Sabtu, 16 Januari 2016

SDGs: Perdamaian, Keadilan, dan Kerjasama Global untuk Pembangunan Jangka Panjang

Artikel ini merupakan rangkaian terakhir dari seluruhan tujuan the Sustainable Development Goals (SDGs) yang berjumlah 17 beserta dengan target-target yang hendak dicapai. Diharapkan agenda SDGs bisa memberi arah bagi terciptanya pembangunan jangka panjang yang selaras dengan perlindungan lingkungan, tercapainya kesetaraan, serta pencegahan kerusakan elemen penting kehidupan.

SDGs: Perdamaian, Keadilan, dan Kerjasama Global untuk Pembangunan Jangka Panjang
PBB menyatakan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak akan terwujud tanpa adanya perdamaian dan rasa aman; sebaliknya, perdamaian dan rasa aman akan berada dalam risiko bila tak disertai pembangunan yang berkelanjutan.

Agenda SDGs menekankan pentingnya membangun perdamaian, keadilan, dan masyarakat yang toleran berdasarkan penghormatan pada hak asasi manusia.



Faktor-faktor yang menimbulkan kekerasan, keadaan tidak aman dan ketidakadilan, seperti korupsi serta tata kelola pemerintahan yang buruk harus dicari solusinya. Selain itu harus ada upaya menyelesaikan atau mencegah konflik yang mungkin terjadi.

Berikutnya diperlukan usaha membangun saling pengertian antar-budaya, toleransi, etika, serta tanggungjawab bersama.

Yang tak kalah penting adalah penghargaan terhadap perbedaan karakteristik dan budaya dari berbagai wilayah, serta kesadaran bahwa semua kebudayaan dan peradaban berkontribusi terhadap pembangunan jangka panjang (United Nations. Transforming Our World: The 2030 Agenda For Sustainable Development Goals, The United Nations Sustainable Development Summit, 2015).

Berikut ini tujuan ke-16 dan ke-17 SDGs dengan target-targetnya:

Tujuan Ke-16, mempromosikan perdamaian dan masyarakat toleran untuk pembangunan berkelanjutan, memberikan akses untuk keadilan bagi semua, serta membangun institusi yang efektif, terbuka, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Target-targetnya antara lain:
  • mengurangi segala bentuk kekerasan dan kejahatan yang mengakibatkan kematian.
  • mengakhiri pelecehan, eksploitasi, perdagangan, serta segala bentuk kekerasan dan penyiksaan pada anak-anak.
  • mempromosikan kesepakatan nasional dan internasional dalam memastikan keadilan untuk semua pihak.
  • mengurangi praktik keuangan kotor, memperkuat perbaikan dan pengembalian aset-aset curian, serta melawan segala bentuk kejahatan terorganisir.
  • mengurangi korupsi dan penyuapan dalam segala bentuk.
  • mengembangkan institusi yang transparan, efektif, dan bisa dipertanggungjawabkan.
  • memastikan pengambilan keputusan yang responsif, terbuka, dan partisipatif disetiap level.
  • mengembangkan dan memperkuat partisipasi negara-negara sedang berkembang dalam tata kelola pemerintahan global.
  • memberikan identitas legal, termasuk dalam kaitan dengan registrasi kelahiran.
  • memastikan akses publik atas informasi dan melindungi kebebasan dasar sesuai dengan kesepakatan internasional dan legislasi nasional.
  • memperkuat institusi nasional melalui kerjasama internasional, terutama di negara-negara berkembang untuk mencegah terjadinya kekerasan, serta melawan terorisme dan kejahatan.
  • mempromosikan serta mendorong hukum dan kebijakan yang tidak diskriminatif.

Tujuan Ke-17, memperkuat instrumen untuk mengimplementasikan dan merevitalisasi kerjasama global dalam rangka pembangunan jangka panjang.

Berikut target-targetnya:

1. Keuangan:
  • memperkuat sumber keuangan domestik, termasuk melalui dukungan internasional pada negara berkembang untuk meningkatkan penerimaan pajak dan penerimaan lainnya.
  • negara-negara maju mesti melaksanakan komitmen membantu negara-negara berkembang dan negara belum berkembang melalui skema Official Development Assistance (ODA).
  • mempersiapkan sumber keuangan tambahan yang berasal dari berbagai sektor.
  • membantu negara berkembang dalam kaitan dengan utang jangka panjang melalui kebijakan restrukturisasi utang, serta membantu mengurangi beban negara miskin atas utang-utang yang dimilikinya.
  • mengadopsi dan mengimplementasikan investasi, terutama untuk negara belum berkembang.
2. Teknologi:
  • meningkatkan kerjasama regional dan internasional, serta akses kepada ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, serta meningkatkan kerjasama dalam penyebaran pengetahuan.
  • mempromosikan pembangunan, transfer dan penyebaran teknologi ramah lingkungan pada negara sedang berkembang.
  • mengoperasikan penerapan teknologi, mengembangkan kapasitas ilmu pengetahuan serta teknologi dan inovasi, dan mengembangkan pemanfaatan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi.
3. Pengembangan Kapasitas:
  • meningkatkan dukungan internasional dalam melaksanakan pengembangan kapasitas di negara berkembang untuk mendukung rencana nasional menuju pembangunan yang berkesinambungan.
4. Perdagangan:
  • mempromosikan sistem perdagangan yang universal, berdasarkan kesepakatan, non-diskriminasi, dan berkeadilan, dibawah persetujuan the World Trade Organization (WTO).
  • meningkatkan ekspor negara-negara sedang berkembang dan negara-negara belum berkembang.
  • menekankan pelaksanaan aturan bebas bea dan pemberian kuota dalam memasuki pasar bebas, terutama untuk negara belum berkembang sesuai ketentuan WTO.
5. Kebijakan mengenai persoalan sistemik dan institusi:
  • meningkatkan stabilitas makroekonomi global, termasuk melalui koordinasi dan keterpaduan kebijakan.
  • meningkatkan kebijakan terpadu untuk pembangunan jangka panjang.
  • menghormati kebijakan setiap negara dalam rangka melaksanakan progam pengentasan kemiskinan dan program pembangunan jangka panjang.
6. Kemitraan berbagai pihak (multi-stakeholder):
  • meningkatkan kemitraan global menuju pencapaian pembangunan jangka panjang, melalui kerjasama berbagai pihak dengan mobilisasi dan saling berbagi ilmu pengetahuan, keahlian, teknologi, serta sumber keuangan untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan jangka panjang.
  • mendukung dan mempromosikan kerjasama masyarakat, pemerintah, dan individu, serta membangun strategi kemitraan yang handal.
7. Data, pengawasan, dan akuntabilitas:
  • meningkatkan pengembangan kapasitas untuk mendukung negara berkembang dalam rangka peningkatan data yang berkualitas dan terpercaya, menyangkut income, gender, umur, suku bangsa, status migrasi, lokasi geografis, dan karakteristik lain yang relevan.
  • membangun inisiatif untuk mengembangkan alat ukur bagi perkembangan pembangunan yang melengkapi data GDP, dan mendukung pengembangan kapasitas data statistik di negara berkembang.
Demikian keseluruhan rangkaian artikel terkait tujuan dan target yang hendak diwujudkan dalam SDGs. **


ARTIKEL TERKAIT :
Melihat Progress Pelaksanaan Agenda the Sustainable Development Goals (SDGs)
Mencermati Persoalan Imigrasi (International Immigration)
Teori dan Konsep Dasar Negara Kesejahteraan (Welfare State)
Tantangan UNDP Mewujudkan Agenda the Sustainable Development Goals (SDGs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar