February 2016

Saturday, February 27, 2016

The Role of Traditional Dance: Promoting Tourism, Supporting the Economy

There are various aspects of tourism sector can be utilized to support the economy, both at local and national scales. One important and interesting element is traditional dance, or can be called folk dance. Today we will explore the role of traditional dance in tourism sector and its effect to the economy.

The Role of Traditional Dance: Promoting Tourism, Supporting the Economy
First of all, we need to discover the meaning of ‘dance’. A research in the field of dance states that dancing is a method of nonverbal communication. This nonverbal communication is used to interact with other people (Peick, Melissa, Dance as Communication: Messages Sent and Received Through Dance, 2005). Thus, to state it in a simple word, a dance is created and performed to send messages with certain objectives, such as to share happiness, affection, sadness, gratitude, and so forth.

In common perspectives, traditional dances are the product of cultural behaviors and traditions, created by inhabitants living in a specific region. Every dance has its special characteristics, such as who are allowed and who are prohibited to perform a dance, the number of performers/dancers, the costumes worn, and at what kind of events a dance can or should be performed. These unique aspects make traditional dances become one of the important elements of local identity. Therefore, traditional dances can be applied as a method to promote tourism, in addition to lure visitors/tourists to come and experience the distinctiveness, directly.

Thursday, February 25, 2016

Perekonomian Korea Selatan: antara data dan realita

Setelah pada tulisan sebelumya kita mempelajari perkembangan kekuatan ekonomi China, maka kali ini kita akan melihat perekonomian salah satu negara maju di kawasan Asia, selain China, yakni Korea Selatan (The Republic of Korea). Beberapa penelitian menyatakan bahwa negeri ginseng ini telah menunjukkan taringnya sejak beberapa dekade terakhir dengan berbagai keunggulan, seperti dibidang teknologi, seni pertunjukan, musik, dan sejumlah prestasi lainnya.

Perekonomian Korea Selatan: antara data dan realita
Data resmi dari the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD, Country Statistical Profile: Korea 2015) menyebutkan bahwa sampai dengan 2014, jumlah total populasi Korea Selatan berada di angka 50.4 juta jiwa. Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan di 2014 tercatat dikisaran 3.3%, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 2.9%. Selain itu, Korea Selatan mencatatkan pendapatan per kapita sebesar US$ 34,356 (atau setara dengan Rp. 446.6 juta, dengan asumsi US$ 1 = Rp 13,000). Kemudiaan jika dilihat dari umur harapan hidup (life expectancy), penduduk Korea Selatan memiliki usia harapan hidup yang relatif tinggi, yakni 81.2 tahun.

Tingginya pendapatan per kapita Korea Selatan menempatkan negara ini kedalam salah satu negara maju di dunia, meskipun dengan catatan: angka ini tidak serta-merta menunjukkan keseimbangan dari sisi distribusi pendapatan (income distribution). Oleh karenanya, kita akan mengupas lebih jauh dibalik data yang tersaji diatas.

Tuesday, February 23, 2016

Tinjauan Ekonomi dalam Konflik Laut China Selatan (South China Sea)

Salah satu persoalan faktual terkait hubungan antar negara dalam satu kawasan adalah sengketa Laut China Selatan (South China Sea). Konflik ini bukan permasalahan yang baru terjadi, melainkan sudah berawal sejak beberapa dasawarsa yang lalu. Berbagai kepentingan saling berbenturan, antara lain menyangkut kedaulatan wilayah suatu negara, hegemoni politik dalam satu kawasan, penguasaan terhadap sumberdaya ekonomi, dan lain sebagainya. Namun demikian, tulisan ini akan lebih melihat dari perspektif ekonomi, khususnya menyangkut sumber kekayaan alam yang terdapat di Laut China Selatan.

