Kesehatan, Pendidikan, dan Kesetaraan Gender dalam Sustainable Development Goals

Thursday, January 7, 2016

Kesehatan, Pendidikan, dan Kesetaraan Gender dalam Sustainable Development Goals

Artikel ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul Sustainable Development Goals: menuju pembangunan yang berkesinambungan. Bila di artikel sebelumnya, kita merangkum dua tujuan utama SDGs, kali ini kita akan menyajikan beberapa tujuan berikutnya.

Dalam upaya mewujudkan agenda besar 2030, Perserikatan Bangsa-Bangsa mencantumkan beberapa visi yang dimilikinya. Dalam visi tersebut antara lain disebutkan keinginan untuk melihat dunia bebas dari kemiskinan, kelaparan, penyakit, serta bebas dari rasa takut dan kekerasan. Ada pula keinginan untuk melihat dunia yang melek huruf secara global.

Kesehatan, Pendidikan, dan Kesetaraan Gender dalam Sustainable Development Goals
Selain itu ada kehendak untuk melihat dunia dalam kesetaraan, akses kepada pendidikan yang berkualitas, akses kepada layanan kesehatan (terhadap fisik, mental dan kondisi sosial) serta perlindungan sosial.

Kemudian ada visi untuk melihat dunia yang berkomitmen terhadap hak manusia untuk memperoleh air minum dan sanitasi yang sehat, aman, serta terjangkau dari sisi biaya, serta ketersediaan energi dalam jangka panjang (the United Nations, Transforming Our World: The 2030 Agenda For Sustainable Development, The United Nation Summit, 2015).

Berikut adalah beberapa tujuan utama SDGs beserta dengan target-targetnya:

Tujuan Ketiga, memastikan kehidupan yang sehat dan mempromosikan kesehatan untuk semua individu pada setiap tingkatan usia. Target-target yang hendak dicapai adalah:
  • mengurangi rasio tingkat kematian sampai dengan kurang dari 70 kematian per 100 ribu angka kelahiran.
  • mencegah kematian pada bayi baru lahir dan anak usia kurang dari lima tahun.
  • mengeliminasi epidemi penyakit AIDS, tuberkulosis, malaria, serta penyakit tropis dan hepatitis, dan penyakit menular lainnya.
  • mengurangi sampai dengan sepertiga kasus kematian akibat penyakit tidak menular, melalui pencegahan dan perawatan, serta mempromosikan kesehatan mental.
  • memperkuat pencegahan dan perawatan atas korban obat-obatan sejenis narkotika dan alkohol.
  • mengurangi dampak kematian akibat kecelakaan di jalan.
  • memastikan akses universal kepada layanan kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi, termasuk keluarga berencana, pendidikan dan informasi tentang kesehatan seksual, serta terintegrasinya masalah kesehatan reproduksi dalam program dan strategi nasional.
  • mewujudkan cakupan kesehatan universal, termasuk perlindungan risiko finansial, akses pada layanan kesehatan umum, serta akses kepada obat-obatan dan vaksin yang aman, berkualitas, dan terjangkau.
  • mengurangi angka kematian dan penyakit yang ditimbulkan oleh bahan kimia beracun, serta air, udara, dan tanah yang terkontaminasi polusi.
  • memperkuat implementasi agenda WHO Framework Convention on Tobbaco Control, dalam hal pembatasan dan pengaturan terhadap rokok dan sejenisnya disetiap negara.
  • mendukung riset dan pengembangan atas vaksin dan obat-obatan, serta memberikan akses terhadap vaksin dan obat-obatan tersebut dengan biaya terjangkau sesuai dengan kesepakatan dalam the Doha Declaration.
  • meningkatkan rekrutmen, pengembangan, dan pelatihan untuk tenaga kesehatan, khususnya di negara-negara yang sedang berkembang.
  • meningkatkan kapasitas setiap negara, khususnya dalam peringatan dini, pengurangan risiko, dan manajemen terhadap masalah kesehatan nasional dan global.

Tujuan Keempat, memastikan pendidikan yang terbuka dan setara, serta mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua pihak. Target-target yang hendak diwujudkan adalah:
  • memastikan bahwa semua anak perempuan dan laki-laki mendapatkan pendidikan dasar dan menengah yang berkualitas.
  • memastikan bahwa semua anak perempuan dan laki-laki usia dini memperoleh pengembangan diri yang berkualitas serta kesempatan pendidikan pra-sekolah, sehingga memiliki persiapan pada saat menempuh pendidikan dasar.
  • memastikan akses yang setara antara perempuan dan laki-laki dalam mendapatkan pendidikan tingkat atas, termasuk universitas.
  • meningkatkan jumlah anak muda dan dewasa yang memiliki keterampilan untuk digunakan dalam dunia kerja maupun berwirausaha.
  • mengeliminasi disparitas gender dalam pendidikan serta memastikan akses yang setara dalam setiap level pendidikan dan pelatihan, termasuk kepada penyandang disabilitas.
  • memastikan bahwa kaum muda dan dewasa mencapai tingkat literasi (melek huruf dan angka).
  • memastikan semua pihak memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam hal hak asasi manusia, kesetaraan gender, kebudayaan yang penuh kedamaian dan anti-kekerasan, serta apresiasi terhadap keanekaragaman budaya.
  • membangun dan mengembangkan fasilitas pendidikan yang bersahabat untuk anak-anak, penyandang disabilitas, dan terbuka bagi semua.
  • memperbanyak jumlah penerima beasiswa (khususnya untuk negara belum berkembang/LDCs) supaya bisa meraih pendidikan yang lebih tinggi.
  • memperbanyak jumlah tenaga pengajar melalui kerjasama internasional dalam rangka pelatihan tenaga pengajar, terutama untuk negara yang belum berkembang.

Tujuan Kelima, mencapai kesetaraan gender dan upaya memberdayakan perempuan. Adapun target-targetnya ialah:
  • mengakhiri semua bentuk diskriminasi terhadap perempuan.
  • mengeliminasi segala tindak kekerasan terhadap perempuan diruang privat maupun publik, termasuk ekploitasi seksual dan perdagangan perempuan.
  • mengeliminasi praktik membahayakan seperti pemaksaan perkawinan usia dini dan mutilasi organ seksual perempuan.
  • menyadari dan menghargai pekerjaan domestik perempuan dengan memberikan kebijakan perlindungan sosial, serta penanaman kesadaran akan pembagian tanggungjawab dalam kehidupan berumah tangga.
  • memastikan kesempatan berkembang yang setara bagi perempuan dalam partisipasi dan kepemimpinan pada setiap level pengambilan keputusan, baik dibidang politik, ekonomi, dan kehidupan bermasyarakat.
  • memastikan ketersediaan akses untuk layanan kesehatan seksual dan reproduksi.
  • melaksanakan reformasi untuk memberikan kesempatan pada perempuan mendapatkan akses pada sumberdaya ekonomi serta kepemilikan atas tanah dan properti, warisan, serta sumberdaya alam sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • meningkatkan penggunaan teknologi, khususnya teknologi komunikasi dan informasi untuk mempromosikan pemberdayaan perempuan.
  • memperkuat kebijakan yang menyuarakan kesetaraan gender dan upaya pemberdayaan perempuan.

Sebagai kesimpulan, isu kesehatan, pendidikan, serta kesetaraan gender merupakan bagian penting dalam agenda besar SDGs, artinya solusi atas isu-isu tersebut dipercaya mampu menyelesaikan sebagian permasalahan riil ditingkat nasional maupun global. Untuk tujuan SDGs yang lain akan kita sajikan pada tulisan berikutnya. **
ARTIKEL TERKAIT :
Hakikat Pembangunan Manusia (Human Development)
Pembangunan Berperspektif Kesetaraan Gender (Gender Equality)
Kesehatan sebagai Investasi Pembangunan
Pendidikan dalam Pembangunan

No comments:

Post a Comment