Setelah pada tulisan sebelumya kita mempelajari perkembangan kekuatan ekonomi China, maka kali ini kita akan melihat perekonomian salah satu negara maju di kawasan Asia, selain China, yakni Korea Selatan (The Republic of Korea).
Beberapa penelitian menyatakan bahwa negeri ginseng ini telah menunjukkan taringnya sejak beberapa dekade terakhir dengan berbagai keunggulan, seperti dibidang teknologi, seni pertunjukan, musik, dan sejumlah prestasi lainnya.
According to a study on Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), there are more than 120 million MSMEs around the globe, with 89 million exist in emerging markets.
However, those numbers are the representation of formal enterprises; as informal MSMEs are difficult to calculate (Kushnir, et.al. Micro, Small, and Medium Enterprises Around the World: How Many Are There, and What Affects the Count?, World Bank/IfC, 2010).
Pada artikel ini kita akan membahas kekuatan ekonomi China dalam perekonomian global.
Pertama-tama kita akan melihat sejarah perekonomian China beberapa dekade kebelakang, kemudian reformasi ekonomi China di perkembangan berikutnya, serta situasi perekonomian China pada peta persaingan ekonomi global saat ini.
Dalam kaitannya dengan pelaksanaan program keluarga berencana, pada kesempatan kali ini kita akan belajar dari penerapan kebijakan pengendalian populasi di China.
Berdasarkan data yang diperoleh dari the United Nations Statistic Division, sampai dengan 2015 perkiraan jumlah penduduk China adalah sebesar 1.39 miliar jiwa. Jumlah ini setara dengan 37% total penduduk Asia (unstat.un.org).
There is one term that makes a product or service differ from others in the market.
For example, a decade ago, smartphone products offered an audio-video player as a special feature; however, today smartphones provide sophisticated enhancements, such as full HD/Quad HD (High Definition) display, camera up to 20 mega pixel or even more, finger print sensor, and other advanced features.
Salah satu upaya menekan laju pertumbuhan populasi adalah dengan membatasi angka kelahiran (birth rate).
Untuk itu sejak beberapa dekade silam diperkenalkan suatu agenda yang disebut Program Keluarga Berencana (Family Planning Program).
Program ini diharapkan mampu berperan dalam mengendalikan jumlah penduduk global yang terus bertambah. Artikel ini bertujuan mereview manfaat keluarga berencana berikut tantangan-tantangannya.
Berkaitan dengan masalah populasi, jika sebelumnya kita mempelajari fenomena penurunan populasi yang terjadi di Jepang, maka pada kesempatan kali ini kita akan melihat tren pertumbuhan penduduk secara global, kemudian memetakan permasalahan yang ditimbulkan oleh semakin banyaknya populasi penduduk.
Along with the enlargement of technology as well as the globalization of markets, there is a modern approach in business and economy, named ‘creative economy’ or sometimes called ‘creative industries’.
Today we will learn the basic concept of creative economy.
Kita akan mempelajari fenomena unik yang terjadi di Jepang, yakni penurunan jumlah penduduk yang terjadi dari tahun ke tahun, terutama terkait faktor penyebab timbulnya hal tersebut, dan upaya pemerintah setempat mengatasinya.