Selasa, 31 Mei 2016

Tantangan UNDP Mewujudkan Agenda the Sustainable Development Goals (SDGs)

Salah satu acuan utama program pembangunan jangka panjang adalah the Sustainable Development Goals (SDGs). Bisa dikatakan bahwa tujuan yang tertuang di setiap poin dalam SDGs menjadi peta sekaligus mercusuar yang menunjukkan arah pembangunan berkelanjutan, setidaknya hingga 2030. Artikel ini akan membahas salah satu badan internasional yang bertugas mewujudkan cita-cita pembangunan berkesinambungan diseluruh dunia, yakni the United Nations Development Programme (UNDP).

Tantangan UNDP Mewujudkan Agenda the Sustainable Development Goals (SDGs)
The United Nations Development Programme (UNDP) merupakan salah satu badan dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bekerja untuk mencari solusi atas permasalahan pembangunan di tingkat nasional maupun global.

Kamis, 26 Mei 2016

Dinamika Forum Kerjasama APEC dalam Mewujudkan Kesejahteraan Kawasan

Konektivitas antar negara telah memasuki banyak aspek kehidupan. Apabila pada abad ke-19 sampai dengan awal abad ke-20, kerjasama internasional menitikberatkan pada masalah politik dan pertahanan-keamanan, kini ruang lingkup kerjasama meluas pada isu-isu besar lain, seperti perdagangan, investasi, lingkungan, dan kebudayaan. Salah satu bentuk kerjasama antar negara yang dilandasi oleh letak strategis kawasan adalah the Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang akan kita ulas pada artikel ini.

Dinamika Forum Kerjasama APEC dalam Mewujudkan Kesejahteraan Kawasan
Sesuai data yang dimuat pada situs resminya, APEC merupakan forum ekonomi regional yang dibentuk pada 1989, dalam rangka meningkatkan konektivitas kawasan Asia-Pasifik.

Selasa, 24 Mei 2016

Sejarah dan Peran G7 (the Group of Seven) dalam Tata Kelola Perekonomian Dunia

Kerjasama multi negara telah lama digaungkan dan berlangsung hingga kini. Kesadaran akan saling ketergantungan dalam perdagangan, investasi, ekonomi, dan keamanan, membuat negara-negara membangun aliansi untuk kepentingan bersama. ASEAN dan the Trans-Pacific Partnership (TPP) merupakan beberapa contoh bentuk kerjasama antar negara dengan tujuan tertentu. Kali ini kita akan membahas salah satu bentuk kerjasama antar negara yang dikenal dengan istilah the Group of Seven (G7).

Sejarah dan Peran G7 (the Group of Seven) dalam Tata Kelola Perekonomian Dunia
Dilihat dari sejarahnya, proses kerjasama kelompok G7 melalui fase yang panjang.

Adapun alasan yang menjadi dasar terbentuknya G7 antara lain tersebut dibawah ini.

Sabtu, 21 Mei 2016

Memaknai Kerjasama Multilateral ASEAN-Rusia

19-20 Mei 2016 menjadi salah satu momen penting dalam kerjasama antara ASEAN dengan Rusia (the Russian Federation), karena pada saat itu terjadi pertemuan puncak pemimpin negara-negara ASEAN dengan pemimpin Rusia (the 3rd ASEAN-Russia Summit). Adapun pertemuan tersebut dimaksudkan untuk mempertegas kerjasama multilateral dalam kemitraan strategis. Oleh karenanya, artikel ini akan mengulas arti penting kerjasama antara ASEAN dengan Rusia.

Memaknai Kerjasama Multilateral ASEAN-Rusia
Pertama-tama kita akan melihat data ekonomi ASEAN maupun Rusia. Menurut data yang tercantum dalam situs resmi ASEAN, jumlah populasi penduduk sepuluh anggota ASEAN pada 2014 kurang lebih mencapai 620 juta jiwa, dengan total GDP sebesar US$ 2.57 triliun pada tahun yang sama. Adapun pertumbuhan GDP rata-rata tercatat sebesar 4.7% (www.asean.org).

Kamis, 19 Mei 2016

Konsep Perestroika dan Glasnost, Transformasi ala Negeri Beruang Merah

Dalam setiap pengenalan ide atau konsep baru, tidak jarang timbul pro-kontra antara mereka yang memegang teguh prinsip-prinsip lama dan menolak ide tersebut, dengan yang mendukung adanya perubahan. Demikian pula yang terjadi di negara Uni Soviet (the Union of Soviet Socialist Republics/USSR) pada saat diperkenalkannya perestroika dan glasnost. Artikel ini akan menyajikan pemahaman dasar mengenai konsep perestroika dan glasnost yang diperkenalkan oleh salah satu tokoh penting Uni Soviet kala itu, sekaligus pemenang Nobel perdamaian 1990, yakni Mikhail Sergeyevich Gorbachev.

Perestroika dan Glasnost, Transformasi ala Negeri Beruang Merah
Mengingat luasnya ruang lingkup diskusi tentang dua konsep tersebut, maka tulisan ini membatasi ulasan pada hal-hal yang berkaitan dengan sosial-ekonomi.

Selasa, 17 Mei 2016

Ketika Sistem Perekonomian Tertutup Menjadi Pilihan: meninjau perekonomian Korea Utara

Membatasi kerjasama perdagangan internasioanal, antipati terhadap investasi asing, dan terlalu curiga pada sistem perekonomian terbuka, membawa konsekuensi terasingnya perekonomian domestik suatu negara.

Ketika Sistem Perekonomian Tertutup Menjadi Pilihan: tinjauan ekonomi Korea Utara
Artikel ini membahas kondisi negara yang menganut sistem perekonomian yang cenderung tertutup, Korea Utara (the Democratic People’s Republic of Korea).

Pertama-tama kita akan melihat data terkait negara ini. Bank Dunia mengkategorikan Korea Utara dalam kelompok low-income country (sebagai catatan: karena terbatasnya akses data, Bank Dunia tidak menyebutkan besaran angka).

Kamis, 12 Mei 2016

Mencermati Krisis Ekonomi Yunani

Masalah perekonomian di dunia modern sangat menarik untuk dijadikan bahan kajian studi. Setelah sebelumnya mengulas tentang fenomena hiperinflasi di Zimbabwe, pada artikel ini kita akan belajar mengenai krisis ekonomi di Yunani, yang juga menyita perhatian dunia internasional.

Mencermati Krisis Ekonomi Yunani
Pertama-tama kita akan melihat data-data mengenai negara Yunani. Secara geografis, Yunani terletak di bagian selatan benua Eropa. Adapun luas area negara tersebut berkisar di angka 131.95 km2, dengan total populasi penduduk kurang lebih 11.12 juta jiwa pada 2015 (www.data.un.org).

Selasa, 10 Mei 2016

Memahami Fenomena Hiperinflasi (Hyperinflation) di Perekonomian Modern: kasus Zimbabwe

Dalam kajian ekonomi, istilah inflasi merupakan salah satu yang umum ditemui. Pada praktiknya pun, inflasi selalu menjadi perhatian serius, baik bagi otoritas fiskal maupun moneter, mengingat angka inflasi merupakan salah satu petunjuk penting sejauh mana perekonomian suatu negara melaju.

Memahami Kasus Hiperinflasi di Perekonomian Modern
Namun demikian ada satu fenomena yang meskipun sangat jarang terjadi di dunia ekonomi modern, sangat layak untuk dijadikan pengetahuan tentang bagaimana mengelola perekonomian negara.

Kamis, 05 Mei 2016

Mengenal Disaster Management, Melihat Cara Jepang Menangani Bencana Alam

Secara geografis, negara Jepang berada dalam posisi yang rentan terhadap bencana alam, hal ini mengklasifikasikannya kedalam salah satu negara dengan kejadian bencana paling sering terjadi di dunia. Menurut catatan, Jepang sering mengalami gempa bumi dengan kekuatan rata-rata diatas 6 pada skala richter. Selain gempa, bencana alam yang sering terjadi di Jepang adalah tsunami, badai topan, erupsi gunung berapi, banjir, serta tanah longsor.

Mengenal Disaster Management, Melihat Cara Jepang Menangani Bencana Alam
Namun demikian, Jepang terkenal memiliki manajemen tanggap bencana (disaster management) yang sangat efektif, sehingga selalu cepat dalam menangani korban bencana, mengurangi dampak bencana, serta melakukan recovery pasca bencana.

Selasa, 03 Mei 2016

Mencegah dan Menanggulangi Bencana Banjir

Ulasan kali ini berkaitan dengan permasalahan lingkungan, khususnya mengenai bencana (disaster). Apabila pada tulisan sebelumnya kita membahas mengenai bencana kekeringan, maka artikel ini akan membicarakan tentang bencana banjir (flood disaster).

Mencegah dan Menanggulangi Bencana Banjir
Pertama-tama kita perlu memahami terlebih dahulu tentang pengertian banjir. Pada hakikatnya, banjir merupakan peristiwa alam dimana kuantitas air pada permukaan tanah melebihi ambang batas normal.