November 2016

Wednesday, November 30, 2016

Korupsi dalam Perspektif Sejarah: kejahatan purba yang ber'evolusi

Seperti telah kita ketahui bahwa korupsi (corruption) merupakan hambatan bagi pembangunan, pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan dan kesejahteraan, serta efektivitas roda pemerintahan suatu negara. Setelah dalam tulisan sebelumnya kita membahas tentang kaitan korupsi dengan distribusi pendapatan dan pertumbuhan ekonomi, serta perlawanan global memberantas korupsi, maka pada artikel ini kita akan mempelajari sejarah atau awal mula timbulnya korupsi, berdasarkan studi-studi ilmiah dan sumber pustaka lainnya.

Korupsi dalam Perspektif Sejarah: Kejahatan Purba yang Berevolusi
Jika dilihat dari perspektif sejarah, korupsi merupakan konsep yang sudah muncul sejak lama. Salah satu temuan mengenai konsep korupsi bisa dijumpai dalam buku berjudul Arthashastra, diterbitkan kurang-lebih pada abad ke-4 Sebelum Masehi, yang merupakan karya seorang pejabat jaman kerajaan India Kuno bernama Kautilya.

Buku Arthashastra memuat beberapa topik bahasan, diantaranya mengenai konsep disiplin, tugas dan tanggung-jawab pemerintah, hukum dan tata tertib, kekuasaan, hingga strategi perang. Dalam salah satu bahasannya, buku tersebut menceritakan bagaimana menghancurkan musuh dari ‘dalam’ melalui pemberian suap berupa emas atau harta kekayaan lain (Kautilya, Arthashastra, translated by R. Shamasastry, 1915).

Tuesday, November 29, 2016

Kartel, Struktur Pasar Monopolistik, dan Inefisiensi Ekonomi

Dalam praktik ekonomi, terdapat berbagai mekanisme pasar yang bekerja, bisa berupa pasar persaingan sempurna (full competition) maupun praktik lain, yang berdampak pada efisiensi serta tingkat kesejahteraan masyarakat. Pada tulisan ini kita akan mempelajari tentang konsep kartel (cartel) dalam ekonomi, serta pengaruhnya terhadap efisiensi ekonomi.

Secara umum kartel (cartel) bisa diartikan sebagai struktur pasar yang didalamnya terdapat kekuatan yang membatasi persaingan, antara lain melalui kebijakan harga, alokasi produk (output), serta tindakan diskriminasi pada konsumen, sehingga mengurangi tingkat kesejahteraan (consumer welfare) yang digambarkan sebagai surplus konsumen.

Kartel ekonomi bisa diwujudkan melalui persetujuan antara beberapa perusahaan/institusi bisnis dalam bidang yang sejenis, atau antar institusi pengambil kebijakan ekonomi, dalam rangka mengontrol harga dan/atau mengatur alokasi sumberdaya serta produk di pasar.

Thursday, November 24, 2016

Memahami Makna Economic Bubbles (Gelembung Ekonomi)

Ada satu fenomena dalam kajian ekonomi yang disebut dengan gelembung ekonomi (economic bubbles atau bubble economy). Fenomena ini terjadi di banyak negara dan ternyata memiliki sejarah panjang. Pada artikel ini kita akan mempelajari pengertian umum bubble economy atau economic bubbles dan beberapa peristiwa dimana fenomena gelembung ekonomi terjadi.

Memahami Makna Economic Bubble (Gelembung Ekonomi)
Menurut konsep dasar’nya, economic bubbles atau bubble economy mengacu pada situasi dimana harga suatu produk atau aset dalam segmen pasar tertentu mengalami kenaikan nilai/harga diluar kebiasaan atau secara tidak wajar, serta terjadi dalam waktu yang relatif cepat.

Terdapat banyak contoh fenomena economic bubbles yang terjadi dan melibatkan sektor ekonomi yang berbeda-beda, diantaranya pada sektor perumahan atau yang lebih dikenal dengan istilah housing bubbles dan pada pasar saham atau stock bubbles.

