin negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) mengadakan konferensi tingkat tinggi yang diselenggarakan di Manila, Filipina. Berbagai isu dibicarakan oleh 21 perwakilan negara anggota. Fokus dari pertemuan tersebut menitikberatkan pada masalah kerjasama perekonomian. Akan tetapi ada hal lain yang juga menjadi perhatian dalam konferensi tersebut, yakni mengenai perubahan iklim serta perang melawan terorisme. Tulisan kali ini akan membahas poin-poin penting yang dihasilkan dalam KTT APEC 2015.

Seputar KTT APEC 2015
Tema KTT APEC 2015 adalah “Building Inclusive Economies, Building a Better World.” Prioritas utama pembicaraan adalah peningkatan integrasi perekonomian regional, pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk bersaing dikawasan regional maupun global, investasi pada pembangunan sumberdaya manusia, serta pembangunan komunitas yang kokoh dan berkelanjutan.

Perhatian juga ditujukan atas perlambatan laju perdagangan di wilayah Asia-Pasifik, lalu mengenai tidak stabilnya pasar menghadapi gejolak perekonomian, ketidakadilan yang berpengaruh pada kesenjangan ekonomi dan kesejahteraan, serta tantangan dalam menghadapi perubahan iklim, penyakit, serta terorisme (www.apec.org).

Thursday, November 19, 2015

Seputar Kerjasama Trans-Pacific Partnership (TPP)

Setelah membahas mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kali ini kita akan berkenalan dengan Trans-Pacific Partnership (TPP). Beberapa waktu lalu pemerintah Indonesia sempat mengeluarkan statement untuk mempertimbangkan bergabung dalam TPP (www.bbc.com, Jokowi kemukakan niat gabung Kemitraan Trans-Pasifik, 27 Oktober 2015). Lantas seperti apa TPP dan hal-hal apa yang perlu dipertimbangkan Indonesia sebelum masuk menjadi anggota TPP akan kita ulas di artikel ini.

Seputar Kerjasama Trans-Pacific Partnership (TPP)
Bila merunut pada situs resmi di ustr.gov/tpp, kita bisa mendapatkan seputar informasi mengenai Trans-Pacific Partnership (TPP). Dalam situs tersebut dinyatakan bahwa TPP adalah persetujuan perdagangan bebas yang digalang oleh Amerika Serikat bersama dengan sebelas negara mitra, yakni: Australia, Kanada, Chile, Jepang, Brunei Darussalam, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Persetujuan perdagangan ini utamanya adalah dalam rangka memangkas tarif produk dan jasa antar wilayah. Selain itu TPP juga mengupayakan adanya harmonisasi peraturan dan perjanjian antar anggota, baik mengenai investasi, jasa finansial, telekomunikasi, e-commerce, intellectual property, visa dan surat ijin lainnya, serta kebijakan tentang kompetisi.

Tuesday, November 17, 2015

Indonesia, Sambutlah MEA!

Melanjutkan artikel sebelumnya, Selamat Datang MEA, kali ini kita akan melihat sejauh mana kesiapan Indonesia menyambut datangnya era pasar bebas ASEAN. Apa saja kesempatan dan tantangan yang dihadapi Indonesia untuk bisa unjuk gigi bahkan menjadi pemenang, bukan sekadar penggembira dalam pentas besar ini.

Indonesia, Sambutlah MEA!
Jika melihat kebelakang, pemerintah Indonesia sebenarnya telah membuat persiapan-persiapan dalam menyongsong MEA. Kita bisa mengutip dari referensi resmi, yakni pada Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2014 tentang Peningkatan Daya Saing Nasional Dalam Rangka Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Dalam Inpres itu disebutkan 14 poin pengembangan berbagai bidang, meliputi: industri nasional, pertanian, kelautan dan perikanan, energi, infrastruktur, sistem logistik nasional, perbankan, investasi, UMKM, tenaga kerja, kesehatan, perdagangan, kepariwisataan, dan kewirausahaan.

Strategi dari masing-masing bidang tersebut dijabarkan dalam beberapa poin pelaksanaan. Dari sekian bidang tersebut, Indonesia memiliki keunggulan-keunggulan yang secara komparatif lebih baik daripada negara-negara tetangga.

Saturday, November 14, 2015

Selamat Datang MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

Dunia saat ini sedang menuju era baru, yakni terintegrasinya wilayah-wilayah negara menjadi satu kekuatan regional yang mendasarkan diri pada kerjasama yang saling menguntungkan, baik dibidang ekonomi, kebudayaan, maupun pariwisata. Tak terkecuali dengan Indonesia, yang pada akhir 2015 akan memulai kerjasama regional dengan beberapa negara tetangga.

Selamat Datang MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)
Ya, kita sedang membicarakan ASEAN Economic Community (AEC) atau lebih dikenal dengan nama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Artikel kali ini dimaksudkan untuk memahami dasar dan tujuan pembentukan MEA.

Dalam materi yang termuat pada ASEAN Economic Community Blueprint (2008), dijelaskan bahwa MEA adalah realisasi atas tujuan besar, yakni terintegrasinya ekonomi ASEAN seperti yang tertuang dalam visi ASEAN 2020 (Vision 2020).

Pemimpin-pemimpin ASEAN meyakini bahwa terciptanya pasar bersama ASEAN akan mampu membuat roda perekonomian regional menjadi dinamis dan kompetitif, sehingga sanggup bersaing secara global.

Kerjasama antar negara ini juga merambah ke pembangunan sumber daya manusia dengan memperhitungkan kualitas dan profesionalitas. Selain itu ada juga kesepakatan dalam rangka kesesuaian kebijakan finansial dan makroekonomi, peningkatan infrastruktur, dan konektivitas dalam komunikasi.

Thursday, November 12, 2015

Mengenal Konsep Urban Agriculture

Dalam pembahasan mengenai perekonomian di sektor pertanian beberapa waktu lalu, secara sekilas disinggung tentang urban agriculture. Untuk itulah pada kesempatan kali ini kita akan mengulas lebih jauh mengenai urban agriculture. Pertama-tama kita mencari tahu mengenai hakikat urban agriculture, kemudian manfaat, dan tantangannya.

Mengenal Konsep Urban Agriculture
Organisasi pangan dunia, the Food and Agriculture Organization (FAO), mendefinisikan urban agriculture sebagai upaya membudidayakan tanaman dan memelihara binatang ternak dalam lahan terbatas pada kawasan perkotaan (www.fao.org).

Adapun produk dari budidaya tersebut beraneka ragam, mulai dari tanaman padi-padian (termasuk padi, gandum, dan sejenisnya), buah-buahan, dan sayur-sayuran. Untuk binatang peliharaan juga bermacam-macam, misalnya ayam, kelinci, ikan, kambing, dan sebagainya.

Sebagai catatan, beberapa literatur menggunakan terminologi urban farming dalam tulisannya. Akan tetapi pada prinsipnya tidak ada perbedaan antara urban agriculture dengan urban farming. Walaupun begitu, supaya tidak membingungkan, artikel ini tetap menggunakan istilah urban agriculture.

Tuesday, November 10, 2015

Perekonomian di Sektor Pertanian, Sistem Pertanian di Jepang

Tahukah Anda berapa luas lahan pertanian di Indonesia? Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2013, Indonesia memiliki sekitar 95.81 juta hektar lahan potensial untuk pertanian. Lantas berapa kontribusi dari sektor pertanian terhadap produk domestik bruto (PDB)? Mengutip Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019, rata-rata kontribusi sektor pertanian periode 2010-2014 terhadap PDB sebesar 10.26%.

Bagaimana dengan Jepang? Kali ini kita akan melihat sekilas sektor pertanian di Jepang. Selain itu kita juga akan mengupas tantangan-tantangan perekonomian di sektor pertanian, beserta alternatif solusinya.

Perekonomian di Sektor Pertanian: menengok ke negeri sakura
Jepang memiliki luas wilayah sekitar 378 ribu km2 atau setara dengan tiga kali Pulau Jawa. Negara ini menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu sektor penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

Perlu dicatat bahwa lingkup sektor pertanian (agricultural sector) bukan hanya mengenai padi, namun juga hasil perkebunan, buah-buahan, dan sayur-mayur, serta output agrikultur lainnya, seperti gandum dan jagung.

Saturday, November 7, 2015

Perkenalkan: Environmental Economics

Dalam artikel sebelumnya telah dibahas tentang Faktor Lingkungan Dalam Perekonomian. Masih dalam hubungannya dengan topik tersebut, tulisan ini akan menyajikan pemahaman dasar tentang salah satu cabang ilmu ekonomi yang berkaitan dengan lingkungan, yakni environmental economics.

Perkenalkan: Environmental Economics
Beberapa pihak masih merancukan konsep environmental economics dengan ecology. Untuk itu perlu dicatat bahwa kedua disiplin ilmu tersebut berbeda dalam berbagai perspektif. Jika environmental economics merupakan cabang dari ilmu ekonomi, maka ecology menginduk pada ilmu biologi. Oleh karenanya, ulasan ini semata-mata mengambil sudut pandang environmental economics.

Sejak beberapa dekade terakhir, ilmu ekonomi mengalami perkembangan seiring kemajuan teknologi dan munculnya permasalahan aktual yang belum terantisipasi sebelumnya. Perkembangan itu diantaranya berupa perhatian yang lebih intensif pada generasi masa depan (future generation) dan masalah lingkungan (environmental issues). Oleh karena itu para ekonom memasukkan materi-materi tersebut dalam konsep dan formulasi ekonomi.

Secara sederhana bisa digambarkan bahwa ilmu ekonomi konvensional menitikberatkan perhatian pada produksi, alokasi, distribusi, dan konsumsi sumberdaya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan. Adapun prinsip-prinsip dasar yang diterapkan dalam ilmu ekonomi konvensional antara lain efisiensi, maksimalisasi profit, serta optimalisasi benefit.

Thursday, November 5, 2015

Faktor Lingkungan Dalam Perekonomian

Pada 30 Nopember sampai dengan 11 Desember 2015, Perancis menjadi tuan rumah konferensi dunia yang berkaitan dengan lingkungan, yaitu: The 21st Session of the Conference of the Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Change, atau lebih dikenal dengan sebutan Paris 2015.

Faktor Lingkungan Dalam Perekonomian
Konferensi ini membahas isu-isu lingkungan teraktual, diantaranya perubahan iklim (climate change), peningkatan suhu udara secara global (global warming), serta kesiapan menghadapi persoalan-persoalan tersebut.

Pertanyaannya adalah seberapa besar permasalahan lingkungan berdampak pada perekonomian? Artikel ini akan menyajikan data-data terkait hal tersebut.

Dalam satu kesempatan, Mark Carney, Gubernur Bank Sentral Inggris (Bank of England) mengungkapkan kekhawatirannya tentang kemungkinan terjadinya ketidakstabilan pada pasar saham dan perbankan akibat isu-isu lingkungan.

Salah satu alasan kekhawatiran itu adalah besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk menanggulangi persoalan lingkungan. Hal ini diyakini akan mempengaruhi persepsi pelaku pasar dalam pengambilan keputusan untuk bertransaksi dan/atau berinvestasi. Perubahan pada pengambilan keputusan tersebut pada akhirnya akan membawa dampak signifikan pada perekonomian global (ourworld.unu.edu, Climate Concern Could Cause Global Financial Chaos, 06 October 2015).

Tuesday, November 3, 2015

Harga Minyak Dunia dan Kaitannya Dengan Perekonomian

Saat artikel ini ditulis (03 Nopember 2015), media massa internasional sedang menyoroti tentang harga minyak mentah dunia yang beberapa waktu terakhir mengalami penurunan pada pasar perdagangan internasional. Salah satu media menyebutkan bahwa penurunan harga minyak terjadi, antara lain karena pasokan produksi minyak yang melimpah di Rusia.

Harga Minyak Dunia dan Kaitannya Dengan Perekonomian
Faktor lain yang membuat jatuhnya harga minyak dunia adalah menurunnya produksi disektor industri manufaktur di China, yang diikuti dengan berkurangnya permintaan akan minyak mentah (www.marketwatch.com, Oil ends lower on weak China data, record Russian crude production, November 02, 2015). Lantas apa kaitan harga minyak dunia dengan perekonomian suatu negara? Kita akan mengulasnya pada tulisan ini.

Menurut data yang diambil dari CNNMoney, ada tiga negara penghasil minyak terbesar di dunia, yakni Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Rusia. Total produksi ketiga negara tersebut per hari pada 2014 mencapai lebih dari 35 juta barrel per hari (1 barrel setara dengan 158.98 liter) (money.cnn.com, World's top oil producers, updated February 11, 2016).

Saturday, October 31, 2015

Devaluasi Yuan: mengapa menjadi sorotan?

Hampir semua suratkabar ekonomi terkemuka dunia, tak terkecuali The Wall Street Journal, selama beberapa hari sejak tanggal 11 Agustus 2015 mengangkat berita utama mengenai China yang mendevaluasi yuan. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini kita akan belajar memahami apa yang dimaksud dengan devaluasi dan bagaimana hal tersebut menjadi sorotan penting dalam perkembangan perekonomian global.

Devaluasi Yuan: mengapa menjadi sorotan?
Mengutip dari situs Oxford Reference, definisi devaluasi adalah sebagai berikut:
"Devaluation is the reduction of the official rate at which a currency is exchanged for others." (www.oxfordreference.com).

Apabila diterjemahkan secara bebas, kurang lebih dinyatakan bahwa devaluasi adalah penurunan nilai mata uang resmi suatu negara terhadap mata uang negara lain.

Dalam kasus yang termuat dalam berita diatas, China melalui bank sentralnya (People’s Bank of China/PBOC) menurunkan kurs (nilai tukar) yuan terhadap mata uang US dollar. Hal ini dilakukan mengingat lambatnya perekonomian domestik negara tersebut. Adapun dengan mendevaluasi mata uang yuan, diharapkan bisa menggairahkan kembali roda perekonomian dalam negeri, memicu peningkatan konsumsi dalam negeri, sekaligus meningkatkan ekspor produk China ke pasar internasional (www.wsj.com, China Moves to DevalueYuan, August 11, 2015).

Thursday, October 29, 2015

Mengenal Arti Suku Bunga Bank Sentral

Beberapa waktu terakhir, perekonomian dunia sedang mengalami gejolak. Gejolak perekonomian tersebut muncul karena terkait dengan kemungkinan bank sentral Amerika Serikat (The US Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunga acuan, atau istilah populernya Fed rate. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kita akan mempelajari tentang suku bunga bank sentral dan pengaruhnya terhadap perekonomian.

Suku Bunga Bank Sentral: darimana dia berasal?
Sesuai literatur ilmu ekonomi, secara garis besar terdapat dua kebijakan ekonomi ditinjau dari perspektif pengambil kebijakan. Yang pertama adalah kebijakan fiskal, dimana pengambil kebijakan tersebut adalah lembaga pemerintah/eksekutif melalui institusi didalamnya, terutama kementerian keuangan; sedangkan yang kedua adalah kebijakan moneter, yang berada dibawah kendali institusi bank sentral (Samuelson and Nordhaus, Economics, International Edition, 2002).

Adapun suku bunga bank sentral merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter. Lantas, apa dan bagaimana pengaruh besarnya suku bunga bank sentral terhadap perekonomian?

Monday, October 26, 2015

Dampak Setelah Quantitative Easing Dihentikan

Setelah pada artikel sebelumnya dibahas tentang pengertian dan pelaksanaan quantitative easing di Amerika Serikat, pada pemaparan kali ini akan diulas mengenai proses dihentikannya kebijakan QE setelah perekonomian negara tersebut menunjukkan perubahan kearah positif.

Apa Yang Terjadi Setelah Quantitative Easing Dihentikan?
Indikator-indikator ekonomi yang menunjukkan hasil konstruktif, seperti inflasi yang stabil, kenaikan secara siginifikan perdagangan di pasar saham, penjualan perumahan yang semakin membaik, serta indikator positif lain, mendorong the Fed untuk menghentikan kebijakan quantitative easing.

Setelah melalui beberapa kali pertemuan dalam FOMC meeting, the Fed mengambil keputusan untuk melakukan tapering, yakni mengurangi secara gradual jumlah pembelian obligasi.

Dalam pelaksanaannya, the Fed mengurangi pembelian obligasi pemerintah menjadi sebesar US$ 75 milliar per bulan berlaku sejak Januari 2014 dan rencananya akan berakhir sampai dengan Oktober 2014.

Friday, October 23, 2015

Memahami Makna Quantitative Easing

Beberapa bulan terakhir (sejak awal Agustus – awal Oktober 2015), nilai kurs mata uang rupiah terus merosot bila dibandingkan dengan US dollar. Kita bisa melihat data dari media ekonomi mengenai pergerakan mata uang rupiah terhadap US dollar, diantaranya sebagai berikut:
  • Pada tanggal 10 Agustus 2015, nilai tukar rupiah terhadap US dollar adalah sebesar Rp 13,551/US$, sementara kurs tengah Bank Indonesia pada hari yang sama tercatat sebesar Rp 13,536/US$.
  • Pada tanggal 01 Oktober 2015, nilai tukar rupiah terhadap US dollar senilai Rp 14,691/US$, sedangkan kurs tengah BI sebesar Rp 14,654/US$.
(data dirangkum dari nilai kurs rata-rata harian dari Bloomberg Business dan kurs tengah Bank Indonesia).

Apa Sih Quantitative Easing Itu?
Terdapat berbagai pandangan mengenai penyebab turunnya nilai mata uang rupiah terhadap US dollar. Salah satu pendapat menyatakan bahwa US dollar menguat terhadap hampir seluruh mata uang negara lain karena efek dari dihentikannya quantitative easing.

Disamping itu ada faktor lain, yakni kemungkinan akan dinaikkannya suku bunga bank oleh the US Federal Reserve (the Fed). Adapun artikel ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai quantitative easing, bagaimana awalnya kebijakan ini diambil oleh bank sentral Amerika Serikat, serta dampak ekonomi yang muncul pada saat kebijakan quantitative easing diterapkan.