Saturday, October 31, 2015

Devaluasi Yuan: mengapa menjadi sorotan?

Hampir semua suratkabar ekonomi terkemuka dunia, tak terkecuali The Wall Street Journal, selama beberapa hari sejak tanggal 11 Agustus 2015 mengangkat berita utama mengenai China yang mendevaluasi yuan. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini kita akan belajar memahami apa yang dimaksud dengan devaluasi dan bagaimana hal tersebut menjadi sorotan penting dalam perkembangan perekonomian global.

Mengutip dari situs Oxford Reference, definisi devaluasi adalah sebagai berikut:
"Devaluation is the reduction of the official rate at which a currency is exchanged for others." (www.oxfordreference.com).

Devaluasi Yuan: mengapa menjadi sorotan?
Apabila diterjemahkan secara bebas, kurang lebih dinyatakan bahwa devaluasi adalah penurunan nilai mata uang resmi suatu negara terhadap mata uang negara lain.

Thursday, October 29, 2015

Mengenal Arti Suku Bunga Bank Sentral

Beberapa waktu terakhir, perekonomian dunia sedang mengalami gejolak. Gejolak perekonomian tersebut muncul karena terkait dengan kemungkinan bank sentral Amerika Serikat (The US Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunga acuan, atau istilah populernya Fed rate. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kita akan mempelajari tentang suku bunga bank sentral dan pengaruhnya terhadap perekonomian.

Suku Bunga Bank Sentral: darimana dia berasal?
Sesuai literatur ilmu ekonomi, secara garis besar terdapat dua kebijakan ekonomi ditinjau dari perspektif pengambil kebijakan. Yang pertama adalah kebijakan fiskal, dimana pengambil kebijakan tersebut adalah lembaga pemerintah/eksekutif melalui institusi didalamnya, terutama kementerian keuangan; sedangkan yang kedua adalah kebijakan moneter, yang berada dibawah kendali institusi bank sentral (Samuelson, and Nordhaus. Economics, International Edition, 2002).

Monday, October 26, 2015

Dampak Setelah Quantitative Easing Dihentikan

Setelah pada artikel sebelumnya dibahas tentang pengertian dan pelaksanaan quantitative easing di Amerika Serikat, pada pemaparan kali ini akan diulas mengenai proses dihentikannya kebijakan QE setelah perekonomian negara tersebut menunjukkan perubahan kearah positif.

Apa Yang Terjadi Setelah Quantitative Easing Dihentikan?
Indikator-indikator ekonomi yang menunjukkan hasil konstruktif, seperti inflasi yang stabil, kenaikan secara siginifikan perdagangan di pasar saham, penjualan perumahan yang semakin membaik, serta indikator positif lain, mendorong the Fed untuk menghentikan kebijakan quantitative easing.

Friday, October 23, 2015

Memahami Makna Quantitative Easing

Beberapa bulan terakhir (sejak awal Agustus – awal Oktober 2015), nilai kurs mata uang rupiah terus merosot bila dibandingkan dengan US dollar. Kita bisa melihat data dari media ekonomi mengenai pergerakan mata uang rupiah terhadap US dollar, diantaranya sebagai berikut:
  • Pada tanggal 10 Agustus 2015, nilai tukar rupiah terhadap US dollar adalah sebesar Rp 13,551/US$, sementara kurs tengah Bank Indonesia pada hari yang sama tercatat sebesar Rp 13,536/US$.
  • Pada tanggal 01 Oktober 2015, nilai tukar rupiah terhadap US dollar senilai Rp 14,691/US$, sedangkan kurs tengah BI sebesar Rp 14,654/US$.
(data dirangkum dari nilai kurs rata-rata harian dari Bloomberg Business dan kurs tengah Bank Indonesia).

Apa Sih Quantitative Easing Itu?
Terdapat berbagai pandangan mengenai penyebab turunnya nilai mata uang rupiah terhadap US dollar. Salah satu pendapat menyatakan bahwa US dollar menguat terhadap hampir seluruh mata uang negara lain karena efek dari dihentikannya quantitative easing.