27 Februari 2026

Pengaruh Perdagangan Internasional dan Tarif Impor pada Pasar Permintaan dan Penawaran

Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari bagaimana penerapan tarif pajak berpengaruh pada pasar permintaan dan penawaran.

Sekarang kita akan membahas pengaruh perdagangan internasional dan penerapan tarif impor pada pasar permintaan dan penawaran.

www.ajarekonomi.com
Untuk memulainya, kita akan melihat terlebih dulu kondisi di pasar persaingan sempurna, tanpa intervensi pihak manapun, seperti terlihat di Gambar 1.

www.ajarekonomi.com

keterangan:

·    Gambar 1. menjelaskan kondisi ekuilibrium di pasar persaingan sempurna, yakni di titik E, dengan ekuilibrium harga di P1, dan ekuilibrium kuantitas di Q1.
·     area segitiga berwarna kuning merupakan surplus konsumen.
·     area segitiga berwarna hijau adalah surplus produsen.

Sekarang, dengan adanya perdagangan internasional, kita menambahkan satu variabel baru, yakni harga internasional.

Harga internasional merupakan harga yang disepakati secara global untuk suatu produk tertentu.

Dengan begitu, ada perbandingan antara harga domestik suatu produk dengan harga internasionalnya, sehingga membantu membuat keputusan apakah akan membeli produk dari negara lain (impor), atau justru melakukan ekspor.

1.    DARI SUDUT PANDANG NEGARA PENGEKSPOR (EKSPORTIR).

Kita misalkan harga domestik lebih rendah daripada harga internasional, sehingga membuka kesempatan untuk melakukan ekspor.

Dalam hal ini, harga domestik akan menyesuaikan dengan harga internasional.

Untuk lebih jelasnya, kita bisa melihat di Gambar 2. 

www.ajarekonomi.com

keterangan:

·     sebelum ada perdagangan internasional (ekspor), ekuilibrium berada di titik E, dengan ekuilibrium harga di P1 dan ekuilibrium kuantitas di Q1.
·     dibukanya keran ekspor mengakibatkan penyesuaian harga produk domestik menjadi setara dengan harga internasional, yakni dari P1 ke Pex.
·     hal ini memicu peningkatan kuantitas produk yang dijual, dari Q1 ke Qs.
·     namun demikian, kenaikan harga menurunkan permintaan produk menjadi Qd.
·     akibatnya, surplus konsumen berkurang, terlihat dari semakin kecilnya area segitiga berwarna kuning.
·     sementara surplus produsen meningkat, dari sebelumnya hanya area berwarna hijau, sekarang bertambah dengan area berwarna biru arsir (Pex-K-E-P1) dan area berwarna biru (EKL).
·     artinya, meskipun surplus konsumen berkurang, namun adanya ekspor meningkatkan total surplus, dengan tambahan area segitiga berwarna biru (EKL).

Dari contoh diatas bisa disimpulkan adanya manfaat ekspor untuk meningkatkan produktivitas ekonomi suatu negara.

2.   DARI PERSPEKTIF NEGARA PENGIMPOR (IMPORTIR).

Sekarang, mari kita lihat adanya perdagangan internasional dari perspektif negara pengimpor produk, seperti terlihat di Gambar 3.

www.ajarekonomi.com

keterangan:

·     saat keran impor dibuka, harga domestik menyesuaikan harga internasional, artinya terjadi penurunan harga, dari P1 ke Pim.
·     karena harga internasional lebih rendah daripada harga domestik, maka permintaan produk meningkat dari Q1 ke Qd, sementara penawaran justru turun ke Qs.
·     terjadi peningkatan surplus konsumen, dari semula hanya area berwarna kuning, sekarang bertambah dengan area berwarna coklat (EVW), dan area berwarna coklat arsir (P1-E-V-Pim).
·     sebaliknya, terjadi penurunan surplus produsen, terlihat dari area berwarna hijau yang semakin mengecil.
·     namun demikian, total surplus meningkat seiring adanya impor, dengan tambahan area segitiga EVW.

Kesimpulannya adalah, dibukanya keran impor mampu meningkatkan konsumsi domestik atas produk impor.

3.   PENERAPAN TARIF IMPOR.

Contoh kasus diatas terjadi saat tidak ada hambatan perdagangan internasional, baik di sisi ekspor maupun impor.

Nah, bagaimana jika ada penerapan tarif terhadap produk impor?

Kita bisa melihatnya pada Gambar 4.

keterangan:

·     adanya tarif impor berakibat pada penurunan kuantitas produk yang diminta, dari Qd ke Qd’.
·     sementara produk yang ditawarkan ikut bergeser, dari Qs ke Qs’.
·     surplus produsen meningkat, terlihat dari bertambahnya area berwarna hijau (bandingkan dengan Gambar 3.).
·     surplus konsumen menurun, terlihat dari berkurangnya area berwarna coklat dan coklat arsir (bandingkan dengan Gambar 3.).
·     area berwarna biru merupakan pendapatan yang diterima pemerintah atas tarif impor (government revenue).
·     dua segitiga berwarna hitam merupakan deadweight loss, atau inefisiensi yang muncul akibat tarif impor.

Dari kasus-kasus diatas bisa diambil kesimpulan bahwa perdagangan internasional membawa pengaruh besar pada ekonomi domestik suatu negara.

Disamping itu, penerapan tarif impor berkontribusi positif pada pendapatan pemerintah, meskipun disertai dengan berkurangnya surplus konsumen dan munculnya deadweight loss.

Adapun manfaat lain perdagangan internasional diantaranya:

1.   variasi produk yang berasal dari negara lain menambah pilihan bagi konsumen domestik.
2.   meningkatkan kompetisi dan daya saing produk domestik, di pasar dalam negeri maupun internasional.
3.   memicu peningkatan produktivitas, khususnya di sektor manufaktur.
4.   memberikan ide-ide segar dalam penciptaan produk baru maupun peningkatan kualitas produk yang sudah ada.

Demikian pembahasan terkait pengaruh perdagangan internasional dan penerapan tarif impor pada pasar permintaan dan penawaran. *


Referensi:
Mankiw, N. Gregory. (2021). Principles of Microeconomics, 9th Edition, Cengage Learning.


Materi sebelumnya:




































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar