July 2016

Tuesday, July 26, 2016

Mempersoalkan Aktivitas Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing

Illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing merupakan ancaman nyata bagi kehidupan hayati samudera, karena berpotensi merusak manfaat jangka panjang biota laut dan keberlangsungan hidup ekosistem kelautan. Tulisan ini akan mengulas pengertian dasar illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing, alasan maraknya kegiatan IUU fishing, serta dampak yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut.

Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing

Saturday, July 23, 2016

Melihat Situasi Perekonomian Global 2016

Situasi perekonomian global pada 2016 dipenuhi oleh ketidakpastian. Bukan hanya negara-negara berkembang saja yang merasakan dampak perlambatan ekonomi, namun juga negara-negara maju yang notabene memiliki pondasi makroekonomi domestik yang relatif kuat.

Situasi Perekonomian Global 2016
Tulisan ini akan mengulas proyeksi perekonomian global 2016 termasuk perkembangan terakhir, yang disusun oleh beberapa lembaga internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (the United Nations), Bank Dunia (the World Bank), the International Monetary Fund (IMF), dan the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Dalam laporannya, the United Nations menyatakan bahwa tahun 2015 ditandai dengan merosotnya laju pertumbuhan perekonomian global, dari yang semula diprediksikan berkisar di angka 2.8% ternyata hanya mencapai 2.4%.

Thursday, July 21, 2016

Upaya Memelihara Kelestarian Tanah (Land Conservation)

Tanah merupakan salah satu unsur penting kehidupan. Ia menjadi faktor penopang hidup sekaligus tempat tumbuh dan berkembang berbagai spesies. Sayangnya, eksistensi tanah yang semakin menyusut menjadi persoalan besar bagi keberlangsungan hidup. Di wilayah perkotaan contohnya, sebagian besar tanah sudah beralih fungsi menjadi bangunan, kantor, dan jalan raya. Disamping itu, berkurangnya ruang terbuka hijau menimbulkan dampak negatif yang tidak bisa disepelekan.

Kelestarian Tanah (Land Conservation)
Sementara di daerah pedesaan, luas lahan yang sebelumnya dimanfaatkan untuk pertanian produktif juga mengalami nasib serupa. Lahan pertanian banyak yang telah berubah bentuk menjadi rumah, pabrik, gudang, dan sebagainya. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari sejauh mana dampak kerusakan tanah, serta upaya-upaya yang dilakukan untuk memelihara kelestarian tanah (land conservation).

Badan Pusat Statistik Indonesia menyatakan adanya penurunan produksi padi secara nasional pada 2014 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dari sebesar 71.28 juta ton menjadi 70.83 juta ton. Diperkirakan bahwa penurunan tersebut terjadi karena berkurangnya lahan pertanian, atau dengan kata lain terjadi alih fungsi lahan pertanian hingga mencapai 41,612 hektar lahan produktif (www.cnnindonesia.com, Pemerintah Tambah Luas Sawah 700 Ribu Hektare Tahun Ini, Selasa 07 April 2015).

Tuesday, July 19, 2016

Teori dan Konsep Dasar Negara Kesejahteraan (Welfare State)

Salah satu diskusi menarik terkait dengan pembangunan suatu negara adalah tentang relasi antara individu, masyarakat, perangkat negara, serta sektor swasta/korporasi. Artikel ini akan mengupas perspektif sosial-ekonomi dari relasi tersebut dalam kerangka konsep Welfare State.

Teori dan Konsep Dasar Negara Kesejahteraan (Welfare State)
Sebagai catatan, beberapa studi menggunakan istilah yang saling menggantikan antara Welfare State dan Welfare Capitalism. Untuk menghindari kerancuan, tulisan ini akan menggunakan istilah Welfare State atau Negara Kesejahteraan sebagai padan kata.

Menurut Kamus online Merriam-Webster Dictionary, kata ‘welfare’ diartikan sebagai ‘the state of being happy, healthy, or successful.’ Dalam terjemahan bebas, kata ‘welfare’ mengandung beberapa makna, yakni keadaan bahagia, sehat, atau sukses.

Saturday, July 16, 2016

Finlandia: dari Kekayaan Alam, Transparansi Administrasi Publik, hingga Clash of Clan

Finlandia (the Republic of Finland) merupakan salah satu negara yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan negara lain, misalnya negara dengan tingkat korupsi relatif rendah menurut indeks persepsi korupsi global, negara dengan perlindungan lingkungan terbaik menurut Environmental Performance Index, dan sebagainya. Tulisan ini akan mengulas situaasi sosial-ekonomi Finlandia dan faktor-faktor yang mendukung keunggulan negara ini.

Finlandia
Terletak di Benua Eropa, Finlandia merupakan salah satu negara berpendapatan tinggi (high-income country). Total area Finlandia seluas 338,435 km2, terdiri dari 90% daratan dan sisanya perairan dalam. Dari daratan yang ada, 77% merupakan kawasan hutan, sedangkan selebihnya adalah lahan pertanian dan pemukiman.

Sementara menurut data the World Bank, Finlandia memiliki populasi penduduk sekitar 5.4 juta jiwa pada 2014, dengan total Gross Domestic Product (GDP) lebih kurang US$ 272 milliar di tahun yang sama (data.worldbank.org).

Thursday, July 14, 2016

Mengenal Gerakan Anti Globalisasi (Anti-Globalization Movement)

Oleh beberapa kalangan, globalisasi (globalization) dipandang sebagai penyebab berbagai persoalan riil, seperti makin timpangnya jurang antara negara kaya dengan negara miskin, masifnya kerusakan lingkungan hidup, serta terancamnya harkat dan martabat kemanusiaan. Respon atas hal tersebut diwujudkan dalam gerakan anti-globlalisasi (anti-globalization movement) yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Gerakan Anti Globalisasi (Anti-Globalization Movement)
Protes-protes yang dilakukan oleh kelompok penentang globalisasi terjadi seiring dengan terjalinnya kerjasama antar negara, baik dalam wadah the World Trade Organization (WTO), the International Monetary Fund (IMF), the World Bank, maupun bentuk kerjasama regional dan internasional lainnya. Artikel ini akan membahas timbul dan berkembangnya gerakan anti-globalisasi.

Menurut sebuah studi, para aktivis anti globalisasi meyakini bahwa globalisasi tidak lebih daripada perluasan sistem kapitalisme. Hal ini merujuk pada konsep pasar bersama atau pasar tunggal, sistem persaingan bebas, serta deregulasi perdagangan, yang melekat pada globalisasi. Dengan kata lain, globalisasi hanyalah sinonim dari sistem kapitalisme internasional (international-capitalism system).

Tuesday, July 12, 2016

Memahami Konsep Globalisasi

Globalisasi (globalization) menjadi salah satu topik perdebatan yang tak kunjung usai hingga kini. Sementara sejauh ini belum ada kesepakatan tunggal mengenai definisi globalisasi itu sendiri. Tulisan ini akan mengulas konsep globalisasi, terutama dari tinjauan sosial-ekonomi.

Memahami Konsep Globalisasi
Banyak kajian sosiologi dan ekonomi yang menyatakan bahwa ide mengenai globalisasi sebenarnya sudah tercetus sejak beberapa abad silam. Akan tetapi dalam perkembangan dunia modern, konsep globalisasi mulai dikenal pada awal abad ke-20, tepatnya seusai perang dunia ke-2, saat terjadi pertemuan antar negara di Bretton Wood, Amerika Serikat pada 1944, yang kemudian melahirkan beberapa organisasi internasional seperti the World Bank, the International Monetary Fund (IMF), dan the General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) yang dikemudian hari bertransformasi menjadi the World Trade Organization (WTO). Sebagai catatan, lembaga-lembaga internasional itu dikenal sebagai sistem/regim Bretton Wood (the Bretton Wood system).

Tuesday, July 5, 2016

Sejarah Terbentuknya Blok Uni Eropa (the European Union)

23 Juni 2016 menjadi tonggak baru bagi negara Inggris setelah menentukan pilihan untuk keluar dari kerjasama Uni Eropa (the European Union). Pilihan untuk memisahkan diri (Brexit) membawa banyak konsekuensi, baik disisi domestik maupun dalam sudut pandang internasional. Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang sejarah perkembangan blok Uni Eropa beserta isu-isu terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Sejarah Blok Uni Eropa (the European Union)
Menurut data yang tercantum dalam situs resminya, Uni Eropa terdiri dari 28 negara anggota (sebelum Inggris menyatakan secara resmi keluar dari blok tersebut), dengan luas area mencapai 4.23 juta km 2 dan populasi penduduk sebanyak lebih dari 506 juta jiwa, atau sekitar 7% dari total populasi penduduk dunia.

Selain itu, total Gross Domestic Product (GDP) yang dihasilkan oleh blok kerjasama ini pada 2014 berkisar di angka € 13.92 trilliun atau setara dengan 25% total GDP global. Adapun total perdagangan (ekspor dan impor) blok tersebut menyumbang tak kurang dari 20% total perdagangan dunia (www.europa.eu).