Thursday, March 31, 2016

Peran Institusi Microfinance (Microfinance Institutions) dalam Menggerakkan Perekonomian

Pada tulisan sebelumnya kita telah membahas mengenai Grameen Bank, termasuk latar belakang pendirian hingga peranannya dalam meningkatkan kesejateraan masyarakat pedesaan di Bangladesh. Untuk kesempatan kali ini, kita akan mengulas tentang eksistensi microfinance institutions/enterprises atau institusi microfinance.

Secara umum, microfinance digambarkan sebagai suatu instrumen layanan keuangan yang terdiri dari beberapa model, yang ditujukan secara khusus untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Adapun model layanan keuangan ini terdiri dari jasa pinjaman lunak dengan/tanpa jaminan tertentu, serta jasa layanan lain yang tidak ditawarkan oleh institusi keuangan konvensional (Consultative Group to Assist the Poor (CGAP). A Guide to Regulation and Supervision of Microfinance, Consensus Guidelines, October 2012).

Tuesday, March 29, 2016

Mengenal Konsep Grameen Bank: memaknai berbagi (sharing) dalam ekonomi

Dalam tulisan ini kita akan mempelajari konsep dan peran Grameen Bank, terutama dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat pedesaan di Bangladesh serta mengampanyekan program pemberdayaan perempuan (woman empowerment) supaya mampu mandiri secara ekonomi.

Grameen Bank merupakan entitas usaha yang memiliki fungsi utama sebagai microfinance bank, yakni memberikan layanan microcredit kepada masyarakat miskin diwilayah pedesaan (rural area). Microcredit adalah program pinjaman lunak yang disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah sebagai upaya memberdayakan diri dan memperoleh pendapatan, sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan bagi diri sendiri beserta keluarganya (www.grameen.com).

Grameen Bank: memaknai konsep 'berbagi' (sharing) dalam ekonomi
Untuk menghindari rancu’nya pengertian microfinance Grameen Bank dengan bank perkreditan rakyat (rural bank) dan koperasi (co-operative), maka tulisan ini akan tetap menggunakan istilah microfinance/microcredit dan microfinance bank.

Saturday, March 26, 2016

Sejarah Perkembangan Bank Sentral Eropa (The European Central Bank)

Tidak jauh berbeda dengan The Federal Reserve, sejarah yang menjadi latar belakang hadirnya the European Central Bank/ECB (Bank Sentral Eropa) juga terjadi dalam jangka waktu yang lama. Sebelum sampai kepada ECB, terlebih dahulu kita akan memelajari cikal bakal terbentuknya komunitas Uni Eropa (the European Union) pada 1952.

Sejarah Perkembangan Bank Sentral Eropa (The European Central Bank)
Pada saat itu, dengan dimotori oleh Belgia, Jerman, Perancis, Italia, Luksemburg, dan Belanda, dibentuklah kerjasama dalam bidang perdagangan komoditas tertentu yang bernama the European Coal and Steel Community (ECSC).

Dalam perkembangannya, untuk memperluas area kerjasama antar negara, maka pada awal 1958 keenam negara tersebut membentuk the European Economic Community (EEC) yang dituangkan dalam kesepakatan Treaties of Rome. EEC menjadi awal terintegrasinya perekonomian negara-negara Eropa. Meski demikian, kala itu belum ada pemikiran untuk membentuk mata uang bersama (Scheller, H. The European Central Bank, History, Role and Functions, 2006).

Thursday, March 24, 2016

Sejarah Berdirinya Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve): pilar kekuatan ekonomi Amerika

Melanjutkan pembahasan mengenai kebijakan moneter, kita akan mempelajari bagaimana peran the United States Federal Reserve/the Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) dalam sejarah perekonomian negara tersebut dari awal pendirian hingga kini.

