Selasa, 16 Oktober 2018

Perkembangan Perekonomian Amerika Serikat, negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia

Tak bisa dipungkiri, Amerika Serikat (United States of America) menjadi kiblat utama ekonomi dunia saat ini. Mengapa demikian? Karena perekonomian Amerika Serikat merupakan yang terbesar di dunia, ditinjau dari berbagai perspektif, mulai dari produktivitas, pengembangan riset dan teknologi, hingga inovasi.

Perekonomian Amerika Serikat: negara dengan perekonomian terbesar di dunia
Pada artikel ini kita akan melihat sejarah perkembangan perekonomian Amerika Serikat semenjak kemerdekaan hingga situasi terkini.

Jumat, 05 Oktober 2018

Kurva Permintaan-Penawaran serta Ekuilibrium di Pasar Faktor Sumberdaya Fisik (Land) dan Modal (Capital)

Kita telah membahas pasar permintaan dan penawaran tenaga kerja pada materi sebelumnya. Dalam ulasan kali ini, kita akan mempelajari dua pasar faktor produksi yang lain, yakni sumberdaya fisik (land) dan modal (capital).

Kurva Permintaan-Penawaran serta Ekuilibrium di Pasar Faktor Sumberdaya Fisik (Land) dan Modal (Capital)
1. PENGERTIAN FAKTOR PRODUKSI SUMBERDAYA FISIK DAN FAKTOR MODAL.

Pada hakikatnya, faktor produksi sumberdaya fisik merujuk pada lahan atau bidang dimana sebuah perusahaan melakukan produksi (catatan: terdapat literatur yang menggunakan istilah 'faktor sumberdaya alam' untuk menamai faktor ini).

Jumat, 28 September 2018

Ekuilibrium di Pasar Tenaga Kerja dan Pasar Input Monopsonistik

Pada materi terdahulu, kita telah belajar tentang permintaan dan penawaran di pasar tenaga kerja. Untuk pembahasan berikut ini, kita akan memahami terbentuknya ekuilibrium di pasar tenaga kerja, pergeseran keseimbangan akibat perubahan permintaan-penawaran tenaga kerja, serta ekuilibrium dan deadweight loss di pasar monopsoni.

Ekuilibrium di Pasar Tenaga Kerja
1. EKUILIBRIUM DI PASAR TENAGA KERJA.

Ada dua hal yang perlu dicatat terkait bagaimana ekuilibrium upah ditentukan di pasar tenaga kerja: yang pertama, upah menyesuaikan keseimbangan permintaan dan penawaran tenaga kerja; sementara yang kedua, upah berada di level yang sama dengan VMPL (Value of Marginal Product of Labor).

Selasa, 25 September 2018

Sejarah Perkembangan Forum Kerjasama G20 (the Group of Twenty)

Dalam tulisan ini kita akan membahas latar belakang dan tujuan pembentukan forum kerjasama internasional yang dikenal dengan istilah G20 (the Group of Twenty), serta perkembangannya hingga kini.

Sejarah Perkembangan Forum Kerjasama G20 (the Group of Twenty)
Sesuai dengan namanya, kelompok G20 merupakan sebuah forum kerjasama multinegara yang terdiri dari 20 anggota, berisi 19 negara maju dan berkembang, serta perwakilan Uni Eropa (the European Union).

Adapun anggota G20 antara lain: Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, China, India, Indonesia, Italia, Inggris, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Perancis, Rusia, Turki, serta Uni Eropa.

Jumat, 21 September 2018

Permintaan dan Penawaran di Pasar Tenaga Kerja (Labor Market)

Untuk topik kali ini hingga beberapa materi ke depan, kita akan belajar tentang pasar faktor produksi (market of production factor) atau pasar input.

Pasar Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja
Dalam ulasan ini, kita akan membahas pasar tenaga kerja (labor market) terlebih dahulu.

1. PENGERTIAN FAKTOR PRODUKSI.

Pada dasarnya, faktor produksi merupakan input yang digunakan dalam memproduksi barang dan/atau jasa.

Selasa, 18 September 2018

Melihat Perekonomian Argentina: bergerak dari krisis ke krisis

Argentina (Republica Argentina), salah satu negara di kawasan Amerika Selatan, mengalami beberapa kali krisis ekonomi yang berdampak luas pada sendi-sendi kehidupan masyarakat. Pada artikel ini kita akan melihat perkembangan perekonomian Argentina, khususnya terkait krisis ekonomi yang melanda negara tersebut.

Melihat Perekonomian Argentina: bergerak dari krisis ke krisis
Dengan luas wilayah sekitar 2.78 juta km2, Argentina merupakan negara terluas kedua di Amerika Selatan dibawah Brazil.

Jumat, 24 Agustus 2018

Struktur Pasar Oligopoli (Oligopoly), Konsep Game Theory, dan Nash Equilibrium

Salah satu struktur pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competition) adalah pasar oligopoli (oligopoly). Dalam ulasan ini kita akan mempelajari karakteristik pasar oligopoli, perilaku penjual melalui konsep game theory, pengertian prisoner’s dilemma, serta terciptanya nash equilibrium.

Struktur Pasar Oligopoli (Oligopoly), Game Theory, dan Nash Equilibrium
1. KARAKTERISTIK PASAR OLIGOPOLI.

Pada struktur pasar yang bersifat oligopoli terdapat sedikit penjual yang menawarkan suatu produk tertentu. Namun demikian, istilah “sedikit” disini tidak bisa didefinisikan dengan kuantitas tertentu.

Jumat, 17 Agustus 2018

Karakteristik dan Ekuilibrium di Pasar Persaingan Monopolistik (Monopolistic Competition)

Struktur pasar monopoli dan pasar persaingan sempurna bisa dikatakan sebagai dua kutub berseberangan. Namun demikian, diantara kedua kutub tersebut terdapat struktur pasar lain yang dinamakan pasar persaingan monopolistik (monopolistic competition) dan pasar oligopoli (oligopoly).

Karakteristik dan Ekuilibrium di Pasar Persaingan Monopolistik (Monopolistic Competition)
Pada tulisan ini kita akan mempelajari karakteristik dan ekuilibrium di pasar persaingan monopolistik.

1. KARAKTERISTIK PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK.

Jumat, 08 Juni 2018

Karakteristik, Maksimalisasi Laba, dan Ekuilibrium di Pasar Monopoli

Pada materi ini kita akan mempelajari hakikat pasar monopoli, kurva permintaan-penawaran di pasar monopoli, maksimalisasi laba dan terbentuknya ekuilibrium di pasar monopoli, serta inefisiensi dan sisi negatif pasar monopoli.

Struktur dan Ekuilibrium di Pasar Monopoli
1. PENGERTIAN PASAR MONOPOLI.

Pada hakikatnya, monopoli berarti hanya ada satu-satunya penjual di pasar yang menawarkan produk yang tidak/hampir tidak memiliki substitusi. Mengapa hanya ada satu produsen? Karena ada hambatan bagi produsen lain untuk memasuki pasar.

Selasa, 29 Mei 2018

Melihat Kontribusi Industri Asuransi pada Pertumbuhan Ekonomi

Industri asuransi dinilai memiliki kontribusi penting terhadap laju pertumbuhan ekonomi suatu negara. Namun demikian, peran industri tersebut kurang mendapatkan perhatian jika dibandingkan dengan industri-industri lain di sektor finansial, seperti perbankan dan perkreditan (simpan-pinjam).

Melihat Kontribusi Industri Asuransi pada Pertumbuhan Ekonomi
Dalam artikel ini kita akan melihat seberapa jauh peran industri asuransi pada pertumbuhan ekonomi, berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dlakukan.

Menurut definisinya, asuransi (insurance) adalah ‘an economic institution that allows the transfer of financial risk from an individual to a pooled group of risks by means of a two-party contract’ (www.worldfinance.com. Basic concepts of insurance, dikutip pada Selasa, 29 Mei 2018).

Jumat, 18 Mei 2018

Kurva Penawaran dan Ekuilibrium Jangka Panjang di Pasar Persaingan Sempurna

Pada materi sebelumnya kita telah mempelajari karakteristik dan ekuilibrium jangka pendek di pasar persaingan sempurna. Kali ini kita akan mengulas kurva penawaran dan ekuilibrium jangka panjang pada pasar persaingan sempurna.

1. KURVA PENAWARAN DAN EKUILIBRIUM JANGKA PANJANG.

Perlu diingat kembali bahwa pada jangka pendek, kurva penawaran dari produsen adalah sama dengan kurva MC saat dalam posisi naik (diatas kurva AVC).

Selasa, 08 Mei 2018

Perkembangan Revolusi Industri 4.0 (Industrial Revolution 4.0) dan Tantangan ke Depan

Kemajuan teknologi telah mengubah wajah perekonomian, khususnya di sektor industri dan perdagangan. Salah satu fase penting dalam perkembangan teknologi adalah munculnya revolusi industri gelombang ke-4, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Industrial Revolution 4.0. Artikel ini akan mengulas pengertian revolusi industri 4.0, perkembangan, serta tantangan yang dihadapi di era industri 4.0.

Studi menyebutkan istilah revolusi industri 4.0 pertama kali muncul pada 2012, ketika pemerintah Jerman memperkenalkan strategi pemanfaatan teknologi yang disebut dengan Industrie 4.0.

Jumat, 04 Mei 2018

Karakteristik dan Analisa Pasar Persaingan Sempurna (Perfectly-Competitive Market)

Pada beberapa materi sebelumnya kita telah belajar tentang konsep permintaan dan penawaran, serta perilaku konsumen dan produsen.

Karakteristik dan Analisa Pasar Persaingan Sempurna (Perfectly-Competitive Market)
Dalam materi tersebut kita juga sedikit menyinggung perihal pasar persaingan sempurna (perfectly-competitive market).

Kali ini kita akan membahas lebih detil terkait karakteristik pasar persaingan sempurna dan analisa pasar persaingan sempurna dalam jangka pendek (short-run analysis), termasuk terbentuknya kurva permintaan dan penawaran, serta ekuilibrium permintaan-penawaran.

Jumat, 27 April 2018

Konsep Penerimaan (Revenue), Laba (Profit), dan Maksimalisasi Laba (Profit Maximization)

Setelah sebelumnya belajar tentang konsep biaya (cost), kali ini kita akan mempelajari konsep penerimaan (revenue), laba (profit), dan maksimalisasi laba (profit maximization).

1. TOTAL REVENUE, AVERAGE REVENUE, DAN MARGINAL REVENUE.

Pada prinsipnya, penerimaan (revenue) merupakan jumlah unit moneter (uang) yang diperoleh dari penjualan output produksi.

Selasa, 24 April 2018

Melihat Sejarah Lahirnya Revolusi Industri (Industrial Revolution) di Eropa

Perubahan jaman selalu ditandai dengan peristiwa penting yang terjadi sebagai tonggak kelahiran era baru; demikian halnya pada perubahan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Eropa pada pertengahan abad ke-17, melalui revolusi industri (industrial revolution) yang terjadi ketika itu.

Melihat Sejarah Lahirnya Revolusi Industri (Industrial Revolution) di Eropa
Artikel ini akan mengulas sejarah lahirnya revolusi industri di Eropa, faktor yang menyebabkan lahirnya revolusi industri, serta perubahan apa saja yang dibawa oleh revolusi tersebut.

Jumat, 20 April 2018

Konsep Biaya (Cost) dalam Ilmu Ekonomi

Dari perspektif ekonomi, tujuan utama didirikannya sebuah usaha adalah untuk memperoleh keuntungan atau laba. Namun demikian produsen mesti terlebih dahulu mengeluarkan pengorbanan berupa biaya untuk melakukan kegiatan produksi.

Konsep Biaya (Cost) dalam Produksi - www.ajarekonomi.com
Pada materi yang tersaji berikut ini, kita akan belajar tentang konsep biaya yang terdiri dari explicit cost, implicit cost, opportunity cost, fixed cost, variable cost, total cost, marginal cost, dan average cost.

Jumat, 13 April 2018

Perilaku Produsen, Fungsi Produksi, Marginal Product, dan the Law of Diminishing Return

Setelah pada materi sebelumnya kita belajar tentang perilaku konsumen, maka pokok bahasan yang kita pelajari saat ini adalah perilaku produsen. Untuk menjelaskan perilaku produsen, kita akan melihat dari beberapa sudut-pandang, yakni fungsi produksi, marginal product, dan the law of diminishing return. Selain itu kita juga akan memahami konsep perubahan pada fungsi produksi serta pengaruh penerapan teknologi.

Perilaku Produsen, Fungsi Produksi, Marginal Product, dan the Law of Diminishing Return
1. PERILAKU PRODUSEN.

Berbicara tentang produsen akan selalu terkait dengan penawaran barang/jasa di pasar; karena berhubungan dengan penawaran, maka titik-tolak'nya adalah hukum penawaran yang menyatakan semakin tinggi harga suatu produk, semakin besar pula kesempatan produsen menawarkan lebih banyak produk di pasar.

Jumat, 06 April 2018

Memahami Teori Utilitas, Marginal Utility, Indifference Curve, dan Marginal Rate of Substitution

Untuk materi kali ini kita akan belajar tentang teori utilitas (utility theory), pengertian marginal utility, pendekatan marginal utility dan indifference curve dalam memahami perilaku konsumen, serta pengertian marginal rate of substitution.

Memahami Teori Utilitas, Marginal Utility, Indifference Curve, dan Marginal Rate of Substitution
1. TEORI UTILITAS.

Pada bagian ini kita akan memahami konsep dasar utilitas, pengertian marginal utility, serta the law of diminishing marginal utility.

1.1. Konsep Dasar Utilitas.

Secara leksikal, kata utilitas (utility) dimaknai sebagai ‘the quality or state of being useful‘ (www.merriam-webster.com). Dalam hal ini, utilitas menunjukkan derajat kemanfaatan suatu objek.

Selasa, 27 Maret 2018

Konsep Utilitarianisme, Liberalisme, Libertarianisme, dan Sosialisme dalam Penentuan Kebijakan Ekonomi

Penentuan kebijakan ekonomi merupakan masalah klasik yang selalu menjadi perdebatan. Pertanyaan tentang kebijakan apa yang harus diterapkan pemerintah terkait pemerataan kesejahteraan sosial, sering menimbulkan pro-kontra. Dalam tulisan kali ini, kita akan mempelajari konsep-konsep dasar yang menjadi acuan dalam penentuan kebijakan, yakni utilitarianisme (utilitarianism), liberalisme (liberalism), libertarianisme (libertarianism), dan sosialisme (sosialism).

Konsep Utilitarianisme, Liberalisme, Libertarianisme, dan Sosialisme dalam Penentuan Kebijakan Ekonomi
Sebelumnya perlu dicatat bahwa konsep-konsep tersebut bersifat multidisiplin, baik dari perspektif politik, etika, hukum, ekonomi, serta sosiologi. Namun demikian, artikel ini hanya akan mengulas dari sudut pandang ilmu ekonomi.