Pada
pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari bagaimana penerapan tarif pajak
berpengaruh pada pasar permintaan dan penawaran.
Sekarang
kita akan membahas pengaruh perdagangan internasional dan penerapan tarif impor
pada pasar permintaan dan penawaran.
Untuk memulainya, kita akan melihat terlebih dulu kondisi di pasar persaingan
sempurna, tanpa intervensi pihak manapun, seperti terlihat di Gambar 1.
keterangan:
· Gambar 1. menjelaskan kondisi
ekuilibrium di pasar persaingan sempurna, yakni di titik E, dengan ekuilibrium
harga di P1, dan ekuilibrium kuantitas di Q1.
· area segitiga berwarna kuning
merupakan surplus konsumen.
· area segitiga berwarna hijau adalah
surplus produsen.
Sekarang, dengan
adanya perdagangan internasional, kita menambahkan satu variabel baru, yakni
harga internasional.
Harga
internasional merupakan harga yang disepakati secara global untuk suatu produk
tertentu.
Dengan begitu, ada perbandingan antara harga domestik suatu produk dengan harga internasionalnya,
sehingga membantu membuat keputusan apakah akan membeli produk dari negara lain
(impor), atau justru melakukan ekspor.
1. DARI SUDUT PANDANG NEGARA PENGEKSPOR
(EKSPORTIR).
Kita
misalkan harga domestik lebih rendah daripada harga internasional, sehingga membuka
kesempatan untuk melakukan ekspor.
Dalam hal
ini, harga domestik akan menyesuaikan dengan harga internasional.
Untuk lebih
jelasnya, kita bisa melihat di Gambar 2.
keterangan:
· sebelum ada perdagangan internasional
(ekspor), ekuilibrium berada di titik E, dengan ekuilibrium harga di P1 dan
ekuilibrium kuantitas di Q1.
· dibukanya keran ekspor mengakibatkan
penyesuaian harga produk domestik menjadi setara dengan harga internasional, yakni
dari P1 ke Pex.
· hal ini memicu peningkatan kuantitas
produk yang dijual, dari Q1 ke Qs.
· namun demikian, kenaikan harga menurunkan permintaan produk menjadi Qd.
· akibatnya, surplus konsumen berkurang,
terlihat dari semakin kecilnya area segitiga berwarna kuning.
· sementara surplus produsen meningkat,
dari sebelumnya hanya area berwarna hijau, sekarang bertambah dengan area
berwarna biru arsir (Pex-K-E-P1) dan area berwarna biru (EKL).
· artinya, meskipun surplus konsumen
berkurang, namun adanya ekspor meningkatkan total surplus, dengan tambahan area
segitiga berwarna biru (EKL).
Dari contoh
diatas bisa disimpulkan adanya manfaat ekspor untuk meningkatkan produktivitas
ekonomi suatu negara.
2. DARI PERSPEKTIF NEGARA PENGIMPOR
(IMPORTIR).
Sekarang,
mari kita lihat adanya perdagangan internasional dari perspektif negara
pengimpor produk, seperti terlihat di Gambar 3.
keterangan:
· saat keran impor dibuka, harga
domestik menyesuaikan harga internasional, artinya terjadi penurunan harga,
dari P1 ke Pim.
· karena harga internasional lebih
rendah daripada harga domestik, maka permintaan produk meningkat dari Q1 ke Qd,
sementara penawaran justru turun ke Qs.
· terjadi peningkatan surplus konsumen,
dari semula hanya area berwarna kuning, sekarang bertambah dengan area berwarna
coklat (EVW), dan area berwarna coklat arsir (P1-E-V-Pim).
· sebaliknya, terjadi penurunan surplus
produsen, terlihat dari area berwarna hijau yang semakin mengecil.
· namun demikian, total surplus
meningkat seiring adanya impor, dengan tambahan area segitiga EVW.
Kesimpulannya
adalah, dibukanya keran impor mampu meningkatkan konsumsi domestik atas produk
impor.
3. PENERAPAN TARIF IMPOR.
Contoh kasus
diatas terjadi saat tidak ada hambatan perdagangan internasional, baik di sisi ekspor
maupun impor.
Nah,
bagaimana jika ada penerapan tarif terhadap produk impor?
Kita bisa
melihatnya pada Gambar 4.
keterangan:
· adanya tarif impor berakibat pada penurunan
kuantitas produk yang diminta, dari Qd ke Qd’.
· sementara produk yang ditawarkan ikut
bergeser, dari Qs ke Qs’.
· surplus produsen meningkat, terlihat
dari bertambahnya area berwarna hijau (bandingkan dengan Gambar 3.).
· surplus konsumen menurun, terlihat
dari berkurangnya area berwarna coklat dan coklat arsir (bandingkan dengan Gambar 3.).
· area berwarna biru merupakan
pendapatan yang diterima pemerintah atas tarif impor (government revenue).
· dua segitiga berwarna hitam merupakan
deadweight loss, atau inefisiensi yang muncul akibat tarif impor.
Dari kasus-kasus
diatas bisa diambil kesimpulan bahwa perdagangan internasional membawa pengaruh
besar pada ekonomi domestik suatu negara.
Disamping
itu, penerapan tarif impor berkontribusi positif pada pendapatan pemerintah,
meskipun disertai dengan berkurangnya surplus konsumen dan munculnya deadweight
loss.
Adapun
manfaat lain perdagangan internasional diantaranya:
1. variasi produk yang berasal dari
negara lain menambah pilihan bagi konsumen domestik.
2. meningkatkan kompetisi dan daya saing
produk domestik, di pasar dalam negeri maupun internasional.
3. memicu peningkatan produktivitas, khususnya
di sektor manufaktur.
4. memberikan ide-ide segar dalam
penciptaan produk baru maupun peningkatan kualitas produk yang sudah ada.
Demikian
pembahasan terkait pengaruh perdagangan internasional dan penerapan tarif impor
pada pasar permintaan dan penawaran. *
Referensi:
Mankiw, N. Gregory. (2021). Principles
of Microeconomics, 9th Edition, Cengage Learning.
Materi sebelumnya:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar