Kamis, 28 April 2016

Mengenal the Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), penggali ladang minyak dunia

Sejak lebih dari tujuh dekade terakhir, minyak bumi menjadi salah satu elemen penting dalam perekonomian global. Perannya sebagai bahan bakar untuk industri manufaktur, listrik, hingga transportasi, membuatnya menjadi ‘nyawa’ yang menyokong pertumbuhan ekonomi negara.

OPEC: menggali ladang minyak dunia
Terlebih lagi apabila melihat bahwa kebutuhan minyak bumi terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data, kebutuhan minyak mentah (crude oil) pada 2016 diperkirakan berada diangka 94.2 juta barrel per hari, meningkat sebesar 1.2 juta barrel dari tahun sebelumnya (OPEC. Monthly Oil Market Report, 10 February 2016).

Selasa, 26 April 2016

Memahami Arti dan Dampak Pemanasan Global (Global Warming)

Isu pemanasan global (global warming) menjadi perhatian penting sejak beberapa dekade terakhir, terutama karena dampak yang diakibatkan oleh pemanasan global itu secara langsung mempengaruhi eksistensi lingkungan dan kehidupan manusia.

Bilamana Bumi Meleleh: hakikat dan dampak global warming
Dimasukkannya masalah pemanasan global dan perubahan iklim pada agenda besar the Sustainable Development Goals (SDGs), serta dipromosikannya berbagai bentuk kerjasama dan kesepakatan internasional menunjukkan urgensi dari persoalan tersebut.

Sabtu, 23 April 2016

Memahami Fungsi dan Kondisi Hutan Mangrove Dunia

Hari Bumi (Earth Day) yang diperingati setiap 22 April menjadi momentum sekaligus peringatan yang menunjukkan betapa seriusnya permasalahan lingkungan hidup.

Melihat Nasib Hutan Mangrove
Isu perubahan cuaca yang ekstrim, pemanasan suhu secara global (global warming), serta kerusakan ekosistem laut, tanah, hutan, dan air, mesti mendapatkan perhatian yang lebih intensif, apalagi mengingat bahwa problem lingkungan hidup merupakan salah satu isu penting yang termuat dalam kampanye program the Sustainable Development Goals (SDGs).

Kamis, 21 April 2016

Upaya Memberantas Tindak Kejahatan Pencucian Uang (Anti-money laundering)

Melanjutkan ulasan sebelumnya tentang money laundering, kali ini kita akan membahas mengenai upaya pemberantasan kejahatan pencucian uang.

Salah satu bentuk kerjasama antar negara yang ditujukan untuk memberantas kejahatan money laundering adalah the Financial Action Task Force (FATF). FATF beranggotakan 35 negara, dua lembaga antar negara, yakni the European Commission dan the Gulf Co-operation Council, serta beberapa organisasi peninjau (observer) seperti the International Monetary Fund (IMF) dan the World Bank (www.fatf-gafi.org).

Upaya Memberantas Tindak Kejahatan Pencucian Uang (Anti-money laundering)
Selain organisasi FATF, terdapat beberapa negara yang beraliansi membentuk gugus tugas secara bersama-sama untuk menanggulangi tindak kejahatan pencucian uang, diantaranya the Asia-Pacific Group on Money Laundering, the Caribbean Financial Action Task Force, the Council of Europe Select Committee of Experts on the Evaluation of Anti-Money Laundering Measures, the Eastern and Southern Africa Anti-Money Laundering Group, dan beberapa institusi lainnya.

Selasa, 19 April 2016

Memahami Konsep Money Laundering

Money Laundering merupakan tindak kejahatan serius, bahkan sudah termasuk dalam kejahatan transnasional. Banyaknya negara yang bekerjasama untuk memberantas kegiatan money laundering menjadi bukti betapa besar dampak kerugian yang ditimbulkan oleh aktivitas tersebut. Artikel ini akan memberikan gambaran umum mengenai konsep money laundering (tindak kejahatan pencucian uang).

Memahami Konsep Money Laundering
Pertama-tama kita akan merujuk pada salah satu sumber referensi untuk memahami definisi money laundering.

Menurut situs resmi organisasi kepolisian internasional (Interpol), money laundering didefinisikan sebagai: “any act or attempted act to conceal or disguise the identity of illegally obtained proceeds so that they appear to have originated from legitimate sources.” (www.interpol.int).

Kamis, 14 April 2016

Peran WTO (the World Trade Organization) dalam Membangun Kerjasama Perdagangan Internasional

Pada kesempatan kali kita akan membahas salah satu topik yang berkaitan dengan perdagangan internasional (international trade), yakni menyangkut tata kelola dan kesepakatan bersama dalam transaksi produk dan/atau jasa antar negara.

Peran WTO (the World Trade Organization) dalam Membangun Kerjasama Perdagangan Internasional
Dalam rangka melaksanakan ketentuan-ketentuan mengenai perdagangan internasional agar berjalan dengan terbuka dan adil, maka diperlukan satu institusi yang memiliki fungsi sebagai jembatan untuk memperlancar perdagangan antar negara.

Selasa, 12 April 2016

Memahami Penyebab Bencana Kekeringan dan Dampaknya bagi Kehidupan

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, kekeringan (drought) melanda berbagai negara di dunia, termasuk Afrika Selatan, India, China, Rusia, Australia, dan Indonesia. Beberapa hal memicu terjadinya peristiwa tersebut, yang paling lazim adalah karena perubahan iklim (climate change). Akan tetapi ada juga faktor tata kelola lingkungan hidup yang salah, sehingga mengubah keseimbangan lingkungan dan pada gilirannya mempengaruhi perubahan cuaca.

Ketika Bencana Kekeringan Melanda
Menurut pemaparan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bencana kekeringan di Indonesia yang terjadi pada 2015 terutama diakibatkan oleh adanya El-Nino.

Sabtu, 09 April 2016

Mengenang Kembali Krisis Ekonomi Asia 1997-1998

Artikel ini akan mereview permasalahan yang terjadi pada krisis ekonomi 1997-1998 yang menimpa negara-negara di kawasan Asia, diantaranya Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Berbagai pendapat, argumentasi, dan teori konspirasi mewarnai diskusi-diskusi tentang peristiwa ini. Namun demikian, tinjauan dari sudut pandang ekonomi akan menjadi titik sentral tulisan ini.

Mengenang Kembali Krisis Ekonomi Asia 1997-1998
Pertengahan 1997 menjadi sejarah kelam perekonomian negara-negara di benua Asia, mengingat pada saat itu terjadi krisis moneter atau krisis ekonomi yang berdampak luas pada stabilitas makroekonomi dan kehidupan masyarakat.

Kamis, 07 April 2016

Seputar Terbentuknya Bank Dunia (The World Bank)

Selain menjadi awal terbentuknya the International Monetary Fund (IMF), pertemuan di Bretton Woods pada Juli 1944 telah menghasilkan kesepakatan untuk mendirikan instituisi yang bertugas untuk mempromosikan pembangunan ekonomi jangka panjang serta mengupayakan pengentasan kemiskinan melalui bantuan teknis dan finansial, terutama pada sektor-sektor publik, seperti pembangunan sarana pendidikan dan pusat kesehatan, penyediaan listrik dan air, penanggulangan penyakit, serta pelestarian lingkungan.

Seputar Terbentuknya Bank Dunia (The World Bank)
Berdasarkan maksud tersebut, dibentuklah institusi Bank Dunia atau the World Bank (pada awalnya bernama the International Bank for Reconstruction and Development/IBRD).

Selasa, 05 April 2016

Sejarah Terbentuknya The International Monetary Fund (IMF): misi dan kontroversi

Menjelang berakhirnya perang dunia kedua, tepatnya pada Juli 1944, perwakilan negara yang terlibat dalam peperangan seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, dan beberapa negara lain mengadakan pertemuan di Bretton Woods, Amerika Serikat.

The International Monetary Fund: misi dan kontroversi
Pertemuan tersebut membicarakan tentang pembangunan perekonomian pasca perang serta penyusunan tata kelola sistem keuangan global. Dari sinilah cikal bakal institusi multinasional terbentuk, yakni Dana Moneter Internasional (the International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia (the World Bank). Untuk bahasan kali ini akan mengulas tentang International Monetary Fund.