The Federal Reserve: pilar kekuatan ekonomi Amerika
The Fed diyakini merupakan penyokong utama kekuatan ekonomi Amerika Serikat sampai dengan saat ini. Beberapa pihak menyebutkan bahwa pimpinan tertinggi (chairman) the Fed, memiliki pengaruh terkuat di negara adidaya tersebut setelah presiden. Kekuasaannya jauh melebihi menteri-menteri, bahkan wakil presiden sekalipun.

Aturan mengenai pendirian the Fed ditetapkan pada akhir 1913 dan resmi didirikan setahun kemudian, tepatnya pada masa kepemimpinan Presiden Woodrow Wilson. Pada awalnya, tujuan yang hendak dicapai adalah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas keuangan negara (Johnson, R. Historical Beginnings… The Federal Reserve, 2010).

Tuesday, March 22, 2016

Memahami Maksud dan Tujuan Kebijakan Moneter

Artikel ini merupakan awal rangkaian tulisan mengenai penerapan kebijakan moneter dibeberapa negara maju, termasuk bagaimana kebijakan tersebut menjawab berbagai persoalan ekonomi yang menerpa negara-negara tersebut.

Kebijakan Moneter: tinjauan dasar
Pertama kita akan mereview sejenak pemikiran John Maynard Keynes, yang dikenal memiliki sudut pandang yang condong ke kebijakan fiskal (fiscalist), selanjutnya kita sebut Keynesian. Lantas dari sudut yang berbeda, kita juga akan mempelajari pokok pikiran Milton Friedman, yang dikenal sebagai penganut monetarian (monetarist).

Secara mendasar terdapat tiga prinsip dalam pandangan Keynesian. Berikut akan kita ulas secara ringkas.

Saturday, March 19, 2016

Kegiatan Melestarikan Hutan untuk Merawat Peradaban

Dalam tulisan yang lalu telah disebutkan bahwa salah satu fungsi hutan adalah sebagai paru-paru dunia. Lebih dari itu, hutan juga berfungsi sebagai penampung air tanah yang juga dibutuhkan makhluk hidup. Hutan juga menjadi tempat tumbuh dan berkembangnnya kekayaan hayati (binatang, tumbuh-tumbuhan, mikro organisme). Yang tidak kalah penting adalah fungsinya sebagai tempat wisata atau taman nasional, sekaligus salah satu faktor pencegah terjadinya pemanasan global (global warming).

Melestarikan Hutan, Merawat Peradaban
Mengingat begitu pentingnya keberadaan dan fungsi hutan, maka dibuatlah kesepakatan internasional yang termuat dalam the United Nations International Year of Forests 2011 untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan sebagai tempat bernaung keanekaragaman hayati, serta meningkatkan kontribusi pengetahuan dalam penentuan kebijakan mengenai hutan, termasuk didalamnya menyangkut perlindungan hutan, pengelolaan, serta pemanfaatan hutan dalam jangka panjang (Metaforum Leuven. Conservation and Management of Forests for Sustainable Development: Where Science Meets Policy, Metaforum Paper 5, November 2011).

Thursday, March 17, 2016

Menangani Kebakaran Hutan dan Menyelamatkan Ekosistem Kehidupan

Melanjutkan tulisan sebelumnya, Kerugian Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan, setelah mengidentifikasi faktor pencetus terjadinya kebakaran hutan beserta kerugian ekonomi dan sosial, langkah berikutnya yang harus diambil adalah penanganan kebakaran hutan, pengembalian ekosistem kehidupan hutan, serta pencegahan timbulnya kejadian tersebut di masa mendatang.

Menangani Kebakaran Hutan, Menyelamatkan Ekosistem Kehidupan
Adalah penting untuk disadari bahwa dampak kerusakan hutan akibat kebakaran bisa berlangsung hingga jangka panjang. Selain terdegradasinya kualitas tanah dan air, serta rusaknya ekosistem hutan berupa kehidupan hayati, kerusakan hutan bisa memicu timbulnya bencana lain, seperti banjir dan kekeringan.

Secara global, akibat yang paling mengemuka dari kejadian ini adalah timbulnya efek gas rumah kaca (green house effect, yakni ketika udara yang mengandung gas karbon dioksida (CO2, salah satu gas yang muncul akibat kebakaran) lepas dan memenuhi atmosfir bumi. Karena gas ini merusak lapisan ozon (lapisan yang melindungi permukaan bumi dari sinar matahari), akibatnya sinar matahari menuju bumi tidak lagi terhalang oleh lapisan ozon, sehingga terjadi peningkatan suhu di permukaan bumi. Ini yang kemudian dikenal dengan istilah global warming.

Tuesday, March 15, 2016

Kerugian Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan

Masih berkaitan dengan permasalahan lingkungan, tulisan ini akan membahas tentang kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dibeberapa wilayah di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Pertama kita akan mempelajari penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan, lalu kerugian yang ditimbulkannya, upaya-upaya yang dilakukan dalam menanganinya, serta pencegahan agar kejadian tersebut tidak berulang.

Ongkos Kebakaran Hutan dan Lahan
Mengutip pernyataan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), disebutkan bahwa kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada 2015 memakan tak kurang dari 2,090 hektar, setara dengan 32 kali wilayah DKI Jakarta atau empat kali Pulau Bali (CNN Indonesia, BNPB: Kebakaraan Hutan 2015 Seluas 32 Wilayah DKI Jakarta, 31 Oktober 2015). Dinyatakan juga bahwa kejadian kebakaran hutan tersebut merata di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.

Sumber yang sama mengungkapkan bahwa kerugian negara untuk penanganan kebakaran hutan di wilayah Riau saja mencapai Rp 20 triliun; jumlah ini jauh lebih besar daripada kerugian akibat korupsi pada kurun 2010-2014, yang berada dikisaran Rp 1.1 triliun (sesuai keterangan Indonesian Corruption Watch).

Saturday, March 12, 2016

Melawan Efek Negatif Asap Rokok

Upaya mencegah dan menanggulangi bahaya asap rokok telah dilakukan selama lebih dari dua dasawarsa. Pun begitu, banyak faktor yang menjadi tantangan, baik yang datang dari industri rokok, pihak pemerintah selaku pengambil kebijakan publik, serta kurangnya kesadaran masyarakat itu sendiri. Tulisan ini merupakan bagian terakhir dari dua artikel sebelumnya, yakni sejarah perkembangan tembakau dan mengetahui dampak negatif asap rokok.

Melawan Efek Destruktif Asap Rokok
Perang melawan efek buruk produk tembakau (rokok, cerutu, dan sebagainya) menemui jalan panjang yang tidak mudah dilalui. Dalam salah satu laporannya, the World Health Organization (WHO) menyebutkan adanya indikasi bahwa industri rokok telah dengan sengaja menyembunyikan atau tidak mau mengungkapkan informasi lengkap atas dampak merokok pada kesehatan.

Thursday, March 10, 2016

Mengetahui Dampak Negatif Asap Rokok dan Upaya Pencegahannya

Melanjutkan ulasan sebelumnya tentang sejarah perkembangan tembakau, kini kita akan mengukur dampak yang diakibatkan oleh produk tembakau, dalam hal ini rokok dengan berbagai jenisnya (sigaret, kretek, cerutu, dsb).

Menakar Dampak Negatif Asap Rokok
Penelitian menyebutkan bahwa didalam tembakau terdapat lebih dari 4,000 zat kimia berbahaya; dan salah satu yang mematikan adalah nikotin. Faktanya, nikotin memiliki efek menenangkan serta menimbulkan ketagihan (addictive), selain itu nikotin juga mampu mempengaruhi sistem kerja syaraf otak.

Tuesday, March 8, 2016

Sejarah Perkembangan Tembakau

Tulisan ini merupakan bagian pertama dari serangkaian tulisan dengan tema tembakau. Pada bagian pertama ini kita akan mempelajari sejarah perkembangan tembakau, sedangkan bagian selanjutnya mambahas dampak produk olahan tembakau (rokok, cerutu, dan sebagainya) pada kesehatan dan perekonomian.

Sejarah Perkembangan Tembakau
Tembakau (tobacco) atau dalam bahasa latinnya Nicotiana Tabacum, merupakan tanaman berdaun hijau yang banyak tumbuh di iklim hangat. Tanaman ini dikenali dari bentuk daunnya yang besar dan lebar, serta aromanya yang khas. Tanaman ini diberdayakan untuk dijadikan bahan dasar rokok dan produk sejenisnya (termasuk kretek, cerutu, dan sigaret). Di beberapa wilayah di dunia, tanaman ini juga dimanfaatkan dengan cara dikunyah (dihisap) di mulut.

Saturday, March 5, 2016

Pendekatan Budaya Modern dalam Menguasai Dunia: fenomena Korean Wave

Pokok bahasan kali ini masih bersangkut-paut dengan Korea Selatan. Salah satu topik populer yang diperbincangkan hingga saat ini adalah mengenai budaya modern Korea Selatan yang tengah menjadi trend tidak hanya di dalam negeri, namun telah memenuhi lingkup internasional. Budaya ini dikenal dengan istilah Hallyu (dalam bahasa Korea, yang kurang lebih berarti gelombang budaya pop Korea).

Pendekatan Budaya Modern dalam Menguasai Dunia: fenomena Korean Wave
Budaya pop Korea telah memasuki semua ranah media, mulai dari televisi, sosial media, sampai dengan panggung hiburan. Contoh yang paling mudah disebut adalah drama televisi (K-drama) serta industri musik/lagu (K-pop).

Thursday, March 3, 2016

Menimbang Efektivitas Kebijakan Pengampunan Pajak (Tax Amnesty)

Ketika pemerintah suatu negara menghadapi defisit anggaran, salah satu upaya yang dilakukan untuk menutup defisit tersebut adalah melalui perangkat fiskal (fiscal instrument). Dari instrumen kebijakan fiskal yang ada, kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty policy) termasuk kebijakan yang sering menimbulkan pro dan kontra; sebab pada umumnya kebijakan perpajakan adalah berupa penegakan peraturan (law enforcement), sehingga kebijakan pengampunan pajak terkesan menjadi kutub yang berlawanan.

Menimbang Efektivitas Kebijakan Pengampunan Pajak (Tax Amnesty)
Dari sisi tata kelola pemerintahan, kebijakan pengampunan pajak bukan sekadar menyangkut kebijakan ekonomi pemerintah selaku pemegang kendali kebijakan fiskal, melainkan juga bersangkut paut dengan kepentingan politik dari berbagai pihak. Oleh karenanya tidak mengherankan jika terjadi tarik-ulur tentang pedoman dan pelaksanaannya di lapangan. Namun demikian, artikel ini membatasi ruang lingkup dengan menyajikan beberapa hasil penelitian mengenai efektivitas kebijakan pengampunan pajak.

Tuesday, March 1, 2016

Perkembangan Industri di Korea Selatan

Setelah sebelumnya membahas mengenai perekonomian Korea Selatan secara umum, kini kita akan mengupas lebih detil tentang perkembangan sektor perindustrian Korea Selatan yang menurut banyak studi dikategorikan sebagai sebuah pencapaian yang fenomenal.

Perkembangan Industri di Korea Selatan
Industri di Korea Selatan secara umum berorientasi pada pasar ekspor. Konsep internasionalisasi industri ini memang menjadi visi pemerintah Korea Selatan dalam upaya menjadikan negara tersebut sebagai penguasa pangsa pasar di sektor perindustrian berskala global.

Salah satu upaya pemerintah Korea Selatan dalam memacu peningkatan sektor perindustrian adalah dengan memperkenalkan konsep universitas riset (research universities) beserta pusat penelitian (research center) yang secara aktif melakukan penelitian-penelitian. Salah satu contohnya adalah Korea Technology Transfer Center (KTTC) yang didirikan pada 2000.