Jumat, 28 Februari 2020

Melihat Dampak Virus Corona (Covid-19) pada Perekonomian

Saat ini negara-negara di dunia memiliki satu musuh yang sangat sulit dikendalikan, bernama virus corona (covid-19). Hingga kini belum ditemukan formula ampuh untuk mengatasi persoalan tersebut.

Melihat Dampak Virus Corona (Covid-19) pada Perekonomian - www.ajarekonomi.com
Bukan hanya mengancam nyawa, virus ini juga membawa efek buruk ke berbagai sendi kehidupan.

Pada tulisan ini, kita akan melihat dampak virus corona pada perekonomian dunia.

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh virus corona pada perekonomian, kita akan merangkum laporan dari media masa maupun organisasi internasional.

Dampak Virus Corona pada Perekonomian China.

Ditemukannya virus corona (covid-19) di negara ini, membuat China menjadi wilayah yang mengalami dampak paling buruk jika dibandingkan dengan negara lain.



Selain korban meninggal mencapai ribuan jiwa, dampak lain adalah ditutupnya akses di beberapa kota, tidak beroperasinya berbagai pertokoan, kantor, sekolah, pasar, bank, dan fasilitas publik lainnya.

Hal ini mengakibatkan lumpuhnya aktivitas perekonomian China.

Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal pertama 2020 diperkirakan merosot tajam hingga 2% atau lebih.

Sebagai catatan, IMF memproyeksikan ekonomi China akan mencapai 6% pada 2020 (www.imf.org. IMF Datamapper: China, dikutip pada Kamis, 27 Februari 2020).

Proyeksi diatas tidak jauh berbeda dengan perkiraan WEF yang menyebutkan jika pertumbuhan ekonomi China hanya akan berada dikisaran 4.5%.

Beberapa survei bahkan menyatakan jika wabah ini tidak segera ditangani dengan baik, akan terdapat sekitar 34% dari 1,000 usaha kecil-menengah di China yang akan mengalami kebangkrutan (www.theguardian.com. Coronavirus ‘could cost global economy $1.1tn in lost income, Wednesday, February 19, 2020, dikutip pada Kamis, 27 Februari 2020).

Dampak Virus Corona pada Perekonomian Jepang.

Salah satu laporan menyebutkan jika perekonomian Jepang diperkirakan turun drastis pada triwulan pertama 2020, dan berpotensi mengalami resesi seperti yang pernah terjadi pada 2015.

Sementara usaha kecil-menengah terkena dampak berupa menurunnya omzet penjualan, sehingga pemerintah Jepang harus menyediakan dana tak kurang dari US$ 96 juta untuk membantu sektor ini.

Di sektor pariwisata terjadi pembatalan berbagai penerbangan dengan lebih dari 400 turis mancanegara (terutama dari China) hingga Maret 2020, yang mengakibatkan jatuhnya pendapatan dari sektor tersebut.

Pendapatan yang hilang dari sektor pariwisata diperkirakan mencapai US$ 1.29 miliar.

Disisi lain, banyak perusahaan Jepang yang berkedudukan di China terpaksa menghentikan produksinya untuk waktu yang belum bisa ditentukan (www.nytimes.com. Japan’s Economy Shrank Sharply, Now Comes the Coronavirus, Sunday, February 16, 2020, dikutip pada Kamis, 27 Februari 2020).

Laporan lain menyatakan risiko batalnya pesta olahraga multinegara, Olimpiade Musim Panas Tokyo 2020, yang sedianya akan diselenggarakan pada 24 Juli – 9 Agustus 2020.

Sebagai informasi, biaya investasi yang dianggarkan pemerintah Jepang untuk acara ini mencapai lebih dari US$ 25 miliar (www.time.com. Could the 2020 Tokyo Olympics Be a Victim of COVID-19, Thursday, February 20, 2020 dikutip pada Kamis, 27 Februari 2020).

Dampak Virus Corona pada Perekonomian Korea Selatan.

Di Korea Selatan, virus corona menyebar dengan sangat cepat.

Virus ini telah menyebabkan merosotnya konsumsi domestik, karena masyarakat cenderung mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Selain itu banyak pabrik yang menghentikan sementara produksinya, sehingga menurunkan kuantitas output yang tersedia. Akibat lanjutannya adalah berkurangnya persediaan barang dagangan di pasar, serta tidak tersedianya bahan baku untuk produksi.

Sementara pasar saham di negara ini secara umum mengalami penurunan signifikan, ditandai dengan indeks saham KOSPI yang merosot lebih dari 3%, serta nilai tukar won yang jatuh terhadap US$.

Disisi lain, angka ekspor Korea Selatan menurun hingga 6.1% hanya pada bulan Januari 2020 saja.

Sedangkan sektor pariwisata mengalami kerugian yang sangat besar, mengingat kedatangan turis dari China saja mampu menghasilkan lebih dari US$ 11.5 miliar.

Dengan batalnya berbagai penerbangan yang mengangkut turis tersebut, maka potensi pendapatan tersebut diperkirakan akan ikut hilang (dikutip dari berbagai sumber).

Dampak Virus Corona pada Perekonomian Global.

Laporan memperkirakan bahwa virus corona akan menjatuhkan output ekonomi global hingga US$ 1.1 triliun, jika terus menyebar ke berbagai negara (www.theguardian.com. Coronavirus ‘could cost global economy $1.1tn in lost income, Wednesday, February 19, 2020, dikutip pada Kamis, 27 Februari 2020).

Sementara ulasan lain menyebut jika penerbangan internasional akan mengalami kerugian sekitar US$ 4 – 5 miliar pada kuartal pertama 2020, akibat penundaan dan pembatalan penerbangan.

Selain itu permintaan minyak mentah dunia akan turun drastis, diperkirakan mencapai 435 ribu barrels pada kuartal pertama tahun ini.

Hal ini akan berimbas pada merosotnya harga minyak mentah, mengingat China yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia, menghentikan berbagai aktivitas ekonomi akibat merebaknya virus corona (www.weforum.org. The economic effects of the COVID-19 coronavirus around the world, Monday, February 17, 2020, dikutip pada Kamis, 27 Februari 2020).

Sementara dalam uraiannya, Direktur IMF menegaskan jika perekonomian global saat ini sedang menghadapi ketidakpastian.

Sebelumnya IMF memproyeksikan peningkatan pertumbuhan ekonomi global dari 2.9% di 2019 menjadi 3.3% pada 2020.

Setelah perlambatan ekonomi di 2019, ekonomi global sebenarnya mendapatkan kabar positif atas meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dengan China.

Namun dengan merebaknya virus corona, dikhawatirkan stabilitas ekonomi global akan kembali terguncang (www.blogs.imf.org. Finding Solid Footing for the Global Economy, Wednesday, February 19, 2020, dikutip pada Kamis, 27 Februari 2020).

Demikian ulasan terkait dampak virus corona (covid-19) pada perekonomian hingga saat ini. Kita akan terus memantau bagaimana kondisi perekonomian global kedepan akibat merebaknya virus ini. **



ARTIKEL TERKAIT :
Mencermati Kondisi Lingkungan Hidup di 2019 dan Tantangan Kedepan
Ancaman Nyata Kejahatan di Sektor Pangan (Food Crime)
Kesehatan, Pendidikan, dan Kesetaraan Gender dalam Sustainable Development Goals
Peranan Sektor Kesehatan dalam Pembangunan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar