October 2016

kopi

Thursday, October 27, 2016

Merkantilisme dalam Sejarah Perekonomian dan Perdagangan Dunia

Sejarah perekonomian dunia sudah berlangsung sejak berabad-abad silam. Bisa dikatakan bahwa ketika manusia mulai hadir di dunia dan menyadari berbagai kebutuhan untuk hidup, saat itulah dia mengenal konsep ekonomi; oleh karenanya tidak salah apabila disebutkan bahwa manusia adalah makhluk ekonomi.

Merkantilisme dalam Sejarah Perekonomian dan Perdagangan Dunia
Pada periode dimana negara-negara di dunia memandang penting untuk mencukupi kebutuhan dan memupuk kekayaan, mulai dikenal pula konsep-konsep ekonomi yang dipraktikkan dalam interaksi dengan pihak-pihak lain.

Salah satu konsep ekonomi tersebut adalah merkantilisme (mercantilism). Tulisan ini akan menyajikan pemahaman sederhana tentang konsep dan praktik merkantilisme.

Tuesday, October 18, 2016

Perekonomian Uni Emirat Arab, Kemegahan Dunia di Semenanjung Arab

Beberapa negara di dunia mengeluarkan anggaran pembangunan yang terbilang fantastis sebagai simbol kemajuan perekonomian. Pembangunan tersebut sekaligus untuk menunjukkan kredibilitas negara dikancah persaingan global. Salah satu negara yang melaksanakan pembangunan secara masif adalah Uni Emirat Arab. Artikel ini akan mengulas tentang kondisi domestik Uni Emirat Arab dari sisi sosio-politik dan ekonomi.

Uni Emirat Arab, Kemegahan Dunia di Semenanjung Arab
Uni Emirat Arab (the United Arab Emirates) berada di Benua Asia, tepatnya di Semenanjung Arab. Negara ini memiliki luas wilayah sekitar 83,600 km2, dengan jumlah populasi penduduk kurang-lebih sebesar 9.15 juta jiwa pada 2015 (data.worldbank.org).

Catatan Bank Dunia juga menunjukkan besarnya Gross Domestic Product (current US$) negara yang beribu kota di Abu Dhabi ini pada 2015 mencapai US$ 370.29 milliar.

Thursday, October 13, 2016

Kontribusi Wahana Wisata (Theme Park) pada Perekonomian

Dalam dunia yang semakin modern, sektor pariwisata kian menjadi andalan bagi banyak negara untuk menopang laju perekonomian. Makin tingginya kebutuhan manusia untuk berlibur dan menikmati hiburan membuat negara-negara menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas sumber pendapatan nasional. Salah satu pengembangan sektor pariwisata adalah pembangunan wahana wisata. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari sejauh mana kontribusi wahana wisata dalam perekonomian suatu negara.

Kontribusi Wahana Wisata (Theme Park) pada Perekonomian
Sebagai informasi awal, beberapa studi menggunakan istilah theme park dan/atau amusement park dalam ulasannya. Oleh karena itu, kita akan terlebih dahulu memahami pengertian dua istilah tersebut.

Menurut Merriam-Webster Online Dictionary, amusement park dimaknai sebagai ‘a commercially operated park having various devices for entertainment (as a merry-go-round and roller coaster) and usually booths for the sale of food and drink.’ Sementara theme park dideskripsikan sebagai ‘an amusement park in which the structures and settings are based on a central theme.

Tuesday, October 11, 2016

Consumer Confidence Index (CCI) dan Fungsinya dalam Perekonomian

Consumer Confidence Index (CCI) atau indeks keyakinan konsumen menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kinerja perekonomian, khususnya terkait dengan tingkat konsumsi masyarakat serta proyeksi perekonomian jangka pendek. CCI juga menjadi salah satu data penting bagi para pelaku perdagangan di pasar uang (forex market). Tulisan ini akan mengupas pengertian dasar Consumer Confidence Index dan fungsinya dalam perekonomian.

Mengenal Consumer Confidence Index (CCI)
Secara konseptual, Consumer Confidence Index (beberapa literatur menggunakan istilah Consumer Sentiment Index) merupakan alat ukur yang digunakan untuk meneliti perilaku konsumen rumahtangga (household sector) atas berbagai faktor ekonomi yang mempengaruhi pengambilan keputusan, terutama terkait spending (pengeluaran rumahtangga) dan saving (tabungan).

Consumer Confidence Index pada awalnya dikembangkan oleh George Katona pada 1951. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari pengukuran indeks ini adalah untuk mengetahui persepsi dan respon konsumen mengenai situasi bisnis dan prospek pekerjaan (Katona, George, Psychological Analysis of Economic Behavior, 1951).

Thursday, October 6, 2016

Arab Saudi, Ancaman Krisis Ekonomi Dibalik Melimpahnya Cadangan Minyak Bumi

Banyak negara di planet bumi yang dianugerahi kekayaan alam melimpah untuk menopang kesejahteraan masyarakatnya. Akan tetapi, tidak sedikit dari negara-negara tersebut yang justru mengalami ketergantungan pada sumberdaya yang dimilikinya. Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas tentang krisis ekonomi di Venezuela, maka tulisan ini akan mengulas tentang ancaman krisis yang melanda Arab Saudi, salah satu produsen minyak terbesar di dunia.

Arab Saudi, Ancaman Krisis Ekonomi Dibalik Melimpahnya Cadangan Minyak Bumi
Arab Saudi (The Kingdom of Saudi Arabia) terletak di benua Asia bagian barat, tepatnya di Semenanjung Arab (Arabian Penninsula) dengan luas wilayah sekitar 2.2 juta km2 dan populasi penduduk kurang-lebih sebanyak 31.54 juta jiwa pada 2015 (data.un.org).

Sistem pemerintahan yang dianut Arab Saudi berwujud kerajaan (monarchical autocracy), yang dipimpin oleh seorang raja sebagai pemimpin tertinggi. Disamping itu, Arab Saudi termasuk dalam kategori negara berpendapatan tinggi (high-income country) menurut laporan Bank Dunia, dan merupakan salah satu anggota kelompok G20 (the Group of Twenty).

Tuesday, October 4, 2016

Konsep Purchasing Power Parity serta Pemanfaatannya pada Perdagangan dan Pasar Uang

Bagi pelaku ekonomi, khususnya yang terlibat dalam perdagangan internasional (ekspor-impor) atau mereka yang menekuni dunia pasar uang (forex market), istilah Purchasing Power Parity (PPP) merupakan hal yang acapkali ditemui, baik dalam proyeksi, kalkulasi, maupun evaluasi transaksi. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari konsep dasar Purchasing Power Parity (PPP) dan pemanfaatannya dalam perekonomian dan perdagangan.

Purchasing Power Parity serta Pemanfaatannya pada Pasar Uang dan Perdagangan Internasional
Sejarah Teori Purchasing Power Parity.
Beberapa studi menyebutkan bahwa secara teoretis, konsep Purchasing Power Parity pertama kali diperkenalkan oleh the Salamanca School pada abad ke-16, di Spanyol; serta pada tulisan Gerrard de Malynes (1601) di Inggris.

Sementara negara-negara seperti Inggris, Perancis, dan Swedia diyakini telah menerapkan konsep yang mirip PPP dalam hubungannya dengan transaksi dan pencatatan logam mulia (bullion transaction and report).