Tinjauan Ekonomi dalam Konflik Laut China Selatan (South China Sea)
Secara geografis, Laut China Selatan memiliki luas tidak kurang dari 2 juta km2 wilayah kelautan. Besaran luas tersebut setara dengan 22% luas wilayah daratan China; sehingga tidak mengherankan jika luas wilayah ini menjadi salah satu alasan strategis mengapa Laut China Selatan diklaim oleh beberapa negara yang berbatasan langsung dengannya.

Adapun negara-negara yang terlibat secara langsung atas sengketa Laut China Selatan ini antara lain: China, Vietnam, Taiwan, Malaysia, Phillipina, dan Brunei Darusallam.

Saturday, February 20, 2016

Micro Business, The Foundation of National Economy

According to a study on Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), there are more than 120 million MSMEs around the globe, with 89 million exist in emerging markets. However, those numbers are the representation of formal enterprises; as informal MSMEs are difficult to calculate (Kushnir, et.al, Micro, Small, and Medium Enterprises Around the World: How Many Are There, and What Affects the Count?, World Bank/IfC, 2010).

Micro Business, The Foundation of National Economy
Basically, there is no exact meaning of, either micro business or small business. Some definitions are used to simplify the measurement of the business, such as the capital required to run the business, the number of individual joining the business, the business location, and so forth. Hence, in order to make it uncomplicated, this article will use the term 'micro business'. Moreover, this business can also be classified as informal business, since it has no business structure. The objective of this article is to provide simple explanations on how micro business contributes to the national economy.

Thursday, February 18, 2016

Mencermati Perkembangan Kekuatan Ekonomi China

Pada artikel ini kita akan membahas kekuatan ekonomi China dalam perekonomian global. Pertama-tama kita akan melihat sejarah perekonomian China beberapa dekade kebelakang, kemudian reformasi ekonomi China di perkembangan berikutnya, serta situasi perekonomian China pada peta persaingan ekonomi global saat ini.

Mencermati Perkembangan Kekuatan Ekonomi China
Data yang tercatat pada Bank Dunia dalam situsnya di data.worldbank.org, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi China stabil di kisaran angka 7% sejak 2014 hingga 2015, meskipun ada catatan bahwa pada waktu-waktu tersebut, China juga mengalami perlambatan ekonomi, sehingga membuat pemerintah setempat mengambil salah satu kebijakan yang tergolong ekstrim, yakni melakukan devaluasi mata uang Yuan.

Sementara sebagai perbandingan, kondisi perekonomian global mengalami penurunan akibat krisis ekonomi yang sempat dialami oleh beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang. Tercatat, pertumbuhan ekonomi global pada 2015 hanya mencapai 2-3%.

Tuesday, February 16, 2016

Upaya China Mengatasi Laju Pertumbuhan Penduduk

Dalam kaitannya dengan pelaksanaan program keluarga berencana, pada kesempatan kali ini kita akan belajar dari penerapan kebijakan pengendalian populasi di China. Berdasarkan data yang diperoleh dari the United Nations Statistic Division, sampai dengan 2015 perkiraan jumlah penduduk China adalah sebesar 1,394 juta jiwa. Jumlah ini setara dengan 37% total penduduk Asia (unstat.un.org).

Upaya China Mengatasi Laju Pertumbuhan Penduduk
Dengan luas wilayah sekitar 9.59 juta kilometer persegi, artinya tingkat kepadatan penduduk adalah sebesar 145.2/km2. Hal ini menandakan bahwa ada sekitar 145 orang yang mendiami setiap wilayah seluas 1 km2. Melihat begitu padatnya tingkat densitas tersebut, pemerintah China mengupayakan berbagai langkah dan kebijakan dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Saturday, February 13, 2016

What Innovation Brings to The Economy

There is one term that makes a product or service differ from others in the market. For example, a decade ago, smartphone products offered an audio-video player as a special feature; however, today smartphones provide sophisticated enhancements, such as full HD/Quad HD (High Definition) display, camera up to 20 mega pixel or even more, finger print sensor, and other advanced features.

What Innovation Brings to The Economy
Yes, it is ‘innovation’, that carries improvements, not only to products and services, but also to our lives. It affects our behavior, the method we communicate with other people, the approach we do business and formulate a decision, etc. Since this expression is indeed fascinating to discuss, today we will learn the concept of innovation and its role in fostering the economy.

In a simple word, innovation is the manifestation of new ideas to products and process (activities) that leads to increasing value. Value itself refers to additional benefits for the entity (business, industry, etc), as well as for the consumers/users. In other words, innovation appears in two different cores, called product innovation and process innovation.

Thursday, February 11, 2016

Peran Keluarga Berencana (Family Planning) dalam Upaya Mengendalikan Populasi

Salah satu upaya menekan laju pertumbuhan populasi adalah dengan membatasi angka kelahiran (birth rate). Untuk itu sejak beberapa dekade silam diperkenalkan suatu agenda yang disebut Program Keluarga Berencana (Family Planning Program). Program ini diharapkan mampu berperan dalam mengendalikan jumlah penduduk global yang terus bertambah. Artikel ini bertujuan mereview manfaat keluarga berencana berikut tantangan-tantangannya.

Peran Keluarga Berencana (Family Planning) dalam Upaya Mengendalikan Populasi
Menilik sejarahnya, disekitar 1960’an, beberapa organisasi nirlaba, institusi pembangunan internasional, dan pemerintah dari negara-negara berkembang mengungkapkan keprihatinan atas dampak negatif dari pertumbuhan populasi yang sangat cepat pada saat itu. Pernyataan tersebut muncul akibat tidak efektifnya program pengendalian angka kelahiran dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.

Oleh karena itu, setelah melalui berbagai diskusi dan penelitian, diciptakanlah suatu program baru yang di kemudian hari dikenal dengan nama program keluarga berencana. Tujuan program ini bukan lagi sekadar menekan angka kelahiran, namun juga untuk meningkatkan standar kelayakan hidup dan kesejahteraan keluarga, meningkatkan produktivitas ekonomi, serta menjaga kelestarian sumberdaya dan lingkungan (Seltzer, J, The Origins and Evolution of Family Planning Programs in Developing Countries, 2002).

Tuesday, February 9, 2016

Pertumbuhan Populasi Penduduk Dunia beserta Permasalahannya

Berkaitan dengan masalah populasi, jika sebelumnya kita mempelajari fenomena penurunan populasi yang terjadi di Jepang, maka pada kesempatan kali ini kita akan melihat tren pertumbuhan penduduk secara global, kemudian memetakan permasalahan yang ditimbulkan oleh semakin banyaknya populasi penduduk.

Pertumbuhan Populasi Global beserta Permasalahannya
Menurut data the United Nations Population Fund (UNFPA), pada 2015 terdapat total populasi penduduk sebesar 7,349 juta jiwa di dunia, dengan rata-rata pertumbuhan pertahun sejak 2010 sd 2015 sebesar 1.18% (www.unfpa.org). Dari pertumbuhan populasi tersebut, apabila di break-down menurut tingkat kemajuan suatu negara, hasilnya menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi lebih banyak terjadi di negara berkembang (1.36%) dan negara belum berkembang (2.38%), dibandingkan dengan yang terjadi di negara maju (0.29%).

Secara umum, peningkatan jumlah populasi terjadi apabila angka kelahiran (birth rate) lebih tinggi daripada angka kematian (death rate). Selain itu, pertambahan jumlah penduduk juga disokong oleh semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, terutama dibidang medis dan kedokteran yang bisa menciptakan obat-obatan dan vaksin, yang mampu memberikan pencegahan dan pengobatan terhadap berbagai penyakit. Alhasil, selain bisa menekan angka kematian akibat penyakit, kemajuan tersebut sekaligus turut andil dalam meningkatkan angka harapan hidup (life expectancy).

Saturday, February 6, 2016

Understanding The Concept of Creative Economy

Along with the enlargement of technology as well as the globalization of markets, there is a modern approach in business and economy, named ‘creative economy’ or sometimes called ‘creative industries’. Today we will learn the basic concept of creative economy.

Understanding The Concept of Creative Economy
Actually there is no precise definition of creative economy. It has multiple meanings; however, it has been employed as an object of many studies. The main reason is the rapid development of creative economy in many parts of the world. Subsequently, we will discover the common definition and characteristics of creative economy.

First of all, according to Merriam-Webster dictionary, the term ‘creativity’ refers to the ability to make new things or think of new ideas. Meanwhile, in a broader area, creativity can be defined as the establishment of new approaches and competence to combine items in a new perspective. It’s not merely about products or services; furthermore, it is related to human activity.

Thursday, February 4, 2016

Belajar dari Penurunan Populasi di Jepang

Artikel ini masih erat kaitannya dengan isu-isu yang mengemuka dalam bonus demografi (demographic bonus) yang kita ulas sebelumnya. Kita akan mempelajari fenomena unik yang terjadi di Jepang, yakni penurunan jumlah penduduk yang terjadi dari tahun ke tahun, terutama menyangkut faktor-faktor penyebab timbulnya hal tersebut dan bagaimana upaya pemerintah setempat mengatasinya.

Belajar dari Penurunan Populasi di Jepang
Apabila dibelahan dunia lain, terutama di negara berkembang dan negara miskin, permasalahan tentang populasi biasanya mengenai ledakan jumlah penduduk karena tingginya angka kelahiran (fertility rate), maka yang terjadi di Jepang justru sebaliknya.

Penelitian menunjukkan bahwa penurunan populasi untuk usia kerja (15-64 tahun) per tahun mencapai rata-rata satu juta orang, dan diprediksikan akan terus menurun hingga 17% sampai dengan 2030.

Perlu diketahui bahwa total penduduk Jepang pada 2015 mencapai kurang lebih 126.5 juta jiwa, jumlah ini akan merosot di 2030 menjadi sekitar 116.5 juta jiwa dan akan semakin menyusut menjadi 97 juta jiwa di 2050 (National Institute of Population and Social Security Research, Population Projections for Japan: 2011 – 2060, Januari 2012).

Tuesday, February 2, 2016

Memahami Dua Sisi Bonus Demografi (Demographic Bonus)

Topik tulisan kali berkenaan dengan masalah pertumbuhan populasi dalam kaitannya dengan pembangunan ekonomi suatu negara. Bahasan utama yang kita pelajari adalah mengenai bonus demografi (demographic bonus). Ada dua sisi yang akan kita lihat, yakni bonus demografi sebagai kekuatan yang menunjang perekonomian, sementara disisi lain sebagai ancaman bagi pembangunan itu sendiri.

Memahami Dua Sisi Bonus Demografi (Demographic Bonus)
Pertama-tama kita akan memahami pengertian bonus demografi. Menurut Ross, bonus demografi digambarkan sebagai suatu keadaan dimana terjadi penurunan angka kelahiran dalam jangka panjang, sehingga menurunkan proporsi penduduk usia muda; hal ini mengakibatkan berkurangnya beban investasi yang harus dikeluarkan untuk pemenuhan kebutuhan.

Oleh karena itu, sumber investasi tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan keluarga (Ross, J, Understanding the Demographic Dividen: Policy Project, September 2004).

Selain itu, pola terjadinya bonus demografi diyakini bervariasi sesuai dengan kondisi umum suatu wilayah. Kondisi tersebut antara lain mencakup kinerja institusi pemerintahan, termasuk institusi hukum, sistem birokrasi, kebijakan sosial dan ekonomi, kebebasan berpolitik, adanya keterbukaan, sistem pelayanan kesehatan, dan sebagainya. Semakin bagus performa dari indikator-indikator tersebut, maka akan semakin bermanfaat pula bonus demografi dalam jangka panjang.