Jumat, 02 Maret 2018

Konsep Elastisitas Permintaan (Elasticity of Demand) dan Metode Nilai Tengah (Midpoint Method)

Pada materi sebelumnya, kita telah belajar tentang teori permintaan dan penawaran beserta pergeseran pada kedua kurva tersebut. Untuk bahasan kali ini, kita akan memahami lebih jauh, terkait seberapa besar perubahan permintaan yang diakibatkan oleh faktor-faktor tertentu; atau dalam ilmu ekonomi diistilahkan dengan elastisitas permintaan (elasticity of demand).

Konsep Elastisitas Permintaan (Elasticity of Demand) dan Elastisitas Penawaran (Elasticity of Supply)
Pada prinsipnya, elastisitas (elasticity) merupakan besarnya perubahan pada kuantitas barang yang diinginkan atau kuantitas barang yang ditawarkan di pasar, sebagai akibat dari faktor-faktor tertentu yang mempengaruhinya.

1. ELASTISITAS PERMINTAAN.

Seperti telah kita pelajari dalam hukum permintaan, bahwa ketika faktor lain dianggap konstan, maka kenaikan harga barang yang diinginkan cenderung akan menurunkan permintaan atas barang tersebut.



Pertanyaannya adalah: "Seberapa besar pengaruh kenaikan harga barang terhadap permintaan konsumen?"

Pertanyaan itulah yang akan dijawab melalui konsep elastisitas permintaan.

1.1. Elastisitas Harga (Price Elasticity of Demand).

Elastisitas Harga merupakan ukuran yang menunjukkan sejauh mana perubahan pada kuantitas barang yang diinginkan, ketika terjadi perubahan pada harga barang tersebut.

Untuk memudahkan pemahaman, kita bisa melihat dari Gambar 1. dibawah ini.
Elastisitas Harga (Price Elasticity of Demand) - www.ajarekonomi.com
Nilai elastisitas diperoleh dari persentase perubahan pada kuantitas barang yang diinginkan dibagi dengan persentase perubahan pada harga barang. Adapun persamaannya seperti berikut:
Persamaan Elastisitas Harga (Price Elasticity of Demand)
contoh sederhana:
  • misalkan terjadi kenaikan harga roti tawar sebesar 20% yang mengakibatkan penurunan permintaan hingga 10%; maka didapatkan elastisitas harga sebesar 0.5 (10% : 20%).

Sebagai catatan:
  • persentase perubahan pada barang yang diinginkan selalu berkorelasi negatif dengan persentase perubahan pada harga (ingat kembali hukum permintaan).
  • dalam hitungan matematika, ketika kenaikan diberi tanda positif (+), maka penurunan mesti diberi tanda negatif (-), sehingga elastisitas harga selalu memiliki tanda negatif (-). Namun secara umum tanda tersebut tidak digunakan; atau dengan kata lain angka elastisitas menggunakan nilai absolut (absolute value).

Selain itu, semakin besar nilai elastisitas harga menunjukkan semakin responsifnya perubahan pada kuantitas barang yang diinginkan akibat adanya perubahan harga. Dari pengertian ini didapatkan tiga tipe elastisitas harga:
  1. Price-elastic demand. Elastisitas harga disebut elastis ketika nilai elastisitas > 1.
  2. Price-inelastic demand. Elastisitas harga dikatakan tidak elastis apabila nilai elastisitas < 1.
  3. Unit-elastic demand. Elastisitas ini tercapai jika nilai elastisitas = 1.

1.2. Elastisitas Harga dalam Diagram.

Supaya lebih memahami konsep elastisitas harga, kita akan mempelajarinya melalui diagram-diagram dibawah ini.

1.2.1. Price-Elastic Demand.
Gambar 2. menunjukkan kondisi terpenuhinya price-elastic demand.
Price-elastic Demand - www.ajarekonomi.com
keterangan:
  • pada posisi awal, ekuilibrium tercapai saat harga sebesar 10 dan kuantitas 3 (A).
  • terjadinya kenaikan harga menjadi 15, mengakibatkan penurunan kuantitas yang diinginkan menjadi 1 (B).
  • besarnya elastisitas harga adalah 1.33, dengan penghitungan sebagai berikut: ((1 - 3)/3) x 100% / ((15 - 10)/10) x 100%.

1.2.2. Price-Inelastic Demand.
Gambar 3. memperlihatkan price-inelastic demand.
Price-Inelastic Demand - www.ajarekonomi.com
keterangan:
  • ekuilibrium awal berada di K (harga 10, kuantitas 2).
  • ketika terjadi perubahan harga menjadi 30, kuantitas barang yang diminta berkurang menjadi 1 (L).
  • nilai elastisitas harga adalah 0.25, dengan penghitungan: ((1 - 2)/2) x 100% / ((30 - 10)/10) x 100%.

1.2.3. Unit-Elastic Demand.
Berikutnya, Gambar 4. merupakan kondisi terpenuhinya unit-elastic demand.
Unit-elastic Demand - www.ajarekonomi.com
keterangan:
  • ekuilibrium awal berada di F (harga 20, kuantitas 1).
  • terjadinya penurunan harga menjadi 10 meningkatkan kuantitas permintaan menjadi 2 (G).
  • nilai elastisitas harga adalah 1, dengan penghitungan: ((2 - 1)/1) x 100%) / ((10 - 20)/10) x 100%.

1.3. Elastis Sempurna dan In-elastis Sempurna.

Terdapat kondisi ekstrim dimana terjadinya perubahan pada kuantitas barang yang diminta (hampir) tidak berpengaruh pada perubahan harga barang tersebut; atau disebut dengan elastis sempurna (perfectly elastic demand).

Demikian juga sebaliknya, ada kondisi dimana meski (hampir) tidak ada perubahan pada kuantitas barang yang diinginkan, namun bisa memicu perubahan pada harga barang; atau disebut dengan in-elastis sempurna (perfectly inelastic demand).

Gambar 5. berikut ini menjelaskan pengertian diatas.
Perfectly Elastic & In-elastic Demand - www.ajarekonomi.com
keterangan:
  • kondisi elastis sempurna (D1) terjadi jika nilai elastisitas = 0.
  • kondisi in-elastis sempurna (D2) terpenuhi jika nilai elastisitas = ∞ (tak terhingga).

2. METODE NILAI TENGAH (MIDPOINT METHOD).

Salah satu masalah dalam penghitungan elastisitas adalah munculnya ketidaksesuaian hasil pada angka elastisitas, apabila ekuilibrium dihitung secara berkebalikan. Supaya lebih mudah memahami, kita akan melihat contoh kasus pada Gambar 6.
Masalah dalam Penghitungan Elastisitas (Pemakaiana Midpoint Method) - www.ajarekonomi.com
keterangan:
Situasi I.
Pada situasi I, ekuilibrium awal berada di A (harga 10, kuantitas 3), kemudian kenaikan harga menggeser ekuilibrium ke B (harga 30, kuantitas 1). Maka besarnya elastisitas harga adalah sebagai berikut:
Elastisitas Harga tanpa Midpoint Method - Situasi I - www.ajarekonomi.com

Situasi II.
Berkebalikan dengan situasi I, pada situasi ini ekuilibrium awal adalah B (harga 30, kuantitas 1); lantas terjadi pergeseran ekuilibrium menjadi A (harga 10, kuantitas 3). Maka elastisitasnya dihitung sebagai berikut:
Elastisitas Harga tanpa Midpoint Method - Situasi II - www.ajarekonomi.com

Dari situasi I dan II bisa disimpulkan adanya perbedaan angka elastisitas yang diakibatkan oleh perbedaan bilangan penyebut (denominator) pada penghitungan persentase perubahan kuantitas maupun harga.

Untuk mengatasi hal tersebut digunakanlah metode nilai tengah (midpoint method), yakni dengan memakai nilai rata-rata kuantitas ((kuantitas awal + kuantitas akhir) / 2) dan nilai rata-rata harga ((harga awal + harga akhir) / 2) sebagai denominator, sehingga hasilnya akan nampak seperti berikut:

Penghitungan elastisitas pada Situasi I dengan midpoint method:
Penghitungan Elastisitas dengan midpoint method pada Situasi II - www.ajarekonomi.com

Sedangkan penghitungan elastisitas pada Situasi II dengan midpoint method adalah sebagai berikut:
Penghitungan Elastisitas dengan midpoint method pada Situasi I - www.ajarekonomi.com

Kesimpulan:
  • dengan menggunakan metode nilai tengah (midpoint method), maka baik Situasi I maupun Situasi II menghasilkan angka elastisitas yang sama.

3. ELASTISITAS PENDAPATAN DAN ELASTISITAS SILANG.

Selain elastisitas harga, dikenal pula konsep elastisitas pendapatan (income elasticity) dan elastisitas silang (cross-price elasticity).

Elastisitas pendapatan mengukur sejauh mana perubahan kuantitas barang yang diinginkan, sebagai respon atas perubahan pada pendapatan yang diperoleh konsumen. Adapun rumusannya adalah sebagai berikut:
Elastisitas Pendapatan - www.ajarekonomi.com

Sedangkan elastisitas silang mengukur sejauh mana perubahan kuantitas barang yang diinginkan, ketika terjadi perubahan pada harga barang lain. Persamaan elastisitas ini adalah:
Elastisitas Silang - www.ajarekonomi.com

Demikian pembahasan tentang elastisitas permintaan (elasticity of demand) dan metode nilai tengah (midpoint method) dalam menghitung nilai elastisitas. *



Referensi:
  1. Krugman, Paul, and Robin Wells. (2011). Economics, Second Edition, Worth Publishers.
  2. Mankiw, Gregory N. (2008). Principles of Microeconomics, Fifth Edition, South-Western Cengage Learning.
  3. Samuelson, Paul A., and William D. Nordhaus. (2002). Economics, Seventeenth Edition, McGraw-Hill.
Materi sebelumnya:
Pengertian Ekuilibrium Permintaan-Penawaran, Excess Demand-Excess Supply, dan Pergeseran Kurva
Konsep Permintaan (Demand) dan Penawaran (Supply) dalam Ilmu Ekonomi

Materi selanjutnya:
Konsep Elastisitas Penawaran (Elasticity of Supply)
Teori Perilaku Konsumen (Consumer Behavior) dan Kurva Batas Anggaran (Budget Constraint)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar