ASEAN Dalam Perekonomian Global

Saturday, November 28, 2015

ASEAN Dalam Perekonomian Global

Setelah beberapa waktu lalu membahas tentang KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia, kali ini kita akan menelusuri lebih jauh mengenai potensi ASEAN dalam perekonomian global. Dari titik ini, kita akan melihat satu dimensi kekuatan baru, yakni ASEAN sebagai satu entitas, bukan lagi suatu wilayah yang terdiri dari beberapa negara.

Kita mulai dengan melihat data makroekonomi ASEAN (terdiri dari sepuluh negara: Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Myanmar, Laos, Kamboja, dan Vietnam). Data ini merupakan total data ekonomi masing-masing negara ASEAN dalam tahun kalender 2014.

ASEAN Dalam Perekonomian Global
Dikutip dari ASEAN statistics dalam situs resmi www.asean.org, produk domestik bruto (PDB) dari kesepuluh negara ASEAN pada 2014 adalah sebesar US$ 2.57 triliun dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 4.7%. PDB tersebut masuk dalam urutan tujuh besar perekonomian dunia. Besarnya angka PDB ini diharapkan menjadi salah satu tolok ukur ASEAN untuk bersaing dengan negara-negara maju seperti China, Jepang, Jerman, dan Inggris.

Kemudian dari lalu-lintas perdagangan barang, total ekspor ASEAN senilai US$ 1.29 triliun, sementara untuk angka impor sebesar US$ 1.23 triliun. Yang tidak kalah menarik adalah daftar pengunjung (visitor) yang datang ke wilayah ASEAN pada 2014 adalah sebanyak lebih dari 105 juta jiwa. Angka ini menunjukkan betapa besar potensi ASEAN, baik disektor perdagangan, pariwisata, maupun jasa.

Disamping itu, dengan total populasi yang tercatat lebih dari 620 juta jiwa, ASEAN tak pelak lagi menjadi satu pasar yang sangat potensial, baik dari sisi konsumsi maupun investasi. Sebagai tambahan, angka ini menunjukkan bahwa ASEAN berpotensi menyumbang angka tenaga kerja produktif yang melimpah bagi industri-industri yang melakukan investasi di ASEAN.

Ketika perekonomian global mengalami penurunan, ditandai dengan perlambatan ekonomi Jepang, China, dan beberapa negara Eropa, pada saat yang sama ASEAN sedang berbenah diri melalui integrasi ekonomi dan pembentukan pasar tunggal. Hal ini membuat ASEAN dilirik negara-negara mitra strategis untuk diajak bekerjasama dalam perdagangan, ekonomi, dan bidang terkait lainnya, terbukti dengan adanya kesepakatan-kesepakatan antara ASEAN dengan negara mitra dalam KTT ASEAN yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Selain itu, pasar bebas ASEAN memiliki beberapa keunikan, antara lain dari keanekaragaman masyarakat ditinjau dari suku bangsa, agama, maupun kebudayaan. Heterogenitas ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama disektor pariwisata; belum lagi perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan berbagai macam produk kreatif, yang diharapkan menjadi salah satu ujung tombak dalam menarik minat wisatawan asing.

Adapun faktor penting dalam memenangkan persaingan global antara lain:
  • adanya reformasi struktural, meliputi prinsip tata kelola pemerintahan yang terbuka dan bebas penyelewengan (good governance), transparansi kebijakan publik, serta penguatan stabilitas makroekonomi, sehingga menciptakan iklim investasi dan bisnis yang berkembang dalam persaingan sehat.
  • kemampuan berinovasi dan pengembangan riset yang berkelanjutan, meliputi variasi produk, jaringan pemasaran, efisiensi dan efektivitas produksi, serta kegiatan penunjang lainnya.
  • kemampuan mengelola lingkungan, yakni adanya keseimbangan antara pemanfaatan hasil alam (eksploitasi) dengan pemeliharaan dan pemulihan (konservasi), untuk mewujudkan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Sebagai penutup, apabila mampu menunjukkan identitas diri sebagai sebuah entitas yang utuh, integral, dan terbuka, ASEAN dipastikan  mampu memainkan peran penting dalam kancah perekonomian global. **
ARTIKEL TERKAIT :
Menelisik Hubungan Kerjasama ASEAN-Amerika Serikat
Memaknai Kerjasama Multilateral ASEAN-Rusia
Perdamaian, Keadilan, dan Kerjasama Global untuk Pembangunan Jangka Panjang
Menyimak KTT ASEAN ke-27: Our People, Our Community, Our Vision

No comments:

Post a Comment