2016

Thursday, December 15, 2016

Singapura, Simbol Keberhasilan Pembangunan berbasis Pengetahuan dan Teknologi

Singapura (the Republic of Singapore) merupakan salah satu simbol keberhasilan pembangunan negara yang multi-kultural dengan mendasarkan diri pada kebanggaan pada identitas nasional, kemampuan berpikir logis dan rasional, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tulisan ini akan membahas tentang perkembangan negara Singapura, terutama di sektor perekonomian.

Singapura, Simbol Keberhasilan Pembangunan berbasis Pengetahuan dan Teknologi
Terletak di Benua Asia, tepatnya di wilayah Asia bagian tenggara, negara Singapura hanya memiliki wilayah sekitar 685 km2, dan dihuni oleh tak kurang dari 5.5 juta populasi pada 2015. Selain luas area yang relatif kecil, Singapura bisa dikatakan tidak memiliki kekayaan alam apapun.

Meski demikian, Singapura memiliki catatan mengesankan disektor perekonomian. Tercatat pencapaian Gross Domestic Product (GDP) Singapura pada 2015 sebesar US$ 471.9 miliar (purchasing power parity-based) dengan pendapatan perkapita sebesar US$ 85.3 ribu, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatatkan angka US$ 462.6 miliar dan GDP per kapita sebesar US$ 84.6 ribu (www.indexmundi.com, Singapore Economy Profile 2016).

Thursday, December 8, 2016

Mengenal Konsep Inflasi dalam Perekonomian

Inflasi (inflation) menjadi salah satu pokok bahasan utama dalam kajian ekonomi. Angka yang ditunjukkan sebagai besaran inflasi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi (economic growth) suatu negara. Dalam tulisan ini kita akan belajar tentang dasar-dasar inflasi, faktor-faktor yang menyebabkan munculnya inflasi, serta pengambilan kebijakan ekonomi untuk mengendalikan inflasi.

Inflasi dalam Perekonomian
Inflasi sering digunakan sebagai alasan dan/atau pembenaran bagi pengambil kebijakan publik atas tidak tercapainya target pertumbuhan ekonomi. Inflasi juga sering dimanfaatkan sebagai alat kampanye bagi calon pemimpin (presiden atau perdana menteri) untuk merebut suara para pemilih, dengan janji-janji untuk mengendalikannya. Bahkan konon di 1974, presiden Amerika Serikat saat itu, Gerald R. Ford, pernah menyatakan bahwa inflasi merupakan musuh nomor satu (public enemy no. 1) di Amerika Serikat.

Saturday, December 3, 2016

Indonesia Membangun: mewujudkan kemandirian ekonomi, menuju poros maritim dunia

Dalam tulisan sebelumnya, ‘Indonesia, Paduan antara Kekayaan Alam dan Budaya dengan Aneka Problematika’, kita telah mempelajari posisi strategis Indonesia, baik dari sisi geografis maupun pada keikutsertaan'nya dalam membangun kerjasama antar negara. Selain itu disebutkan pula kondisi sosial-ekonomi Indonesia sejak kemerdekaan 1945 hingga terjadinya krisis ekonomi 1997-1998, yang menjadi tonggak lahirnya Orde Reformasi. Selanjutnya, dalam artikel ini kita akan memahami perkembangan terkini pembangunan di Indonesia dan cita-cita yang hendak diwujudkan dalam program pembangunan yang telah disusun.

Indonesia Membangun: mewujudkan kemandiraan ekonomi, menuju poros maritim dunia
Pembangunan Infrastruktur.
Pada 2015 lalu, pemerintah Indonesia melakukan kebijakan ekonomi yang berdampak langsung pada kondisi makro maupun mikroekonomi domestik, yakni pemangkasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga mencapai Rp 230 triliun (bisniskeuangan.kompas.com, Jokowi Telah Memangkas Subsidi BBM Sebesar Rp 230 Triliun, 18 Februari 2015).

Hal tersebut dilakukan dengan beberapa alasan, diantaranya realita bahwa masyarakat yang menikmati subsidi BBM justru mereka yang berada di strata menengah keatas. Maka atas dasar keadilan bagi masyarakat secara keseluruhan, subsidi BBM akan dialihkan untuk sektor produktif seperti pertanian, kelautan dan perikanan, dan ekonomi kreatif, serta peningkatan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Thursday, December 1, 2016

Indonesia, Paduan antara Kekayaan Alam dan Budaya dengan Aneka Problematika

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia (the Republic of Indonesia) memiliki kekayaan alam yang luar biasa besar dan beraneka ragam. Dengan gugusan pulau-pulau yang terbentang dari ujung barat hingga ujung timur yang berjumlah lebih dari 13 ribu pulau, Indonesia menyajikan keindahan yang sulit ditemui dibelahan bumi lainnya. Tulisan ini merupakan bagian pertama dari pokok bahasan tentang kondisi sosial-ekonomi Indonesia dan berbagai permasalahan yang ada didalamnya.

Indonesia, Ragam Kekayaan Alam dan Budaya Berpadu dengan Ragam Problematika
Terletak di Benua Asia, tepatnya di Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara kesatuan yang berbentuk republik dan dipimpin oleh seorang presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Indonesia juga merupakan salah satu negara yang dilintasi oleh garis khatulistiwa (equator), membuatnya memiliki iklim tropis, dengan musim panas dan musim penghujan yang datang secara bergantian.

Wednesday, November 30, 2016

Korupsi dalam Perspektif Sejarah: kejahatan purba yang ber'evolusi

Seperti telah kita ketahui bahwa korupsi (corruption) merupakan hambatan bagi pembangunan, pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan dan kesejahteraan, serta efektivitas roda pemerintahan suatu negara. Setelah dalam tulisan sebelumnya kita membahas tentang kaitan korupsi dengan distribusi pendapatan dan pertumbuhan ekonomi, serta perlawanan global memberantas korupsi, maka pada artikel ini kita akan mempelajari sejarah atau awal mula timbulnya korupsi, berdasarkan studi-studi ilmiah dan sumber pustaka lainnya.

Korupsi dalam Perspektif Sejarah: Kejahatan Purba yang Berevolusi
Jika dilihat dari perspektif sejarah, korupsi merupakan konsep yang sudah muncul sejak lama. Salah satu temuan mengenai konsep korupsi bisa dijumpai dalam buku berjudul Arthashastra, diterbitkan kurang-lebih pada abad ke-4 Sebelum Masehi, yang merupakan karya seorang pejabat jaman kerajaan India Kuno bernama Kautilya.

Buku Arthashastra memuat beberapa topik bahasan, diantaranya mengenai konsep disiplin, tugas dan tanggung-jawab pemerintah, hukum dan tata tertib, kekuasaan, hingga strategi perang. Dalam salah satu bahasannya, buku tersebut menceritakan bagaimana menghancurkan musuh dari ‘dalam’ melalui pemberian suap berupa emas atau harta kekayaan lain (Kautilya, Arthashastra, translated by R. Shamasastry, 1915).

Tuesday, November 29, 2016

Kartel, Struktur Pasar Monopolistik, dan Inefisiensi Ekonomi

Dalam praktik ekonomi, terdapat berbagai mekanisme pasar yang bekerja, bisa berupa pasar persaingan sempurna (full competition) maupun praktik lain, yang berdampak pada efisiensi serta tingkat kesejahteraan masyarakat. Pada tulisan ini kita akan mempelajari tentang konsep kartel (cartel) dalam ekonomi, serta pengaruhnya terhadap efisiensi ekonomi.

Secara umum kartel (cartel) bisa diartikan sebagai struktur pasar yang didalamnya terdapat kekuatan yang membatasi persaingan, antara lain melalui kebijakan harga, alokasi produk (output), serta tindakan diskriminasi pada konsumen, sehingga mengurangi tingkat kesejahteraan (consumer welfare) yang digambarkan sebagai surplus konsumen.

Kartel ekonomi bisa diwujudkan melalui persetujuan antara beberapa perusahaan/institusi bisnis dalam bidang yang sejenis, atau antar institusi pengambil kebijakan ekonomi, dalam rangka mengontrol harga dan/atau mengatur alokasi sumberdaya serta produk di pasar.

Thursday, November 24, 2016

Memahami Makna Economic Bubbles (Gelembung Ekonomi)

Ada satu fenomena dalam kajian ekonomi yang disebut dengan gelembung ekonomi (economic bubbles atau bubble economy). Fenomena ini terjadi di banyak negara dan ternyata memiliki sejarah panjang. Pada artikel ini kita akan mempelajari pengertian umum bubble economy atau economic bubbles dan beberapa peristiwa dimana fenomena gelembung ekonomi terjadi.

Memahami Makna Economic Bubble (Gelembung Ekonomi)
Menurut konsep dasar’nya, economic bubbles atau bubble economy mengacu pada situasi dimana harga suatu produk atau aset dalam segmen pasar tertentu mengalami kenaikan nilai/harga diluar kebiasaan atau secara tidak wajar, serta terjadi dalam waktu yang relatif cepat.

Terdapat banyak contoh fenomena economic bubbles yang terjadi dan melibatkan sektor ekonomi yang berbeda-beda, diantaranya pada sektor perumahan atau yang lebih dikenal dengan istilah housing bubbles dan pada pasar saham atau stock bubbles.

Tuesday, November 22, 2016

Perkembangan Ekonomi Asia 2016 dan Prospek Perekonomian Asia 2017

Asia memainkan peran penting dalam kancah perekonomian global. Benua yang didiami oleh 48 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB (the United Nations) dan enam negara non-PBB ini selain memiliki jumlah populasi penduduk yang mencapai lebih dari 60% total populasi dunia, atau sekitar 4.4 milliar jiwa, juga menjadi pasar potensial bagi perdagangan internasional, baik antar negara dalam kawasan maupun dengan negara-negara di kawasan lain, seperti Eropa dan Amerika. Artikel ini akan membahas tentang kondisi perekonomian Asia pada 2016 dan prospek perekonomian Asia pada 2017 mendatang.

Perkembangan Ekonomi Asia 2016 dan Prospek Perekonomian Asia 2017
Dari sisi demografi, setidaknya terdapat empat negara di Asia yang memiliki populasi penduduk terbesar di dunia, yakni China, India, Indonesia, dan Jepang. Selain itu, dari sisi kekuatan ekonomi, China, Jepang, dan Singapura merupakan pusat kekuatan perekonomian dunia. Sementara India, Rusia, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, serta Indonesia dan negara-negara ASEAN, merupakan pasar potensial yang terus berkembang dan bersaing dikancah perekonomian global.

Adapun pertumbuhan ekonomi Asia diproyeksikan berada di angka 5.7% di 2016 dan 2017, turun dari tahun sebelumnya yang berada dikisaran 5.9% (Asian Development Bank, Asian Development Outlook 2016: Asia’s Potential Growth, 2016).

Thursday, November 17, 2016

Perkembangan Produksi Beras Dunia pada 2016

Seperti kita ketahui bahwa salah satu tujuan yang tercantum dalam agenda the Sustainable Development Goals (SDGs) adalah untuk mengeliminasi kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi, serta mempromosikan sektor agrikultur yang berkesinambungan.

Adapun salah satu target dari tujuan diatas adalah untuk memastikan akses bagi semua orang, terutama kaum miskin dan anak-anak, pada sumber makanan sehat dan bernutrisi, serta pada persediaan pangan yang memadai. Pada tulisan kali ini kita akan mempelajari salah satu produk utama pangan dunia, yakni beras (rice), dan mencermati perkembangan produksi beras secara global.

Menurut salah satu penelitian, terdapat empat tipe utama beras, yakni Japonica, Indica, Aromatic Rice, dan Glutinous Rice. Beberapa hal yang membedakan keempat tipe beras tersebut antara lain pada area dimana tanaman padi tumbuh serta karakteristik beras setelah dimasak menjadi nasi.

Tuesday, November 15, 2016

Mengunjungi Swedia, Negara Kesejahteraan dengan Daya Rekat Sosial yang Tinggi

Negara-negara yang terletak di Semenanjung Skandinavia atau dikenal dengan Nordic Countries, seperti Swedia, Denmark, Finlandia, dan Norwegia, memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak dipunyai oleh negara-negara di wilayah lain. Pada kesempatan kali ini kita akan mengunjungi Swedia dan melihat perkembangan kondisi sosial-ekonomi Swedia.

Mengunjungi Swedia, Negara Kesejahteraan dengan Daya Rekat Masyarakat yang Tinggi
Berbentuk kerajaan, Swedia (the Kingdom of Sweden) memiliki populasi penduduk kurang-lebih sebesar 9.7 juta jiwa pada 2015. Adapun luas wilayah negara ini berada dikisaran 438.57 ribu km2. Selain jumlah penduduk yang tidak terlampau besar, usia harapan hidup (life expectancy) warga Swedia juga tergolong tinggi. Tercatat, usia harapan hidup untuk perempuan berada di angka 84 tahun, sementara untuk penduduk laki-laki 81 tahun. Tingginya usia harapan hidup tersebut menempatkan Swedia kedalam salah satu dari sedikit negara yang memiliki usia harapan hidup tertinggi di dunia.

Thursday, October 27, 2016

Merkantilisme dalam Sejarah Perekonomian dan Perdagangan Dunia

Sejarah perekonomian dunia sudah berlangsung sejak berabad-abad silam. Bisa dikatakan bahwa ketika manusia mulai hadir di dunia dan menyadari berbagai kebutuhan untuk hidup, saat itulah dia mengenal konsep ekonomi; oleh karenanya tidak salah apabila disebutkan bahwa manusia adalah makhluk ekonomi.

Merkantilisme dalam Sejarah Perekonomian dan Perdagangan Dunia
Pada periode dimana negara-negara di dunia memandang penting untuk mencukupi kebutuhan dan memupuk kekayaan, mulai dikenal pula konsep-konsep ekonomi yang dipraktikkan dalam interaksi dengan pihak-pihak lain.

Salah satu konsep ekonomi tersebut adalah merkantilisme (mercantilism). Tulisan ini akan menyajikan pemahaman sederhana tentang konsep dan praktik merkantilisme.

Tuesday, October 18, 2016

Perekonomian Uni Emirat Arab, Kemegahan Dunia di Semenanjung Arab

Beberapa negara di dunia mengeluarkan anggaran pembangunan yang terbilang fantastis sebagai simbol kemajuan perekonomian. Pembangunan tersebut sekaligus untuk menunjukkan kredibilitas negara dikancah persaingan global. Salah satu negara yang melaksanakan pembangunan secara masif adalah Uni Emirat Arab. Artikel ini akan mengulas tentang kondisi domestik Uni Emirat Arab dari sisi sosio-politik dan ekonomi.

Uni Emirat Arab, Kemegahan Dunia di Semenanjung Arab
Uni Emirat Arab (the United Arab Emirates) berada di Benua Asia, tepatnya di Semenanjung Arab. Negara ini memiliki luas wilayah sekitar 83,600 km2, dengan jumlah populasi penduduk kurang-lebih sebesar 9.15 juta jiwa pada 2015 (data.worldbank.org).

Catatan Bank Dunia juga menunjukkan besarnya Gross Domestic Product (current US$) negara yang beribu kota di Abu Dhabi ini pada 2015 mencapai US$ 370.29 milliar.

Thursday, October 13, 2016

Kontribusi Wahana Wisata (Theme Park) pada Perekonomian

Dalam dunia yang semakin modern, sektor pariwisata kian menjadi andalan bagi banyak negara untuk menopang laju perekonomian. Makin tingginya kebutuhan manusia untuk berlibur dan menikmati hiburan membuat negara-negara menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas sumber pendapatan nasional. Salah satu pengembangan sektor pariwisata adalah pembangunan wahana wisata. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari sejauh mana kontribusi wahana wisata dalam perekonomian suatu negara.

Kontribusi Wahana Wisata (Theme Park) pada Perekonomian
Sebagai informasi awal, beberapa studi menggunakan istilah theme park dan/atau amusement park dalam ulasannya. Oleh karena itu, kita akan terlebih dahulu memahami pengertian dua istilah tersebut.

Menurut Merriam-Webster Online Dictionary, amusement park dimaknai sebagai ‘a commercially operated park having various devices for entertainment (as a merry-go-round and roller coaster) and usually booths for the sale of food and drink.’ Sementara theme park dideskripsikan sebagai ‘an amusement park in which the structures and settings are based on a central theme.

Tuesday, October 11, 2016

Consumer Confidence Index (CCI) dan Fungsinya dalam Perekonomian

Consumer Confidence Index (CCI) atau indeks keyakinan konsumen menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kinerja perekonomian, khususnya terkait dengan tingkat konsumsi masyarakat serta proyeksi perekonomian jangka pendek. CCI juga menjadi salah satu data penting bagi para pelaku perdagangan di pasar uang (forex market). Tulisan ini akan mengupas pengertian dasar Consumer Confidence Index dan fungsinya dalam perekonomian.

Mengenal Consumer Confidence Index (CCI)
Secara konseptual, Consumer Confidence Index (beberapa literatur menggunakan istilah Consumer Sentiment Index) merupakan alat ukur yang digunakan untuk meneliti perilaku konsumen rumahtangga (household sector) atas berbagai faktor ekonomi yang mempengaruhi pengambilan keputusan, terutama terkait spending (pengeluaran rumahtangga) dan saving (tabungan).

Consumer Confidence Index pada awalnya dikembangkan oleh George Katona pada 1951. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari pengukuran indeks ini adalah untuk mengetahui persepsi dan respon konsumen mengenai situasi bisnis dan prospek pekerjaan (Katona, George, Psychological Analysis of Economic Behavior, 1951).

Thursday, October 6, 2016

Arab Saudi, Ancaman Krisis Ekonomi Dibalik Melimpahnya Cadangan Minyak Bumi

Banyak negara di planet bumi yang dianugerahi kekayaan alam melimpah untuk menopang kesejahteraan masyarakatnya. Akan tetapi, tidak sedikit dari negara-negara tersebut yang justru mengalami ketergantungan pada sumberdaya yang dimilikinya. Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas tentang krisis ekonomi di Venezuela, maka tulisan ini akan mengulas tentang ancaman krisis yang melanda Arab Saudi, salah satu produsen minyak terbesar di dunia.

Arab Saudi, Ancaman Krisis Ekonomi Dibalik Melimpahnya Cadangan Minyak Bumi
Arab Saudi (The Kingdom of Saudi Arabia) terletak di benua Asia bagian barat, tepatnya di Semenanjung Arab (Arabian Penninsula) dengan luas wilayah sekitar 2.2 juta km2 dan populasi penduduk kurang-lebih sebanyak 31.54 juta jiwa pada 2015 (data.un.org).

Sistem pemerintahan yang dianut Arab Saudi berwujud kerajaan (monarchical autocracy), yang dipimpin oleh seorang raja sebagai pemimpin tertinggi. Disamping itu, Arab Saudi termasuk dalam kategori negara berpendapatan tinggi (high-income country) menurut laporan Bank Dunia, dan merupakan salah satu anggota kelompok G20 (the Group of Twenty).

Tuesday, October 4, 2016

Konsep Purchasing Power Parity serta Pemanfaatannya pada Perdagangan dan Pasar Uang

Bagi pelaku ekonomi, khususnya yang terlibat dalam perdagangan internasional (ekspor-impor) atau mereka yang menekuni dunia pasar uang (forex market), istilah Purchasing Power Parity (PPP) merupakan hal yang acapkali ditemui, baik dalam proyeksi, kalkulasi, maupun evaluasi transaksi. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari konsep dasar Purchasing Power Parity (PPP) dan pemanfaatannya dalam perekonomian dan perdagangan.

Purchasing Power Parity serta Pemanfaatannya pada Pasar Uang dan Perdagangan Internasional
Sejarah Teori Purchasing Power Parity.
Beberapa studi menyebutkan bahwa secara teoretis, konsep Purchasing Power Parity pertama kali diperkenalkan oleh the Salamanca School pada abad ke-16, di Spanyol; serta pada tulisan Gerrard de Malynes (1601) di Inggris.

Sementara negara-negara seperti Inggris, Perancis, dan Swedia diyakini telah menerapkan konsep yang mirip PPP dalam hubungannya dengan transaksi dan pencatatan logam mulia (bullion transaction and report).

Thursday, September 29, 2016

Creative-based Economy, Kekuatan Ide yang Bernilai Tinggi

Dimasa depan, ekonomi berbasis kreativitas/ekonomi kreatif (creative-based economy/creative economy) diyakini akan menjadi kunci keberhasilan pertumbuhan ekonomi global. Tanda-tanda itu sudah mulai terlihat dari semakin maraknya industri berskala kecil maupun besar yang bekerja berdasar pada konsep kreativitas. Apalagi dukungan teknologi yang semakin canggih dan keberadaan jaringan internet yang mempermudah interkoneksi antar waktu-antar wilayah. Artikel ini akan menyajikan ulasan tentang konsep creative-based economy atau ekonomi berbasis kreativitas.

Creative-based Economy, Kekuatan Ide yang Bernilai Tinggi
Creative-based economy (beberapa literatur menggunakan istilah creative economy), muncul sebagai buah dari penerapan konsep ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).

Secara umum, ekonomi berbasis kreativitas digambarkan sebagai muara aktivitas-aktivitas dan eksperimen-eksperimen kreatif, penciptaan kelompok-kelompok kreatif dalam suatu lingkungan, serta kerjasama dari beragam bentuk inovasi.

Tuesday, September 27, 2016

Knowledge-based Economy (KBE), Pondasi Utama Perekonomian Modern

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berkembang pula cara pandang manusia dalam berpikir dan berkreasi. Demikian halnya dengan metode menciptakan produk dan layanan. Dalam ilmu ekonomi terdapat satu konsep baru yang patut untuk dipelajari, yakni Knowledge-based Economy (KBE) atau ekonomi berbasis pengetahuan. Oleh karenanya, tulisan ini akan membahas Knowledge-based Economy (KBE).

Pergeseran Pola Industri dan Ekonomi.
Jika sekian dasawarsa lalu, perekonomian ditandai dengan model industri padat karya (labor-intensive industries) dan padat modal (capital-intensive industries), maka beberapa tahun belakangan ini, model tersebut mulai mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi, komputer, jaringan internet, dan temuan teknologi lainnya.

Dari sinilah kemudian dikenal konsep Knowledge-based Economy (KBE). KBE diyakini menjadi pondasi bagi perekonomian modern yang mampu mempengaruhi proses kerja, perilaku tenaga kerja, serta komunitas masyarakat sebagai konsumen.

Thursday, September 22, 2016

Gerakan Non Blok (Non-Aligned Movement) dan Relevansi'nya di Dunia Modern

Gerakan Non Blok (Non-Aligned Movement/NAM) merupakan salah satu entitas yang dibentuk berdasarkan kondisi sejarah. Ketika kekuatan dunia terpusat pada dua kutub yang saling berlawanan, maka negara-negara yang tidak terlibat atau melibatkan diri dalam pertikaian tersebut membentuk aliansi ketiga yang menawarkan format kerjasama antar negara berdasarkan kesetaraan dan persahabatan. Artikel ini akan membahas tentang latar belakang munculnya Gerakan Non Blok (Non-Aligned Movement/NAM) dan relevansi’nya di dunia modern.

Sejarah Gerakan Non Blok (Non-Aligned Movement) dan Relevansi'nya di Dunia Modern
Gerakan Non Blok mulai di inisiasi pada saat diadakannya Konferensi Asia-Afrika (Afro-Asian Conference/Bandung Conference) di Bandung, Indonesia pada 18-24 April 1955.

Tiga pemimpin negara dunia ketiga saat itu, Presiden Soekarno dari Indonesia, Presiden Gamal Abdel Nasser dari Mesir, serta Perdana Menteri Jawaharlal Nehru, mendiskusikan posisi negara-negara dalam konstelasi dunia yang terpusat pada dua kutub kekuatan, yakni Amerika Serikat di satu sisi (Blok Barat/Western Bloc) dan Uni Soviet di sisi berlawanan (Blok Komunis/Communist Bloc).

Tuesday, September 20, 2016

Dinamika Kerjasama ASEAN Plus Three (APT)

Kerjasama yang melibatkan banyak negara (multilateral) menjadi sarana setiap negara untuk memperkokoh stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan domestik maupun regional. Namun demikian, tidak jarang terdapat dinamika yang unik dari kerjasama tersebut, mengingat adanya permasalahan diantara negara-negara yang terlibat, tak terkecuali dalam format kerjasama ASEAN Plus Three (APT). Artikel ini akan mengulas tentang dinamika kerjasama ASEAN Plus Three, termasuk berbagai isu diantara negara anggota.

Dinamika Kerjasama ASEAN Plus Three (APT)
ASEAN Plus Three (APT) terdiri dari 10 negara anggota ASEAN dan Jepang (Japan), China (the People’s Republic of China), serta Korea Selatan (the Republic of Korea), mulai di inisiasi pada akhir 1997, dan secara resmi di institusionalisasi pada 1999, saat terjadi pertemuan tingkat tinggi ASEAN Plus Three ke-3 (the 3rd ASEAN Plus Three Summit) di Manila, Phillipina.

Adapun kehadiran format kerjasama APT ini difungsikan sebagai sarana untuk memperluas basis kerjasama perdagangan, perekonomian, serta keamanan kawasan.

Thursday, September 15, 2016

Menelisik Hubungan Kerjasama ASEAN-Amerika Serikat

Tidak bisa dipungkiri bahwa perdagangan antar negara menjadi salah satu wujud kerjasama dalam rangka memelihara relasi, sekaligus mencegah terjadinya konflik dan persaingan. Hubungan perdagangan, baik bilateral maupun multilateral, juga menjadi media diplomasi bagi negara untuk meningkatkan kerjasama dalam cakupan yang lebih luas. Artikel ini akan memaparkan hubungan kerjasama antara ASEAN dengan Amerika Serikat (the United States of America).

Melihat Sejauh Mana Hubungan Kerjasama ASEAN-Amerika Serikat
Karena hubungan antar negara melibatkan kepentingan masing-masing pihak, maka kita akan melihat dari berbagai sudut pandang, baik dari sisi Amerika Serikat maupun dari perspektif ASEAN sebagai satu kesatuan institusi dan menurut kepentingan masing-masing negara anggota ASEAN.

Dari sudut pandang Amerika Serikat.
Amerika Serikat memiliki hubungan bilateral yang relatif baik dengan negara-negara anggota ASEAN, kecuali (mungkin) dengan Myanmar. Hal ini diakibatkan karena konstelasi politik domestik Myanmar serta masalah demokrasi dan hak asasi manusia (setidaknya demikian yang sering diserukan oleh Amerika Serikat).

Thursday, September 8, 2016

Perkembangan Teknologi dan Industrialisasi di Jepang

Jepang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan teknologi dan industrialisasi yang membawa pengaruh signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan negara tersebut. Perpaduan antara riset (R&D) dan penerapan teknologi mampu mengubah negara yang sebelumnya hancur karena kekalahan di perang dunia kedua, menjadi salah satu negara maju dengan pendapatan tertinggi di dunia (high-income country). Artikel ini akan mengupas tentang industrialisasi dan perkembangan teknologi di negara Jepang.

Industrialisasi dan Perkembangan Teknologi di Jepang
Dengan luas area sekitar 377.9 kilometer2 dan jumlah populasi penduduk sebanyak 126.32 juta pada 2016, Jepang (Nippon-koku/the State of Japan) merupakan salah satu negara dengan pendapatan tertinggi menurut the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), yakni dengan menghasilkan Gross Domestic Product (GDP) kurang-lebih sebesar US$ 4.11 triliun pada 2015, dan GDP per kapita tak kurang dari US$ 32.5 ribu.

Berbicara mengenai teknologi, faktor ini diyakini menjadi elemen penting dalam era globalisasi dan peningkatan daya saing. Teknologi juga dipercaya memiliki peran utama dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Tuesday, September 6, 2016

Tinjauan tentang Modal Sosial (Social Capital) serta Kaitannya dengan Ekonomi dan Pembangunan

Modal sosial (social capital) merupakan konsep yang multidisipliner. Berbagai penelitian, baik dalam kajian sosiologi, kebudayaan, maupun ekonomi, memberikan penekanan secara khusus tentang konsep modal sosial. Tulisan ini akan merangkum beberapa tinjauan tentang modal sosial (social capital) dan kaitannya dengan ekonomi dan pembangunan.

Tinjauan tentang Modal Sosial (Social Capital) dan Kaitannya dengan Ekonomi
Hingga saat ini belum ada kesepakatan tunggal yang mampu menggambarkan makna modal sosial. Setiap peneliti memiliki sudut pandang yang berbeda-beda atas pengertian yang melekat pada konsep tersebut. Dibawah ini terdapat beberapa pihak yang menyatakan pandangannya tentang konsep dasar modal sosial (social capital).

Pierre Bourdieu.
Bourdieu, seorang sosiolog asal Perancis berpendapat bahwa konsep masyarakat (society) tidak hanya bisa dilihat dari sudut pandang ekonomi semata, namun juga dari perspektif yang lebih luas.

Thursday, September 1, 2016

Silicon Valley, Ketika Inovasi Menjadi Motor Pembangunan Ekonomi

Pada tulisan sebelumnya telah dibahas mengenai konsep cluster-based economy. Pada kesempatan kali ini kita akan melihat salah satu model cluster-based economy atau agglomeration economies yang menjadi benchmark studi-studi terkait pembangunan kawasan (spatial development), yakni Silicon Valley.

Silicon Valley, Ketika Inovasi Menjadi Motor Penggerak Ekonomi
Terletak di bagian selatan the San Francisco Bay Area, Amerika Serikat, sampai dengan saat ini Silicon valley disebut sebagai pembangunan kawasan industri yang paling sukses, sekaligus sebagai pusat inovasi dunia, terutama dibidang teknologi informasi.

Secara geografis, Silicon Valley memiliki luas wilayah sekitar 2,980 km2, dihuni populasi kurang-lebih sebanyak 3.0 juta jiwa. Industri-industri yang terdapat di area ini rata-rata menghasilkan pendapatan hingga US$ 122 ribu per tahun. Tercatat pula bahwa pendapatan per kapita di kawasan Silicon Valley pada 2014 mencapai US$ 79.1 ribu, atau meningkat US$ 1,460 dari tahun sebelumnya (Joint Venture Silicon Valley, 2016 Silicon Valley Index: People, Economy, Society, Place, Governance, 2016).

Tuesday, August 30, 2016

Memahami Konsep Cluster-based Economy

Cluster-based economy merupakan salah satu konsep dalam pembangunan ekonomi yang ditujukan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi. Tulisan ini akan mengulas mengenai konsep dasar cluster-based economy.

Memahami Konsep Cluster-based Economy
Secara umum cluster-based economy mengandung pengertian dimana terdapat sekelompok industri/usaha yang berada di satu kawasan tertentu. Industri-industri ini bisa merupakan industri yang serupa (misalnya industri tekstil), maupun industri yang berbeda-beda namun saling terkait (misalnya industri tekstil dengan industri tinta untuk tekstil).

Terdapat beberapa studi yang bisa menjadi rujukan untuk memahami konsep cluster-based economy, diantaranya studi yang dilakukan oleh Alfred Marshall dan Michael E. Porter.

Thursday, August 25, 2016

Menyorot Aktivitas Illegal Logging, Kejahatan Lingkungan sekaligus Kejahatan Kemanusiaan

Pembalakan liar (illegal logging) merupakan salah satu tindak kejahatan yang merugikan banyak aspek, mulai dari lingkungan, pembangunan perekonomian, hingga masa depan dunia. Artikel ini akan membahas persoalan illegal logging yang terjadi dibeberapa wilayah dunia.

Menyorot Aktivitas Illegal Logging, Kejahatan Lingkungan sekaligus Kejahatan Kemanusiaan
Secara umum illegal logging bisa digambarkan sebagai aktivitas penebangan hutan, perdagangan kayu, serta transaksi hasil tebangan hutan yang dilakukan dengan melanggar hukum nasional dan/atau internasional.

Jika dilihat dari skala keterjadian, illegal logging bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni kejadian berskala kecil dan kejadian berskala besar. Dalam skala kecil, tindak pembalakan liar bisa dilakukan oleh perorangan atau kelompok individu (biasanya penduduk lokal sekitar area hutan) dengan alasan ekonomi (untuk memenuhi kebutuhan hidup). Sebaliknya, dalam skala besar, aktivitas illegal logging cenderung rapi dan terorganisir, serta memiliki niat jahat dari awal, yakni mengeruk keuntungan untuk kepentingan sendiri.

Tuesday, August 23, 2016

Memotret Madagaskar: Kemiskinan, Malnutrisi, dan Instabilitas Politik Dalam Negeri

Madagaskar (the Republic of Madagascar) merupakan sebuah negara kecil di kawasan Samudera Hindia (Indian Ocean), tepatnya di Semenanjung Afrika bagian selatan. Negara ini menampilkan keindahan alami sebagai sebuah pulau yang bersentuhan langsung dengan laut. Sayangnya tidak demikian dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakatnya. Kemiskinan, tingginya angka kekurangan gizi (malnutrition), serta konstelasi politik dalam negeri menjadi contoh seriusnya problem yang dihadapi Madagaskar. Artikel ini akan mengupas kondisi domestik Madagaskar beserta isu-isu yang melingkupinya.

Memotret Madagaskar: Kemiskinan, Malnutrisi, dan Instabilitas Politik Dalam Negeri
Dari perspektif geografis, Madagaskar memiliki luas area sekitar 587 ribu km2. Sebagai sebuah negara yang berbentuk pulau, negeri ini memiliki panorama yang sangat indah dengan habitat flora dan fauna yang beraneka ragam.

Selain mempunyai wilayah pesisir nan elok, Madagaskar dikaruniai perbukitan hijau yang menjadi habitat berbagai hewan eksotis, seperti lemur (sejenis primata) dan bermacam spesies burung.

Tuesday, August 16, 2016

Pemahaman tentang Official Development Assistance (ODA)

Bagi negara-negara berkembang dan negara-negara miskin, Official Development Assistance (ODA) menjadi alternatif pembiayaan dari pihak eksternal, yang dimanfaatkan untuk melaksanakan pembangunan sosial-ekonomi. Peran ODA sangat diperlukan oleh negara-negara tersebut karena tidak mencukupinya pendapatan nasional untuk membiayai pembangunan. Tulisan ini akan mengupas konsep Official Development Assistance (ODA) dan isu-isu seputar pemanfaatan ODA.

Pemahaman tentang Official Development Assistance (ODA)
Hakikat dan Tujuan Official Development Assistance (ODA).
Sebagai salah satu sumber pembiayaan, ODA dimanfaatkan sebagai alternatif dana, sebab untuk negara-negara kecil dan negara-negara yang tidak memiliki sumberdaya produksi, skema investasi melalui Foreign Direct Investment (FDI) kecil kemungkinannya berhasil menarik investor asing.

Dalam sejarahnya, ODA diperkenalkan sebagai sarana untuk membantu negara-negara berkembang dan negara-negara miskin dalam rangka peningkatan aktivitas perekonomian, melalui bantuan teknis dan finansial, serta bantuan lain terkait kebutuhan negara penerima.

Thursday, August 11, 2016

Melihat Pencapaian Luxemburg, Negara Kecil dengan Pendapatan per Kapita Tertinggi di Dunia

Luxemburg (Luxembourg), salah satu negara kecil di Benua Eropa, memiliki catatan-catatan yang mengesankan, terutama dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Tulisan ini akan melihat kondisi perekonomian Luxemburg beserta keunggulan-keunggulan kompetitif yang dimilikinya.

Luxembourg Palace
Berada di bagian barat Eropa, Luxemburg termasuk dalam salah satu negara dengan wilayah terkecil di dunia, yakni dengan luas area sekitar 2,586 km2. Adapun total populasi penduduk Luxemburg pada 2015 kurang lebih sebesar 569 juta jiwa.

Pada tahun tersebut, total Gross Domestic Product (GDP) yang diperoleh negara ini mencapai US$ 57.79 milliar, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4%, dan besaran inflasi tahunan sebesar 0.5% .

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa pendapatan per kapita nominal/GDP per capita (current US$) Luxemburg pada 2015 berkisar di angka US$ 101.45 ribu. Nilai ini menjadikan Luxemburg sebagai salah satu negara dengan perdapatan per kapita tertinggi di dunia (www.worldbank.org).

Tuesday, August 9, 2016

Konsep dan Masalah Pembangunan Infrastruktur

Infrastruktur merupakan salah satu modal penting bagi pembangunan ekonomi. Terhambatnya pembangunan infrastruktur berakibat negatif terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Pada artikel ini akan dibahas tentang konsep pembangunan infrastruktur (infrastructure development) beserta isu-isu yang terkait didalamnya.

Konsep dan Masalah Pembangunan Infrastruktur
Secara etimologi, kata ‘infrastructure’ terdiri dari kata ‘infra’ yang berarti dibawah atau didalam, dan ‘structure’ yang bermakna suatu metode atau cara bagaimana suatu entitas/bangunan disusun atau diorganisir.

Jadi apabila diterapkan dalam konsep ekonomi, bisa dimaknai bahwa infrastruktur merupakan elemen-elemen yang menjadi pondasi atau kerangka entitas/bangunan. Elemen tersebut bisa berwujud fasilitas, peralatan, serta jasa yang memungkinkan berjalannya pembangunan.

Sementara Singer mengungkapkan bahwa infrastruktur merupakan investasi yang tidak secara langsung bersifat produktif, namun berfungsi sebagai media untuk mempercepat proses pembangunan (Singer, HW, Development Projects as Part of National Development Programme, 1951).

Thursday, August 4, 2016

Sekilas tentang the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)

OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) merupakan salah satu organisasi multi negara yang didirikan untuk mempererat kerjasama dan pembangunan ekonomi antar negara demi mewujudkan stabilitas perekonomian yang berkelanjutan. Artikel ini akan meringkas sejarah dan peran OECD dalam mewujudkan misi-misinya.

Sekilas tentang the Organisation for Economic Co-operation and Development
Cikal bakal OECD dimulai ketika pemerintah Amerika Serikat yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri pada saat itu, sekaligus pemenang Nobel Perdamaian 1953, George Marshall menyatakan bahwa Amerika Serikat mesti membantu perbaikan kondisi ekonomi dan sosial-politik dunia, pasca perang dunia kedua. Inisiatif tersebut dikemudian hari dikenal dengan istilah the Marshall Plan.

The Marshall Plan pada hakikatnya merupakan tawaran kepada negara-negara Eropa yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat siap membantu negara-negara Eropa untuk melakukan pemulihan situasi pasca perang dunia kedua. Selain itu dinyatakan pula bahwa Amerika Serikat siap bekerjasama dalam mewujudkan pembangunan jangka pangjang bersama negara-negara Eropa (Wolfe, R, From reconstructing Europe to constructing globalization: the OECD in historical perspective, 2007).

Tuesday, August 2, 2016

Selandia Baru: Good Governance, Partisipasi Publik, dan The Lord of The Rings

Selandia Baru (New Zealand) merupakan salah satu negara di kawasan Pasifik dengan kekayaan alam yang memesona. Selain termasuk dalam kategori negara berpendapatan tinggi (high-income country), Selandia Baru juga memperoleh peringkat empat tertinggi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi menurut Transparency International (Transparancy International, 2015 Corruption Perseption Index). Pada tulisan ini kita akan mempelajari kondisi sosial-ekonomi Selandia Baru.

Selandia Baru: Good Governance, Partisipasi Publik, dan The Lord of The Rings
Menurut data Bank Dunia (the World Bank), total populasi penduduk Selandia Baru kurang lebih sebesar 4.59 juta jiwa pada 2015. Sementara dari sisi ekonomi, Selandia Baru menghasilkan Gross Domestic Product (GDP) sekitar US$ 173.7 milliar di tahun yang sama (data.worldbank.org).

Lebih jauh, usia harapan hidup rata-rata masyarakat Selandia Baru, untuk laki-laki mencapai 79 tahun dan perempuan 83 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa kualitas hidup dan kesehatan individu terpelihara dengan baik (Statistics New Zealand, New Zealand in Profile 2015, March, 2015).

Tuesday, July 26, 2016

Mempersoalkan Aktivitas Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing

Illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing merupakan ancaman nyata bagi kehidupan hayati samudera, karena berpotensi merusak manfaat jangka panjang biota laut dan keberlangsungan hidup ekosistem kelautan. Tulisan ini akan mengulas pengertian dasar illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing, alasan maraknya kegiatan IUU fishing, serta dampak yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut.

Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing

Saturday, July 23, 2016

Melihat Situasi Perekonomian Global 2016

Situasi perekonomian global pada 2016 dipenuhi oleh ketidakpastian. Bukan hanya negara-negara berkembang saja yang merasakan dampak perlambatan ekonomi, namun juga negara-negara maju yang notabene memiliki pondasi makroekonomi domestik yang relatif kuat.

Situasi Perekonomian Global 2016
Tulisan ini akan mengulas proyeksi perekonomian global 2016 termasuk perkembangan terakhir, yang disusun oleh beberapa lembaga internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (the United Nations), Bank Dunia (the World Bank), the International Monetary Fund (IMF), dan the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Dalam laporannya, the United Nations menyatakan bahwa tahun 2015 ditandai dengan merosotnya laju pertumbuhan perekonomian global, dari yang semula diprediksikan berkisar di angka 2.8% ternyata hanya mencapai 2.4%.

Thursday, July 21, 2016

Upaya Memelihara Kelestarian Tanah (Land Conservation)

Tanah merupakan salah satu unsur penting kehidupan. Ia menjadi faktor penopang hidup sekaligus tempat tumbuh dan berkembang berbagai spesies. Sayangnya, eksistensi tanah yang semakin menyusut menjadi persoalan besar bagi keberlangsungan hidup. Di wilayah perkotaan contohnya, sebagian besar tanah sudah beralih fungsi menjadi bangunan, kantor, dan jalan raya. Disamping itu, berkurangnya ruang terbuka hijau menimbulkan dampak negatif yang tidak bisa disepelekan.

Kelestarian Tanah (Land Conservation)
Sementara di daerah pedesaan, luas lahan yang sebelumnya dimanfaatkan untuk pertanian produktif juga mengalami nasib serupa. Lahan pertanian banyak yang telah berubah bentuk menjadi rumah, pabrik, gudang, dan sebagainya. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari sejauh mana dampak kerusakan tanah, serta upaya-upaya yang dilakukan untuk memelihara kelestarian tanah (land conservation).

Badan Pusat Statistik Indonesia menyatakan adanya penurunan produksi padi secara nasional pada 2014 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dari sebesar 71.28 juta ton menjadi 70.83 juta ton. Diperkirakan bahwa penurunan tersebut terjadi karena berkurangnya lahan pertanian, atau dengan kata lain terjadi alih fungsi lahan pertanian hingga mencapai 41,612 hektar lahan produktif (www.cnnindonesia.com, Pemerintah Tambah Luas Sawah 700 Ribu Hektare Tahun Ini, Selasa 07 April 2015).

Tuesday, July 19, 2016

Teori dan Konsep Dasar Negara Kesejahteraan (Welfare State)

Salah satu diskusi menarik terkait dengan pembangunan suatu negara adalah tentang relasi antara individu, masyarakat, perangkat negara, serta sektor swasta/korporasi. Artikel ini akan mengupas perspektif sosial-ekonomi dari relasi tersebut dalam kerangka konsep Welfare State.

Teori dan Konsep Dasar Negara Kesejahteraan (Welfare State)
Sebagai catatan, beberapa studi menggunakan istilah yang saling menggantikan antara Welfare State dan Welfare Capitalism. Untuk menghindari kerancuan, tulisan ini akan menggunakan istilah Welfare State atau Negara Kesejahteraan sebagai padan kata.

Menurut Kamus online Merriam-Webster Dictionary, kata ‘welfare’ diartikan sebagai ‘the state of being happy, healthy, or successful.’ Dalam terjemahan bebas, kata ‘welfare’ mengandung beberapa makna, yakni keadaan bahagia, sehat, atau sukses.

Saturday, July 16, 2016

Finlandia: dari Kekayaan Alam, Transparansi Administrasi Publik, hingga Clash of Clan

Finlandia (the Republic of Finland) merupakan salah satu negara yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan negara lain, misalnya negara dengan tingkat korupsi relatif rendah menurut indeks persepsi korupsi global, negara dengan perlindungan lingkungan terbaik menurut Environmental Performance Index, dan sebagainya. Tulisan ini akan mengulas situaasi sosial-ekonomi Finlandia dan faktor-faktor yang mendukung keunggulan negara ini.

Finlandia
Terletak di Benua Eropa, Finlandia merupakan salah satu negara berpendapatan tinggi (high-income country). Total area Finlandia seluas 338,435 km2, terdiri dari 90% daratan dan sisanya perairan dalam. Dari daratan yang ada, 77% merupakan kawasan hutan, sedangkan selebihnya adalah lahan pertanian dan pemukiman.

Sementara menurut data the World Bank, Finlandia memiliki populasi penduduk sekitar 5.4 juta jiwa pada 2014, dengan total Gross Domestic Product (GDP) lebih kurang US$ 272 milliar di tahun yang sama (data.worldbank.org).

Thursday, July 14, 2016

Mengenal Gerakan Anti Globalisasi (Anti-Globalization Movement)

Oleh beberapa kalangan, globalisasi (globalization) dipandang sebagai penyebab berbagai persoalan riil, seperti makin timpangnya jurang antara negara kaya dengan negara miskin, masifnya kerusakan lingkungan hidup, serta terancamnya harkat dan martabat kemanusiaan. Respon atas hal tersebut diwujudkan dalam gerakan anti-globlalisasi (anti-globalization movement) yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Gerakan Anti Globalisasi (Anti-Globalization Movement)
Protes-protes yang dilakukan oleh kelompok penentang globalisasi terjadi seiring dengan terjalinnya kerjasama antar negara, baik dalam wadah the World Trade Organization (WTO), the International Monetary Fund (IMF), the World Bank, maupun bentuk kerjasama regional dan internasional lainnya. Artikel ini akan membahas timbul dan berkembangnya gerakan anti-globalisasi.

Menurut sebuah studi, para aktivis anti globalisasi meyakini bahwa globalisasi tidak lebih daripada perluasan sistem kapitalisme. Hal ini merujuk pada konsep pasar bersama atau pasar tunggal, sistem persaingan bebas, serta deregulasi perdagangan, yang melekat pada globalisasi. Dengan kata lain, globalisasi hanyalah sinonim dari sistem kapitalisme internasional (international-capitalism system).

Tuesday, July 12, 2016

Memahami Konsep Globalisasi

Globalisasi (globalization) menjadi salah satu topik perdebatan yang tak kunjung usai hingga kini. Sementara sejauh ini belum ada kesepakatan tunggal mengenai definisi globalisasi itu sendiri. Tulisan ini akan mengulas konsep globalisasi, terutama dari tinjauan sosial-ekonomi.

Memahami Konsep Globalisasi
Banyak kajian sosiologi dan ekonomi yang menyatakan bahwa ide mengenai globalisasi sebenarnya sudah tercetus sejak beberapa abad silam. Akan tetapi dalam perkembangan dunia modern, konsep globalisasi mulai dikenal pada awal abad ke-20, tepatnya seusai perang dunia ke-2, saat terjadi pertemuan antar negara di Bretton Wood, Amerika Serikat pada 1944, yang kemudian melahirkan beberapa organisasi internasional seperti the World Bank, the International Monetary Fund (IMF), dan the General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) yang dikemudian hari bertransformasi menjadi the World Trade Organization (WTO). Sebagai catatan, lembaga-lembaga internasional itu dikenal sebagai sistem/regim Bretton Wood (the Bretton Wood system).

Tuesday, July 5, 2016

Sejarah Blok Uni Eropa (the European Union)

23 Juni 2016 menjadi tonggak baru bagi negara Inggris setelah menentukan pilihan untuk keluar dari kerjasama Uni Eropa (the European Union). Pilihan untuk memisahkan diri (Brexit) membawa banyak konsekuensi, baik disisi domestik maupun dalam sudut pandang internasional. Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang sejarah perkembangan blok Uni Eropa beserta isu-isu terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Sejarah Blok Uni Eropa (the European Union)
Menurut data yang tercantum dalam situs resminya, Uni Eropa terdiri dari 28 negara anggota (sebelum Inggris menyatakan secara resmi keluar dari blok tersebut), dengan luas area mencapai 4.23 juta km 2 dan populasi penduduk sebanyak lebih dari 506 juta jiwa, atau sekitar 7% dari total populasi penduduk dunia.

Selain itu, total Gross Domestic Product (GDP) yang dihasilkan oleh blok kerjasama ini pada 2014 berkisar di angka € 13.92 trilliun atau setara dengan 25% total GDP global. Adapun total perdagangan (ekspor dan impor) blok tersebut menyumbang tak kurang dari 20% total perdagangan dunia (www.europa.eu).

Thursday, June 30, 2016

Ketersediaan Sumber Air Bersih (Fresh-Water Resources) sebagai Penopang Kehidupan

Laju pertumbuhan penduduk dunia yang tidak diimbangi dengan tersedianya pasokan air untuk menunjang kehidupan akan membawa dampak serius pada kesehatan dan berpotensi meningkatkan angka kematian. Selain itu, kurang tercukupinya kebutuhan air untuk menopang produksi tanaman pangan bisa memicu bencana kelaparan. Tulisan ini hendak mengulas tentang problem ketersediaan air bersih secara global.

Ketersediaan Sumber Air Bersih (Fresh-Water Resources)
Dalam laporannya mengenai perkembangan populasi penduduk dunia, the United Nations Food and Population (UNFPA) menyatakan bahwa pada 2015 terdapat lebih dari 7.3 milliar manusia menghuni planet bumi, dengan rata-rata pertumbuhan penduduk setiap tahun sejak 2010-2015 mencapai angka 1.18%.

Salah satu konsekuensi dari laju pertumbuhan penduduk adalah meningkatnya kebutuhan air layak konsumsi. Mengingat bahwa persediaan air bersih tidak mampu mengimbangi kebutuhan penduduk dunia, maka berpotensi menimbulkan krisis ketersediaan air secara global (www.unfpa.org).

Tuesday, June 28, 2016

Problem Ketahanan Pangan Global (Global Food Security)

Problem ketahanan pangan merupakan persoalan global yang berkaitan erat dengan kelangsungan hidup manusia. Tulisan ini hendak membahas masalah-masalah yang mengemuka terkait dengan ketahanan pangan global.

Problem Ketahanan Pangan Global (Global Food Security)
Dalam the World Food Summit 1996 di Roma, Italia, dinyatakan dengan tegas bahwa yang dimaksud dengan ketahanan pangan adalah ketika semua orang, disetiap waktu, memiliki akses untuk memperoleh kecukupan dan keamanan pangan, serta sumber pangan bergizi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menunjang kesehatan.

Lebih lanjut, data menunjukkan bahwa bantuan internasional melalui skema Official Development Assistance (ODA) di sektor agrikultur mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Apabila pada 1979 terdapat sekitar 18% bantuan yang disalurkan ke sektor pertanian, maka pada 2009 persentase bantuan merosot hingga tersisa 6%. Demikian pula investasi pemerintah di sektor pertanian rata-rata mengalami penurunan kurang lebih sebesar 30% di negara-negara Afrika dan mencapai 60% di kawasan Asia dan Amerika Latin.

Saturday, June 25, 2016

Venezuela: Krisis Ekonomi dan Ketergantungan pada Minyak Bumi

Beberapa waktu terakhir, Venezuela (the Bolivarian Republic of Venezuela) menjadi perhatian dunia internasional akibat situasi domestik yang bergejolak. Negara dengan kekayaan minyak bumi yang melimpah tersebut mengalami resesi ekonomi yang tak kunjung usai. Masalah politik dan ekonomi dalam negeri telah menjerumuskan negara yang menjadi langganan juara kontes kecantikan internasional (international beauty pageants) dalam krisis berkepanjangan. Tulisan ini akan menyoroti kondisi perekonomian Venezuela dan faktor-faktor yang memicu krisis.

Venezuela: Krisis Ekonomi dan Ketergantungan pada Minyak Bumi
Terletak di kawasan Amerika Selatan dengan luas area mencapai 912,050 km2, Venezuela memiliki sumber minyak bumi dan gas alam yang sangat berlimpah.

Besarnya cadangan minyak bumi menempatkan Venezuela menjadi salah satu anggota negara pengekspor minyak (the Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC). Kekayaan itu pula yang membuat Venezuela masuk dalam kategori negara berpendapatan tinggi (high-income country).

Menurut data yang termuat dalam the United Nations Statistical Division, Venezuela memiliki populasi penduduk sebanyak 30.8 juta jiwa pada 2013. Di tahun tersebut, Venezuela mencatatkan Gross Domestic Product (GDP) sebesar US$ 371.34 milliar (data.un.org).

Thursday, June 23, 2016

Pembangunan Wilayah Perkotaan (Urban Development)

Berbicara mengenai pembangunan wilayah, maka terdapat dua elemen penting yang melekat didalamnya, yakni pembangunan perdesaan (rural development) dan pembangunan wilayah perkotaan (urban development). Pada tulisan ini akan dibahas mengenai isu-isu seputar pembangunan kawasan perkotaan.

Pembangunan Wilayah Perkotaan (Urban Development)
Dalam laporannya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (the United Nations) mengungkapkan bahwa secara global terdapat lebih dari 50% populasi penduduk tinggal di wilayah perkotaan pada 2014. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 66% pada 2050.

Selain itu tercatat pula bahwa dari seluruh kawasan di dunia, hanya di benua Asia dan Afrika yang populasi penduduknya mayoritas tinggal di daerah perdesaan, yakni sekitar 52-60%. Namun demikian, persentase tersebut diyakini akan menyusut seiring semakin besarnya tingkat pembangunan perdesaan; atau dengan kata lain, di suatu periode di masa depan, kawasan perdesaan akan bertransformasi menjadi area perkotaan.

Tuesday, June 21, 2016

Dampak Event Olahraga pada Perekonomian

Olahraga merupakan hasil kreativitas, seni, dan budaya manusia. Apabila dimasa lampau olahraga semata-mata dinilai dari prestasi yang diraih oleh para pemenang, maka pada beberapa dasawarsa terakhir, olahraga tidak lagi sekadar saling berebut mahkota kemenangan, namun juga memberikan dampak besar pada perekonomian. Tulisan ini merangkum dampak ekonomi dari pentas olahraga bertaraf internasional berdasarkan penelitian empiris yang pernah dilakukan.

Dampak Event Olahraga pada Perekonomian
Dalam dunia modern sekarang ini, olahraga bukan hanya menjadi hobby atau instrumen untuk dipertandingkan, ia memiliki dimensi yang lebih luas, termasuk hiburan, gengsi, kebanggaan individu-masyarakat-negara, serta sarana meraup keuntungan finansial.

Oleh karenanya tidak mengherankan jika event olahraga bertaraf internasional, seperti turnamen sepak bola Piala Dunia (FIFA World Cup), Piala Eropa (UEFA European Championship), serta lomba balap Formula One (F1 World Championship), bukan hanya menjadi pusat perhatian para penggemar, namun juga pemerintah kota/negara yang menjadi tempat penyelenggaraan (host), mengingat potensi keuntungan yang bisa diraih dari berbagai faktor, mulai dari hak siaran televisi, sponsorship, penjualan tiket dan merchandise, penginapan/hotel, makanan-minuman, hingga transportasi.

Secara umum terdapat dua horizon waktu terkait dengan dampak penyelenggaraan pentas olahraga pada perekonomian, yakni jangka pendek (ketika kontes olahraga berlangsung), dan jangka panjang (setelah pergelaran olahraga selesai). Secara detil, dampak-dampak tersebut bisa digambarkan dibawah ini.

Thursday, June 16, 2016

Seputar Masalah Pengangguran (Unemployment)

Pengangguran merupakan salah satu indikator utama terkait aktivitas ekonomi suatu negara. Ketersediaan lapangan kerja serta pertambahan penduduk usia kerja merupakan faktor penentu besarnya tingkat pengangguran (unemployment rate). Pada artikel ini kita akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan masalah pengangguran.

Menyadari begitu kompleksnya masalah pengangguran, maka isu tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam kampanye the Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan ke delapan, yakni mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang terbuka dan berkesinambungan, serta meningkatkan tenaga kerja produktif dan pekerjaan yang layak.

Sesuai dengan standar internasional yang diadopsi oleh the International Labour Organization (ILO), definisi pengangguran (unemployment) adalah apabila seseorang:
  • tidak memiliki pekerjaan, dalam arti tidak berada dalam posisi memperoleh upah sebagai pekerja/karyawan badan usaha/perusahaan atau sebagai pekerja mandiri (self-employed) selama periode tertentu.
  • pada saat ini dalam posisi siap untuk bekerja atau berprofesi sebagai pekerja mandiri.
  • sedang mencari pekerjaan, dalam arti sedang berupaya aktif untuk mendapatkan penghasilan sebagai pekerja/karyawan atau pekerja mandiri.
Definisi diatas tertuang dalam laporan the International Conferences of Labour Statisticians (ICLS) ke-19 di Geneva, Swiss pada 2-11 Oktober 2013.

Seputar Masalah Pengangguran (Unemployment)

Tuesday, June 14, 2016

Mengenal Konsep Gross National Happiness (GNH) dan Happiness Index

Dalam literatur ilmu ekonomi dikenal beberapa instrumen pengukuran kesejahteraan nasional, diantaranya pertumbuhan ekonomi (economic growth), produk domestik bruto (gross domestic product/GDP), serta pendapatan per kapita (per capita income), yang penghitungannya didasarkan pada sumberdaya modal (capital resources), output produksi, dan kekayaan finansial. Pada perkembangannya, muncul konsep-konsep baru mengenai kesejahteraan bangsa (nation's welfare) yang tidak semata-mata mendasarkan diri pada hal-hal yang bersifat materi.

Konsep Gross National Happiness (GNH) dan Happiness Index
Sebagai model alternatif terhadap GDP, konsep-konsep tersebut menawarkan penilaian dengan mempertimbangkan dimensi yang lebih luas, seperti aspek psikologis dan spiritual. Salah satu konsep yang hingga kini menjadi diskusi aktual adalah Gross National Happiness (GNH) dan Happiness Index (indeks kebahagiaan).

Sekilas, konsep tersebut terdengar absurd dan tidak realistis. Oleh karenanya tulisan ini dimaksudkan untuk menyajikan pemahaman tentang konsep dasar Gross National Happiness (GNH) dan Happiness Index.

Bagi sebagian pihak, GDP dianggap gagal menempatkan manusia sebagai aktor utama pembangunan, karena hanya berlandaskan pada faktor-faktor ekonomi dengan memperlakukan manusia tidak lebih dari sekadar faktor tenaga kerja. Salah satu kritikan keras disuarakan oleh Stiglitz, Sen, dan Fitoussi yang menyatakan bahwa konsep GDP gagal menjawab tantangan terkait kualitas hidup manusia sebagai individu dalam pembangunan dan pentingnya relasi antar individu dalam masyarakat.

Saturday, June 11, 2016

Mempertanyakan Efektivitas Gross Domestic Product (GDP)

Setelah puluhan tahun dimanfaatkan untuk menilai keberhasilan ekonomi suatu negara, maka seiring perkembangan pengetahuan dan teknologi, muncul penelitian-penelitian yang mengkritisi efektivitas Gross Domestic Product (GDP). Artikel ini mencoba mencermati studi-studi yang mempertanyakan keakuratan GDP dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat dan stabilitas makro ekonomi.

Mempertanyakan Efektivitas Gross Domestic Product (GDP)
Secara historis, konsep GDP pertama kali muncul di Amerika Serikat pada era 1930’an, ketika negara tersebut dipimpin oleh Presiden Franklin D. Roosevelt. Pada saat itu Roosevelt menginginkan adanya data terukur mengenai kondisi anggaran negara yang tersedia untuk digunakan sebagai dasar penentuan kebijakan publik. Keputusan ini diambil sebagai persiapan jikalau Amerika Serikat terlibat dalam perang dunia ke-2.

Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa pada awalnya, keinginan menggunakan data statistik yang tergambar dalam GDP lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan finansial dalam rangka perang dunia ke-2, sambil tetap menjaga terpenuhinya standar kehidupan warga Amerika Serikat (Marcuss, R, and Richard E. Kane, US National Income and Product Statistic: Born of the Great Depression and World War II, Bureau of Economic Analysis: Survey of Current Business, 2007).

Kemudian, konsep GDP juga terkait dengan pertemuan antar negara di Bretton Woods pada 1944, dimana pada saat itu disepakati terbentuknya beberapa organisasi multinasional, seperti the International Monetary Fund (IMF) dan the World Bank (Bank Dunia).

Thursday, June 9, 2016

Meneropong Denmark, Negara Kaya yang Miskin Korupsi

Tulisan kali ini akan mengulas tentang kondisi sosial-ekonomi salah satu negara yang menjadi role model negara dengan kesejahteraan rakyat yang tergolong tinggi dan angka korupsi yang relatif rendah, yakni Denmark.

Meneropong Denmark, Negara Kaya yang Miskin Korupsi
Berada di kawasan Eropa serta berbatasan dengan Swedia, Norwegia, dan Jerman, Denmark memiliki area seluas 43,094 km2. Seperti halnya Inggris, Denmark merupakan sebuah kerajaan (constitutional monarchy) yang dipimpin oleh seorang ratu, dengan pemerintahan dibawah kendali seorang perdana menteri.

Secara umum, Denmark membangun negara berdasarkan tiga pondasi utama, yakni demokrasi, peran aktif masyarakat, serta hubungan sosial yang terpelihara dengan baik.

Menurut data the World Bank, Denmark termasuk dalam kategori negara berpenghasilan tinggi (high-income country), dengan angka GDP sebesar US$ 342.4 milliar pada 2014 dan populasi penduduk sebanyak 5.64 juta jiwa di tahun yang sama. Sementara rata-rata usia harapan hidup penduduk negeri itu adalah 81 tahun (www.worldbank.org).

Pada 2014, sektor pariwisata Denmark menyumbang pendapatan nasional tak kurang dari DKK 91.9 milliar (setara US$ 14.05 milliar, dengan asumsi US$ 1 = DKK 6.54) dan menciptakan lebih dari 111,460 peluang kerja (www.visitdenmark.dk, Tourism in Denmark 2015).

Tuesday, June 7, 2016

Perlawanan Global Memberantas Korupsi

Korupsi menjadi salah satu penyebab masalah terbesar dalam pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pemberantasan kemiskinan. Apabila sebelumnya kita membahas tentang kaitan korupsi dengan distribusi pendapatan dan pertumbuhan ekonomi, maka artikel kali ini akan menyoroti perlawanan terhadap korupsi yang digaungkan secara global.

Perlawanan Global Memberantas Korupsi
Pertama-tama, kita melihat laporan Transparency International (TI) tentang persoalan korupsi di berbagai negara pada 2015. Dari 168 negara yang menjadi objek penelitian, ternyata tidak satupun negara yang bebas dari kejadian korupsi.

TI juga menyatakan bahwa setidaknya terdapat lebih dari enam milliar orang hidup di negara dengan permasalahan korupsi yang tergolong serius. Hal ini tergambar dari skala yang ditunjukkan oleh laporan tersebut. Secara umum, dari skala 0 (angka korupsi tertinggi) hingga 100 (bebas korupsi), rata-rata kejadian korupsi secara global berada di angka 43.

Kemudian apabila di break-down menjadi area yang lebih kecil, kawasan Uni Eropa dan Eropa Barat memperoleh nilai 67, dengan angka korupsi terendah berada di negara Denmark. Sementara di kawasan Asia-Pasifik, total skor yang diperoleh ialah 43, dengan menempatkan negara Selandia Baru sebagai negara yang paling sedikit terpapar kasus korupsi dan Korea Utara dengan kejadian korupsi paling buruk.

Thursday, June 2, 2016

Kaitan Korupsi dengan Distribusi Pendapatan dan Pertumbuhan Ekonomi

Korupsi menjadi musuh banyak negara, mengingat dampak negatif yang begitu besar pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Tulisan kali ini akan mengulas pengertian korupsi dan beberapa studi tentang korupsi dari tinjauan ilmu ekonomi.

Kaitan Korupsi dengan Distribusi Pendapatan dan Pertumbuhan Ekonomi
Kata korupsi (corruption) memiliki makna yang luas dan bisa ditinjau dari berbagai perspektif keilmuan. Untuk itu kita akan membatasi pengertian korupsi secara umum dan dalam ruang lingkup ilmu ekonomi.

Menurut Merriam-Webster dictionary, pengertian korupsi adalah 'dishonest or illegal behavior especially by powerful people (such as government officials or police officers)'.

Apabila diterjemahkan secara bebas, maka korupsi merupakan perilaku tidak jujur atau melawan hukum, terutama oleh orang yang memiliki kekuasaan (misalnya pejabat negara atau petugas kepolisian).

Sedangkan menurut organisasi Transparansi Internasional (the International Transparency), korupsi dimaknai sebagai penyalahgunaan wewenang publik untuk kepentingan pribadi (www.transparencyinternational.org).

Sementara the World Bank menyatakan bahwa korupsi merupakan penyimpangan peraturan serta pelemahan pondasi institusi yang memberi dampak buruk bagi masyarakat. Lebih lanjut, the World Bank juga mengungkapkan kalau setiap tahun terdapat upaya penyuapan (bribery) diseluruh dunia dengan kisaran angka mencapai US$ 1,000 milliar dan angka korupsi yang diperkirakan berlipat-lipat dari nilai tersebut (www.worldbank.org, Anti-corruption, May 10, 2016).