Kontribusi Wahana Wisata (Theme Park) pada Perekonomian

Thursday, October 13, 2016

Kontribusi Wahana Wisata (Theme Park) pada Perekonomian

Dalam dunia yang semakin modern, sektor pariwisata kian menjadi andalan bagi banyak negara untuk menopang laju perekonomian. Makin tingginya kebutuhan manusia untuk berlibur dan menikmati hiburan membuat negara-negara menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas sumber pendapatan nasional. Salah satu pengembangan sektor pariwisata adalah pembangunan wahana wisata. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari sejauh mana kontribusi wahana wisata dalam perekonomian suatu negara.

Kontribusi Wahana Wisata (Theme Park) pada Perekonomian
Sebagai informasi awal, beberapa studi menggunakan istilah theme park dan/atau amusement park dalam ulasannya. Oleh karena itu, kita akan terlebih dahulu memahami pengertian dua istilah tersebut.

Menurut Merriam-Webster Online Dictionary, amusement park dimaknai sebagai ‘a commercially operated park having various devices for entertainment (as a merry-go-round and roller coaster) and usually booths for the sale of food and drink.’ Sementara theme park dideskripsikan sebagai ‘an amusement park in which the structures and settings are based on a central theme.

Dari pengertian diatas bisa disimpulkan bahwa theme park memiliki pengertian lebih detil daripada amusement park. Disatu sisi, amusement park menjadi sarana hiburan yang juga pusat penjualan makanan dan minuman, sementara theme park merupakan tempat yang didedikasikan sebagai tempat wisata dengan tema-tema tertentu.

Dalam salah satu penelitiannya, Raluca dan Gina mengungkapkan definisi dan kriteria theme park. Menurut studi tersebut, theme park bisa dilihat dari dimensi terbatas maupun dimensi yang luas. Dalam dimensi yang luas, theme park digambarkan sebagai situs atau tempat dalam suatu area tertentu yang memiliki faktor-faktor yang mampu mendorong orang-orang untuk berkunjung demi mendapatkan kesenangan.

Beberapa jenis theme park dalam dimensi ini antara lain:
  • Area yang merupakan lingkungan alami, seperti pantai, pegunungan, hutan, dan telaga.
  • Bangunan yang diciptakan manusia sebagai situs sejarah, seperti kuil, candi, dan sebagainya.
  • Bangunan yang dibuat manusia dalam rangka mempelajari sejarah dan untuk keperluan pendidikan, penelitian, serta pengetahuan, seperti museum dan perpustakaan.
  • Bangunan yang dirancang manusia sebagai sarana hiburan, seperti pasar malam, taman wisata, taman bermain, taman hiburan, dan sejenisnya.

Sedangkan dalam pengertian terbatas, makna theme park lebih mengacu pada kategori terakhir diatas, yakni untuk keperluan hiburan (Raluca, Dridea C., and Strutzen Gina, Theme Park – The Main Concept of Tourism Industry Development, 2008).

Salah satu contoh theme park terbesar di dunia adalah Walt Disney World, yang mempunyai unsur-unsur tematis seperti Disney Land dan Disney Sea. Sementara contoh lain dari theme park adalah Universal Studio, yang juga memiliki tema-tema tertentu.

Mengingat beragamnya definisi theme park, serta untuk memudahkan dalam pemahaman, maka tulisan ini akan menggunakan istilah wahana wisata sebagai padan kata theme park.

Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan Smith menunjukkan bahwa di berbagai wilayah dunia, sektor pariwisata dan perjalanan (travel and tourism sector) menjadi industri terbesar di dunia dalam hal besarnya tenaga kerja yang diberdayakan, serta hampir selalu berada diperingkat tiga besar industri di negara-negara yang menjadi objek penelitian.

Pernyataan tersebut didukung data yang mengungkapkan bahwa:
  • Sektor pariwisata dan perjalanan mempekerjakan lebih dari 101 juta orang di seluruh penjuru dunia, atau setara dengan satu pekerja dari setiap total 16 pekerja yang ada.
  • Selain dari sisi tenaga kerja, sektor pariwisata dan perjalanan menghasilkan investasi yang lebih besr daripada industri-industri berat seperti otomotif, tekstil, dan elektronik dihampir setiap negara di dunia.
  • Pengunjung/wisatawan dari negara-negara maju menghabiskan dana setara dengan anggaran kesehatan untuk keperluan pariwisata dan perjalanan.
  • Sektor bisnis menghabiskan dana untuk pariwisata yang besarnya setara dengan anggaran untuk iklan.
(Smith, Alan D., Tourism – The Underestimated World’s Industry, 1998).

Adapun sisi positif dari kehadiran theme park adalah kemampuan dalam mengundang wisatawan untuk berkunjung, sehingga menjadikannya sebagai sumber pendapatan. Bukan itu saja, terdapat industri sampingan yang bisa berkembang dari kehadiran wahana wisata, termasuk industri perhotelan, warung makan dan restoran, toko souvenir dan cinderamata, dan lain-lain. Berikut ini beberapa contoh kontribusi wahana wisata pada perekonomian.

Sektor pariwisata di Eropa merupakan salah satu ujung tombak penerimaan negara-negara Uni Eropa, dengan wahana wisata sebagai pendorong utama di sektor ini. Pada 2013 saja, pendapatan dari sektor pariwisata menghasilkan lebih dari US$ 1,150 milliar, atau 14% dari total Gross Domestic Product (GDP) negara-negara anggota Uni Eropa (the World Travel and Tourism Council).

Sektor ini mempekerjakan tak kurang dari 22.2 juta orang, setara dengan 14.6% total tenaga kerja di negara-negara anggota Uni Eropa, dengan nilai investasi total sebesar US$ 245 milliar, yang membuat Eropa menjadi pasar pariwisata terbesar di dunia.

Disebutkan juga bahwa Perancis menjadi negara paling populer untuk tujuan wisata di Eropa, dengan pengunjung mencapai angka 66.8 juta orang pada 1997 dan terus bertambah dari tahun ke tahun.

Sementara wahana wisata terbesar di dunia terdapat di Amerika Serikat. Total penghasilan dari seluruh wahana wisata di negara tersebut mencapai lebih dari US$ 4 milliar, berdasarkan kunjungan wisatawan dalam satu tahun kalender yang mencapi 130 juta pengunjung.

Selain hal positif diatas, terdapat masalah-masalah yang timbul akibat adanya wahana wisata, antara lain berupa ketersediaan tempat parkir, polusi dan kemacetan, serta kepadatan populasi di kawasan sekitar area wisata.

Untuk menjawab masalah tersebut, beberapa faktor yang harus diperhatikan adalah:
  • Kemudahan sarana transportasi menuju wahana wisata.
  • Sarana pendukung seperti hotel atau tempat penginapan, serta rumah makan.
  • Infrastruktur jalan yang layak.
  • Pembangunan sarana didalam area wisata, seperti sarana hiburan yang bervariasi, sarana kebersihan, sarana kesehatan, serta keamanan dan kenyamanan.

Perlu dicatat bahwa theme park atau wahana wisata merupakan investasi berbiaya tinggi, mulai dari pemilihan lokasi lahan dan luas wilayah yang dibutuhkan, keragaman hiburan atau permainan yang disajikan, serta faktor keamanan dan keselamatan pengunjung yang harus diprioritaskan.

Meski demikian, mengingat strategisnya theme park atau wahana wisata sebagai salah satu sumber keuangan dan penggerak roda perekonomian, maka sudah selayaknya setiap unsur pengembangan theme park, baik sebagai media hiburan, pendidikan, maupun wisata, mendapatkan perhatian serius dalam rangka pengembangan perekonomian nasional. **
ARTIKEL TERKAIT :
Creative-based Economy, Kekuatan Ide yang Bernilai Tinggi
Konsep dan Masalah Pembangunan Infrastruktur
Dampak Event Olahraga pada Perekonomian
Pendekatan Budaya Modern dalam Menguasai Dunia: fenomena Korean Wave

No comments:

Post a Comment