Tuesday, November 22, 2016

Perkembangan Ekonomi Asia 2016 dan Prospek Perekonomian Asia 2017

Asia memainkan peran penting dalam kancah perekonomian global. Benua yang didiami oleh 48 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB (the United Nations) dan enam negara non-PBB ini selain memiliki jumlah populasi penduduk yang mencapai lebih dari 60% total populasi dunia, atau sekitar 4.4 milliar jiwa, juga menjadi pasar potensial bagi perdagangan internasional, baik antar negara dalam kawasan maupun dengan negara-negara di kawasan lain, seperti Eropa dan Amerika. Artikel ini akan membahas tentang kondisi perekonomian Asia pada 2016 dan prospek perekonomian Asia pada 2017 mendatang.

Perkembangan Ekonomi Asia 2016 dan Prospek Perekonomian Asia 2017
Dari sisi demografi, setidaknya terdapat empat negara di Asia yang memiliki populasi penduduk terbesar di dunia, yakni China, India, Indonesia, dan Jepang. Selain itu, dari sisi kekuatan ekonomi, China, Jepang, dan Singapura merupakan pusat kekuatan perekonomian dunia. Sementara India, Rusia, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, serta Indonesia dan negara-negara ASEAN, merupakan pasar potensial yang terus berkembang dan bersaing dikancah perekonomian global.

Adapun pertumbuhan ekonomi Asia diproyeksikan berada di angka 5.7% di 2016 dan 2017, turun dari tahun sebelumnya yang berada dikisaran 5.9% (Asian Development Bank, Asian Development Outlook 2016: Asia’s Potential Growth, 2016).

Thursday, November 17, 2016

Perkembangan Produksi Beras Dunia pada 2016

Seperti kita ketahui bahwa salah satu tujuan yang tercantum dalam agenda the Sustainable Development Goals (SDGs) adalah untuk mengeliminasi kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi, serta mempromosikan sektor agrikultur yang berkesinambungan.

Adapun salah satu target dari tujuan diatas adalah untuk memastikan akses bagi semua orang, terutama kaum miskin dan anak-anak, pada sumber makanan sehat dan bernutrisi, serta pada persediaan pangan yang memadai. Pada tulisan kali ini kita akan mempelajari salah satu produk utama pangan dunia, yakni beras (rice), dan mencermati perkembangan produksi beras secara global.

Menurut salah satu penelitian, terdapat empat tipe utama beras, yakni Japonica, Indica, Aromatic Rice, dan Glutinous Rice. Beberapa hal yang membedakan keempat tipe beras tersebut antara lain pada area dimana tanaman padi tumbuh serta karakteristik beras setelah dimasak menjadi nasi.

Tuesday, November 15, 2016

Mengunjungi Swedia, Negara Kesejahteraan dengan Daya Rekat Sosial yang Tinggi

Negara-negara yang terletak di Semenanjung Skandinavia atau dikenal dengan Nordic Countries, seperti Swedia, Denmark, Finlandia, dan Norwegia, memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak dipunyai oleh negara-negara di wilayah lain. Pada kesempatan kali ini kita akan mengunjungi Swedia dan melihat perkembangan kondisi sosial-ekonomi Swedia.

Mengunjungi Swedia, Negara Kesejahteraan dengan Daya Rekat Masyarakat yang Tinggi
Berbentuk kerajaan, Swedia (the Kingdom of Sweden) memiliki populasi penduduk kurang-lebih sebesar 9.7 juta jiwa pada 2015. Adapun luas wilayah negara ini berada dikisaran 438.57 ribu km2. Selain jumlah penduduk yang tidak terlampau besar, usia harapan hidup (life expectancy) warga Swedia juga tergolong tinggi. Tercatat, usia harapan hidup untuk perempuan berada di angka 84 tahun, sementara untuk penduduk laki-laki 81 tahun. Tingginya usia harapan hidup tersebut menempatkan Swedia kedalam salah satu dari sedikit negara yang memiliki usia harapan hidup tertinggi di dunia.