16 Januari 2026

Greenland: Potensi Ekonomi yang Bernilai Tinggi

Beberapa waktu terakhir, Presiden Amerika Serikat menyatakan keinginannya untuk menguasai Greenland, sebagai bagian dari rencana strategisnya. Ada beberapa alasan mengapa Greenland menjadi begitu penting untuk dikuasai.

Pada ulasan kali ini, kita akan membahas Greenland, terutama terkait kekayaan ekonomi dan letak strategisnya dalam perdagangan internasional.

Greenland, dalam bahasa lokal dinamai Kalaallit Nunaat alias Land of The People, merupakan pulau terbesar di dunia. Wilayah ini dihuni tak kurang dari 56 ribu penduduk, sementara ibu kota'nya berada di Nuuk.

Adapun luas seluruh area Greenland mencapai 2.16 juta km2, dengan tak kurang dari 80% wilayahnya diselimuti hamparan es dan pegunungan es.

Dengan kata lain, hanya ada sekitar 410 ribu km2 dari Greenland yang tidak tertutup es. Di daerah inilah para penduduk lokal bertempat tinggal.

Sedangkan angka harapan hidup penduduk Greenland, untuk laki-laki hingga 69.3 tahun, sementara perempuan mencapai 73.9 tahun.

Adapun bahasa resmi yang digunakan di wilayah ini adalah Greenlandic. 

Karena berada di area kutub, maka suhu musim dingin bisa mencapai -50˚C, dan di musim panas berada di kisaran 10˚ - 15˚C (www.norden.org).

Walau secara geografis terletak di belahan Amerika Utara, Greenland merupakan bagian integral dari Kerajaan Denmark. Namun demikian, Greenland memiliki otonomi untuk mengelola pemerintahan sendiri.

Sebelum menjadi wilayah otonom, Kerajaan Denmark berperan langsung dalam tata kelola Greenland sejak abad ke-18 hingga 1979.

Kemudian Greenland mendapatkan wewenang untuk membuat peraturan-peraturan daerah sendiri; hingga pada 2009, Greenland secara resmi menjadi daerah otonom, dengan tetap sebagai bagian dari Kerajaan Denmark.

Saat ini, Greenland menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi, baik wisatawan Eropa maupun non-Eropa, karena keindahan pemandangan yang istimewa.

Di pulau ini sudah terdapat lapangan udara, pertokoan, institusi pendidikan, hingga café dan gedung bioskop. Sementara untuk jalur perhubungan antar kota, moda yang digunakan hanya melalui perairan maupun udara.

Lebih lanjut, mata pencaharian utama penduduk lokal adalah berburu binatang dan hasil laut, terutama paus, anjing laut, dan ikan. Dikarenakan iklim yang sangat dingin, maka sektor pertanian tidak mungkin dibudidayakan di wilayah tersebut.

Sementara untuk peternakan, penduduk lokal memelihara domba, sapi, dan rusa.

Sebagai catatan tambahan, di pulau ini matahari tidak muncul dari akhir Mei hingga akhir Juli. Sementara 21 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional, sekaligus sebagai hari terpanjang di Greenland (denmark.dk/people-and-culture/greenland).

Berikutnya, laporan Bank Dunia menunjukkan apabila GDP Greenland mencapai US$ 3.3 milyar, dengan GDP per kapita berada di level US$ 58.4 ribu, pada 2023 (data.worldbank.org/country/greenland)

Di pulau ini sebenarnya terdapat beberapa perusahaan multinasional yang beroperasi, baik di sektor industri maupun manufaktur.

Akan tetapi, adanya kompetisi sumberdaya, yang dibarengi dengan peningkatan personel dan perlengkapan militer negara-negara besar, berakibat meningkatnya tensi geopolitik untuk berebut pengaruh di wilayah ini.

Di Greenland juga terdapat area instalasi militer Amerika Serikat, serta basis pertahanan dan pengamatan kapal selam asing, yang merupakan kerjasama antara otoritas Greenland, Islandia, dan Inggris.

Menariknya, Greenland juga berpotensi menjadi kunci bagi rute pelayaran dan perdagangan di masa depan, melewati pantai Amerika Selatan dan laut Arktik. Bila ini terjadi, maka akan menghemat biaya secara signifikan, dibandingkan dengan rute yang melewati Terusan Suez dan Terusan Panama.

Yang tak kalah penting, bongkahan es yang mencair di Greenland, membuat wilayah ini menjadi kaya akan kandungan mineral yang menarik perhatian banyak negara.

Adapun mineral penting yang dihasilkan antara lain mineral bumi jarang (rare earth elements), yang dibutuhkan untuk memproduksi baterai, perlengkapan teknologi angin dan surya, serta peralatan militer.

Selain itu terdapat juga kandungan emas, bijih besi, tembaga, hingga uranium, yang bernilai ekonomi tinggi; bahkan ada potensi gas dan minyak bumi yang kuantitasnya sangat besar.

Persediaan air bersih di Greenland juga berlimpah. Diperkirakan ada 20% air bersih di dunia yang terdapat di area yang tertutup hamparan es di Greenland (Spence, Jennifer, and Elizabeth Hanlon. The Geopolitical Significance of Greenland. Explainer, January 17, 2025. Harvard Kennedy School).

Dengan semua potensi yang ada di Greenland, tidak heran jika negara-negara besar, terutama Amerika Serikat, China, dan Rusia, saling berlomba untuk berebut pengaruh di pulau ini, bahkan untuk menguasainya.*


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar