Jumat, 28 Desember 2018

Pergeseran Ekuilibrium Kurva Keynesian Cross akibat Perubahan Kebijakan Fiskal

Pada materi sebelumnya, kita telah mempelajari konsep Keynesian Cross beserta bentuk persamaan dan kurva’nya.

Pergeseran Ekuilibrium pada Kurva Keynesian Cross akibat Perubahan Kebijakan Fiskal
Sekarang kita akan melihat pergeseran ekuilibrium pada kurva Keynesian Cross sebagai dampak dari perubahan kebijakan fiskal, dalam hal ini belanja pemerintah (government spending) dan kebijakan pajak (taxes).

Namun demikian, kita harus mengingat lagi konsep Keynesian Multiplier yang pernah kita pelajari, sehingga mempermudah pemahaman.



1. EKUILIBRIUM AWAL KURVA KEYNESIAN CROSS.

Gambar 1. dibawah ini menunjukkan ekuilibrium awal kurva Keynesian Cross.
Kurva Keynesian Cross - Ekuilibrium Awal - www.ajarekonomi.com
keterangan:
  • X merupakan titik ekuilibrium awal (Y1, PE1).

2. PERUBAHAN KEBIJAKAN BELANJA PEMERINTAH.

Perubahan pada kebijakan belanja pemerintah berpengaruh pada perekonomian agregat; dimana semakin besar belanja pemerintah, semakin tinggi besaran PE (Planned Expenditure).

Jadi jika belanja pemerintah meningkat sebesar ∆G, maka kurva PE juga akan bergeser ke atas sebesar ∆G.

Penjelasannya terlihat pada Gambar 2. berikut.
Pergeseran Ekuilibrium pada Kurva Keynesian Cross - Gov Spending - www.ajarekonomi.com
keterangan:
  • peningkatan belanja pemerintah sebesar ∆G akan menggeser kurva PE ke atas menjadi PE'.
  • ekuilibrium bergeser dari X ke X'.
  • peningkatan ini memicu kenaikan level of income sebesar ∆Y.
  • perhatikan bahwa ∆Y > ∆G, ini menunjukkan bekerjanya efek multiplier (Keynesian Multiplier).

“Mengapa terjadi efek multiplier?”

Kita bisa menjelaskan hal tersebut melalui fungsi konsumsi,
dimana C = C(Y – T).

Logika sederhananya:
  • semakin tinggi level of income (Y), semakin besar konsumsi (C).
  • kenaikan belanja pemerintah berdampak pada peningkatan level of income, hal ini akan memicu peningkatan konsumsi.
  • peningkatan konsumsi tersebut akan mendorong peningkatan level of income, kemudian memicu peningkatan konsumsi, dan seterusnya.

3. PERUBAHAN KEBIJAKAN PAJAK.

Sekarang kita akan melihat dampak kebijakan pajak terhadap pergeseran ekuilibrium pada kurva Keynesian Cross.

Kita asumsikan terjadi peningkatan besaran pajak sebesar ∆T.

Pergeseran ekuilibrium terlihat pada Gambar 3.
Pergeseran Ekuilibrium pd Kurva Keynesian Cross - Kebijakan Pajak - www.ajarekonomi.com
keterangan:
  • peningkatan pajak sebesar ∆T akan menggeser kurva PE menjadi PE'', yakni sebesar MPC x ∆T (Ingat! peningkatan pajak akan mengurangi kemampuan konsumsi).
  • terjadi pergeseran ekuilibrium dari X ke X''.
  • perhatikan! penurunan pada ekuilibrium income (Y1 ke Y3) lebih besar daripada pergeseran kurva PE (dari PE ke PE''); artinya, perubahan kebijakan pajak memicu multiplier effect pada perekonomian.

Demikian pemaparan tentang pergeseran ekuilibrium pada kurva Keynesian Cross sebagai akibat dari perubahan kebijakan fiskal. *



Referensi:
  1. Blanchard, Olivier, and David R. Johnson. (2013). Macroeconomics, 6th Edition. Pearson Education, Inc.
  2. Dornbusch, Rudiger, Stanley Fischer, and Richard Startz. (2011). Macroeconomics, 11th Edition, McGraw-Hill.
  3. Mankiw, N. Gregory. (2010). Macroeconomics, 7th Edition, Worth Publishing.
Materi sebelumnya:
Konsep Keynesian Cross dan Tercapainya Ekuilibrium
Mengenal Pendekatan Investment (I) dan Saving (S) dalam Konsep Pasar Barang (Goods Market)

Materi selanjutnya:
Memahami Terbentuknya Kurva IS
Pergeseran Kurva IS akibat Perubahan Kebijakan Fiskal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar