Selasa, 16 April 2019

Mengenal Konsep Society 5.0

Perkembangan teknologi telah mengubah pola hidup individu dan relasi sosial. Keunggulan-keunggulan yang ditawarkan oleh temuan teknologi banyak membawa dampak positif diberbagai aspek kehidupan.

Mengenal Konsep Society 5.0 - www.ajarekonomi.com
Salah satu gagasan yang muncul akibat kemajuan teknologi adalah konsep society 5.0. Oleh karenanya, pada materi ini kita akan membahas berbagai hal yang terkait dengan konsep society 5.0.

1. PENGERTIAN SOCIETY 5.O.

Pada prinsipnya, society 5.0 merupakan tatanan kehidupan bermasyarakat, dimana setiap tantangan yang terdapat didalamnya bisa diselesaikan melalui perpaduan inovasi dari berbagai unsur yang terdapat pada revolusi industri 4.0, misalnya penerapan artificial intelligence (AI), teknologi robotik, big data analysis, serta sharing economy.



Perpaduan tersebut dipercaya mampu berperan aktif dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial, sehingga setiap upaya yang tercermin dalam produk dan layanan masyarakat bisa diberikan secara kontinyu, dengan tujuan akhir berupa terciptanya tatanan kehidupan sosial yang konstruktif dan berkesinambungan (dikenal dengan istilah super-smart society).

Society 5.0 merupakan strategi pemerintah Jepang, tertuang dalam Investments for the Future Strategy 2017, yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan kualitas masyarakat, melalui reformasi gaya hidup dan pendayagunaan sumberdaya manusia.

Disamping itu, pelaksanaan program society 5.0 diyakini akan mendukung terwujudnya agenda the Sustainable Development Goals (SDGs).

Society 5.0 juga merupakan salah satu agenda utama yang akan dikemukakan dalam KTT G20 Osaka, Jepang, pada 28-29 Juni 2019.

2. PERIODISASI TATA KEHIDUPAN SOSIAL.

Secara konseptual, periodisasi tata kehidupan masyarakat sebelum munculnya society 5.0 adalah sebagai berikut:
  1. Society 1.0 atau periode kehidupan berburu, merupakan kondisi dimana masyarakat masih mengandalkan kerjasama untuk mencari dan menemukan makanan pokok sebagai penunjang kehidupan. Periode ini dimulai sejak awal kehidupan manusia.
  2. Society 2.0 atau periode kehidupan bercocok-tanam, merupakan kondisi saat masyarakat semata-mata mengandalkan hasil tanaman yang dibudidayakan (sawah dan ladang) sebagai sumber pemenuhan kebutuhan pokok. Periode ini berlangsung hingga awal abad ke-17 atau pra revolusi industri.
  3. Society 3.0 atau masyarakat industri, adalah periode dimana masyarakat mengandalkan sektor industri untuk mengembangkan produktivitas dan tata kelola masyarakat. Disini mulai dikenal pembangunan infrastruktur dan produksi massal (melalui pendirian pabrik-pabrik). Periode ini berlangsung pada pertengahan abad ke-17 hingga awal abad ke-20, dan terkait erat dengan perkembangan revolusi industri gelombang ke-1 hingga ke-3.
  4. Society 4.0 atau periode informasi, dimana informasi menjadi sumber kekuatan, baik secara ekonomi maupun sosial, berkat temuan teknologi komputer, telepon pintar, serta jaringan internet. Periode ini dimulai pada akhir abad ke-20 dan masih berlangsung hingga kini. Periode ini terkait erat dengan munculnya revolusi industri gelombang ke-4.

3. PENERAPAN SOCIETY 5.O DALAM PENYELESAIAN MASALAH SOSIAL.

Pemerintah Jepang meyakini jika penerapan society 5.0 akan mampu mengatasi berbagai persoalan sosial. Berikut beberapa contohnya:

Terkait kesehatan, kebutuhan medis, obat-obatan, dan jaminan sosial.
Melalui konsep society 5.0, setiap individu terkoneksi pada sumber data berbasis komputer, sehingga informasi terkait riwayat kesehatan setiap orang bisa diakses dan pertolongan yang dibutuhkan bisa segera dilakukan.

Selain itu, disetiap rumah sakit, panti jompo, dan tempat perawatan pasien, disediakan teknologi robot dan AI yang mampu membantu pasien setiap saat, sehingga tidak perlu bergantung pada orang lain.

Terkait masalah transportasi.
Masalah utama dalam transportasi adalah ketebatasan daya jangkau, terutama untuk daerah perdesaan.

Untuk itu, melalui teknologi modern akan disediakan angkutan pribadi (taksi) tanpa sopir dengan mengandalkan GPS (global positioning system). Sementara angkutan umum massal akan ditingkatkan efisiensi dan ketepatan waktunya, serta saling terintegrasi satu sama lain.

Selain itu dikembangkan pula pesawat tanpa awak (drone) untuk menjangkau daerah-daerah terpencil.

Penggunaan drone ini bisa dimanfaatkan untuk pengiriman barang-barang logistik, baik yang bersifat pribadi (surat dan dokumen), maupun dalam rangka membantu masyarakat saat mengalami kondisi darurat (terkena bencana alam, kecelakaan, dan sebagainya).

Terkait masalah infrastruktur.
Terkait infrastruktur, pemanfaatan sensor, AI dan robot diterapkan untuk meneliti dan memonitor kerusakan pada setiap infrastruktur fisik (jalan, bendungan, jembatan, dan lain-lain), sehingga bisa segera dilakukan perbaikan.

Terkait industri financial technology (fintech).
Untuk industri fintech, teknologi yang diterapkan adalah melalui sistem blockchain, terutama dalam hal transfer uang. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan keamanan dan kecepatan transfer, tanpa harus melalui lembaga perbankan.
(Keidanren. Society 5.0: Co-creating the future. Keidanren Policy & Action).

Secara garis-besar, dalam society 5.0 terdapat tatanan kehidupan sosial dimana:
  • masyarakat tidak perlu khawatir atas persoalan penurunan populasi (freedom from population constraints), sehingga berdampak positif pada banyak hal, termasuk pada usia harapan hidup, tingkat kesehatan dan pendidikan, serta kesejahteraan ekonomi.
  • setiap individu secara aktif berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk perempuan dan lanjut usia (freedom from age/gender constraints), sehingga bisa memaksimalkan potensi individu sepenuhnya.
  • masyarakat hidup dengan aman dan nyaman, baik di dunia nyata maupun dunia digital (freedom from anxiety), dengan demikian mampu menekan angka kejahatan (baik yang bersifat fisik maupun siber (cyber crime)) serta keterjadian bencana, termasuk dampak-dampaknya.
  • setiap wilayah terhubung satu sama lain dan bisa berinteraksi secara bebas (freedom from spatial constraints), dengan demikian meminimalisir kesenjangan antar wilayah.
  • masyarakat memiliki kemampuan dalam memelihara keseimbangan antara faktor ekonomi dengan lingkungan hidup (overcoming environment/energy constraints), sehingga mampu memelihara kelestarian lingkungan dalam jangka panjang.
(Japan Business Federation. Revitalizing Japan by Realizing Society 5.0: Action Plan for Creating the Society of the Future: Overview, February 14, 2017).

Demikian ulasan terkait konsep society 5.0. Kita akan terus melihat bagaimana perkembangannya ke depan. **



ARTIKEL TERKAIT :
Mengenal Konsep Gig Economy dan Perkembangannya di Era Digital
Perkembangan Revolusi Industri 4.0 (Industrial Revolution 4.0) dan Tantangan ke Depan
Melihat Sejarah Lahirnya Revolusi Industri (Industrial Revolution) di Eropa
Memahami Konsep Ekonomi Digital (Digital Economy)

1 komentar:

  1. each time i used to read smaller articles or reviews that as well clear their
    motive, and that is also happening with this paragraph which I
    am reading at this place.

    BalasHapus