Beberapa
waktu terakhir, Presiden Amerika Serikat menyatakan keinginannya untuk
menguasai Greenland, sebagai bagian dari rencana strategisnya. Ada beberapa
alasan mengapa Greenland menjadi begitu penting untuk dikuasai.
Pada ulasan
kali ini, kita akan membahas Greenland, terutama terkait kekayaan ekonomi dan
letak strategisnya dalam perdagangan internasional.
Greenland, dalam bahasa lokal dinamai Kalaallit Nunaat alias Land of The People, merupakan pulau terbesar di dunia. Wilayah ini dihuni tak kurang dari 56 ribu penduduk, sementara ibu kota'nya berada di Nuuk.
Adapun luas
seluruh area Greenland mencapai 2.16 juta km2, dengan tak kurang dari 80%
wilayahnya diselimuti hamparan es dan pegunungan es.
Dengan kata
lain, hanya ada sekitar 410 ribu km2 dari Greenland yang tidak tertutup es. Di
daerah inilah para penduduk lokal bertempat tinggal.
Sedangkan
angka harapan hidup penduduk Greenland, untuk laki-laki hingga 69.3 tahun, sementara
perempuan mencapai 73.9 tahun.
Adapun
bahasa resmi yang digunakan di wilayah ini adalah Greenlandic.
Karena
berada di area kutub, maka suhu musim dingin bisa mencapai -50˚C, dan di musim panas berada di
kisaran 10˚ -
15˚C (www.norden.org).
Walau secara
geografis terletak di belahan Amerika Utara, Greenland merupakan bagian
integral dari Kerajaan Denmark. Namun demikian, Greenland memiliki otonomi untuk
mengelola pemerintahan sendiri.
Sebelum
menjadi wilayah otonom, Kerajaan Denmark berperan langsung dalam tata kelola Greenland
sejak abad ke-18 hingga 1979.
Kemudian
Greenland mendapatkan wewenang untuk membuat peraturan-peraturan daerah sendiri;
hingga pada 2009, Greenland secara resmi menjadi daerah otonom, dengan tetap sebagai
bagian dari Kerajaan Denmark.
Saat ini,
Greenland menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi, baik
wisatawan Eropa maupun non-Eropa, karena keindahan pemandangan yang istimewa.
Di pulau ini
sudah terdapat lapangan udara, pertokoan, institusi pendidikan, hingga café dan
gedung bioskop. Sementara untuk jalur perhubungan antar kota, moda yang
digunakan hanya melalui perairan maupun udara.
Lebih
lanjut, mata pencaharian utama penduduk lokal adalah berburu binatang dan hasil
laut, terutama paus, anjing laut, dan ikan. Dikarenakan iklim yang sangat
dingin, maka sektor pertanian tidak mungkin dibudidayakan di wilayah tersebut.
Sementara
untuk peternakan, penduduk lokal memelihara domba, sapi, dan rusa.
Sebagai catatan
tambahan, di pulau ini matahari tidak muncul dari akhir Mei hingga akhir Juli.
Sementara 21 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional, sekaligus sebagai
hari terpanjang di Greenland (denmark.dk/people-and-culture/greenland).
Berikutnya, laporan
Bank Dunia menunjukkan apabila GDP Greenland mencapai US$ 3.3 milyar, dengan
GDP per kapita berada di level US$ 58.4 ribu, pada 2023 (data.worldbank.org/country/greenland)
Di pulau ini
sebenarnya terdapat beberapa perusahaan multinasional yang beroperasi, baik di
sektor industri maupun manufaktur.
Akan tetapi,
adanya kompetisi sumberdaya, yang dibarengi dengan peningkatan personel dan
perlengkapan militer negara-negara besar, berakibat meningkatnya tensi
geopolitik untuk berebut pengaruh di wilayah ini.
Di Greenland
juga terdapat area instalasi militer Amerika Serikat, serta basis pertahanan
dan pengamatan kapal selam asing, yang merupakan kerjasama antara otoritas
Greenland, Islandia, dan Inggris.
Menariknya,
Greenland juga berpotensi menjadi kunci bagi rute pelayaran dan perdagangan di
masa depan, melewati pantai Amerika Selatan dan laut Arktik. Bila ini terjadi,
maka akan menghemat biaya secara signifikan, dibandingkan dengan rute yang
melewati Terusan Suez dan Terusan Panama.
Yang tak
kalah penting, bongkahan es yang mencair di Greenland, membuat wilayah ini
menjadi kaya akan kandungan mineral yang menarik perhatian banyak negara.
Adapun
mineral penting yang dihasilkan antara lain mineral bumi jarang (rare earth
elements), yang dibutuhkan untuk memproduksi baterai, perlengkapan
teknologi angin dan surya, serta peralatan militer.
Selain itu
terdapat juga kandungan emas, bijih besi, tembaga, hingga uranium, yang
bernilai ekonomi tinggi; bahkan ada potensi gas dan minyak bumi yang
kuantitasnya sangat besar.
Persediaan
air bersih di Greenland juga berlimpah. Diperkirakan ada 20% air bersih di
dunia yang terdapat di area yang tertutup hamparan es di Greenland (Spence,
Jennifer, and Elizabeth Hanlon. The Geopolitical Significance of Greenland.
Explainer, January 17, 2025. Harvard Kennedy School).
Dengan semua
potensi yang ada di Greenland, tidak heran jika negara-negara besar, terutama
Amerika Serikat, China, dan Rusia, saling berlomba untuk berebut pengaruh di pulau
ini, bahkan untuk menguasainya.*
Memahami Konsep Green Ekonomi
Melihat Sejarah Lahirnya Revolusi Industri (Industrial Revolution) di Eropa
Peranan Sektor Pariwisata (Travel and Tourism) dalam Pembangunan Ekonomi
Menakar Kebutuhan Sumberdaya Energi di Masa Depan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar