BELAJAR EKONOMI

kopi

Thursday, February 23, 2017

Problem Ketersediaan Perumahan di Kota Besar

Salah satu permasalahan yang terjadi di kota besar-kota besar dunia adalah ketersediaan perumahan (housing supply). Persoalan ini menjadi penting, sebab selain berfungsi sebagai sarana perlindungan dan kenyamanan, rumah juga merupakan pendorong terciptanya berbagai aktivitas perekonomian. Lebih dari itu, ketersediaan perumahan yang layak huni juga merupakan salah satu tujuan pokok yang tercantum dalam agenda the Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam tulisan ini kita akan melihat beberapa dimensi persoalan terkait dengan ketersediaan perumahan.

Problem Ketersediaan Perumahan di Kota Besar
Tidak sedikit kota besar di penjuru bumi mengalami problem ketersediaan perumahan, baik karena keterbatasan lahan, keterbatasan kemampuan finansial pemerintah, serta daya beli masyarakat yang tergolong rendah. Persoalan perumahan ini muncul seiring dengan meningkatnya jumlah populasi penduduk kota, baik yang merupakan masyarakat lokal maupun warga pendatang.

Tuesday, February 7, 2017

Perekonomian Hong Kong: pusat kemajuan ekonomi Asia

Satu dari sekian faktor penunjang keberhasilan pembangunan suatu wilayah adalah daya dukung perekonomian yang ada di wilayah tersebut. Pada tulisan ini kita akan melihat perekonomian Hong Kong sebagai salah satu pusat kemajuan ekonomi di Benua Asia.

Perekonomian Hong Kong: pusat kemajuan ekonomi Asia
Terletak di kawasan Asia Timur, Hong Kong (Hong Kong Special Administrative Region of the People’s Republic of China atau Hong Kong SAR) memiliki luas area sekitar 1,108 km2 dengan populasi penduduk yang berjumlah lebih dari 7.1 juta jiwa pada 2016.

Hong Kong pada hakikatnya merupakan wilayah administrasi khusus yang menjadi bagian dari negara China. Dari perspektif sistem pemerintahan, Hong Kong menganut prinsip ‘one country-two systems’, yang menegaskan posisinya sebagai bagian dari China sehingga tidak memiliki kewenangan perihal kebijakan luar negeri dan pertahanan-keamanan. Namun demikian, wilayah yang dipimpin oleh seorang chief executive ini memiliki otonomi dalam kebijakan ekonomi.

Tuesday, January 31, 2017

Mengenal Kebijakan Proteksionisme dalam Perekonomian dan Perdagangan

Terpilihnya Donald J. Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45 dalam pemilihan umum yang berlangsung pada Nopember 2016 melahirkan diskusi yang menarik, khususnya di bidang perekonomian. Selain menyatakan akan keluar dari pakta kerjasama the Trans-Pacific Partnership (TPP) dimana Amerika Serikat merupakan lokomotif utamanya, Trump juga berjanji untuk lebih mengedepankan kepentingan Amerika Serikat dalam hal perdagangan dan perekonomian. Dengan kata lain, kebijakan ekonomi yang bersifat proteksionisme akan menjadi fokus utama pemerintahan Amerika Serikat beberapa tahun kedepan.

Mengenal Kebijakan Proteksionisme dalam Perekonomian dan Perdagangan
Melihat besarnya pengaruh Amerika Serikat di kancah perekonomian global, maka kebijakan yang diambil oleh Amerika Serikat tentu akan membawa dampak yang relatif besar bagi perekonomian negara-negara lain. Oleh karenanya, pada artikel ini kita akan mempelajari tentang sistem proteksionisme dalam perekonomian, serta implikasinya terhadap kerjasama perdagangan antar negara.

Pada prinsipnya, sistem proteksionisme dalam kebijakan ekonomi dan perdagangan didasarkan pada sudut pandang yang menyatakan bahwa produsen dalam negeri harus diutamakan terlebih dahulu ketika berkompetisi dengan produsen asing. Adapun aturan-aturan dalam proteksionisme meliputi pemberlakuan tarif dan bea masuk, pembatasan kuota barang dan/atau jasa dari luar negeri, subsidi bagi produk dalam negeri, serta pemberlakuan standar-standar tertentu untuk produk asing (Rothbard, Murray, Protectionism and the Destruction of Prosperity, 1986).

Thursday, January 19, 2017

Sekilas tentang the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)

Salah satu pernyataan penting dari presiden Amerika Serikat ke-45, Donald J. Trump adalah keinginannya untuk lepas dari kelompok kerjasama perdagangan the Trans-Pacific Partnership (TPP). Tak pelak keputusan tersebut mempengaruhi dinamika hubungan kerjasama antara Amerika Serikat dengan negara-negara mitra strategisnya. Setelah beberapa waktu lalu kita membahas mengenai the Trans-Pacific Partnership (TPP), maka ulasan ini akan menyoroti tentang bentuk kerjasama antar negara yang sering disebut sebagai kekuatan penyeimbang (balancing power) TPP, yakni the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Sekilas tentang the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)

Tuesday, January 10, 2017

Digital Economy: ketika perekonomian dan perdagangan berada dalam jentikan jari

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi menawarkan alternatif-alternatif baru dalam model interaksi, baik antar individu maupun masyarakat, termasuk dalam hubungannya dengan aktivitas perekonomian dan perdagangan. Setelah pada kesempatan sebelumnya kita membahas tentang cashless society, kini kita akan mengulas tentang materi yang berhubungan erat dengan cashless society, yakni digital economy.

Digital Economy: ketika perekonomian dan perdagangan berada dalam jentikan jari

Tuesday, January 3, 2017

Mengenal Konsep Cashless Society

Dalam perkembangan dunia yang semakin pesat, banyak bermunculan konsep baru pada berbagai disiplin ilmu. Tidak sedikit dari konsep tersebut menghasilkan praktik-praktik dan kebiasaan (habit) yang sama sekali berbeda dari kebiasaan yang sudah ada sebelumnya. Salah satu konsep yang muncul dari perkembangan jaman adalah cashless society. Pada tulisan ini kita akan mempelajari tentang konsep cashless society.

Memahami Konsep Cashless Society
Meski sampai dengan saat ini belum ada definisi tunggal mengenai pengertian cashless society, namun telah banyak studi yang mendiskusikan hakikat dan praktik cashless society dalam kehidupan masyarakat.

Di satu sisi, cashless society dipandang sebagai media alternatif selain uang tunai (hard cash) yang dipergunakan dalam transaksi perdagangan. Dalam hal ini perpindahan atau pertukaran uang tunai antar pihak yang melakukan transaksi digantikan melalui sistem elektronik, seperti electronic payment (e-payment), kartu kredit (credit card), serta model pembayaran online lainnya.

Thursday, December 15, 2016

Singapura, Simbol Keberhasilan Pembangunan berbasis Pengetahuan dan Teknologi

Singapura (the Republic of Singapore) merupakan salah satu simbol keberhasilan pembangunan negara yang multi-kultural dengan mendasarkan diri pada kebanggaan pada identitas nasional, kemampuan berpikir logis dan rasional, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tulisan ini akan membahas tentang perkembangan negara Singapura, terutama di sektor perekonomian.

Singapura, Simbol Keberhasilan Pembangunan berbasis Pengetahuan dan Teknologi
Terletak di Benua Asia, tepatnya di wilayah Asia bagian tenggara, negara Singapura hanya memiliki wilayah sekitar 685 km2, dan dihuni oleh tak kurang dari 5.5 juta populasi pada 2015. Selain luas area yang relatif kecil, Singapura bisa dikatakan tidak memiliki kekayaan alam apapun.

Meski demikian, Singapura memiliki catatan mengesankan disektor perekonomian. Tercatat pencapaian Gross Domestic Product (GDP) Singapura pada 2015 sebesar US$ 471.9 miliar (purchasing power parity-based) dengan pendapatan perkapita sebesar US$ 85.3 ribu, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatatkan angka US$ 462.6 miliar dan GDP per kapita sebesar US$ 84.6 ribu (www.indexmundi.com, Singapore Economy Profile 2016).

Thursday, December 8, 2016

Mengenal Konsep Inflasi dalam Perekonomian

Inflasi (inflation) menjadi salah satu pokok bahasan utama dalam kajian ekonomi. Angka yang ditunjukkan sebagai besaran inflasi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi (economic growth) suatu negara. Dalam tulisan ini kita akan belajar tentang dasar-dasar inflasi, faktor-faktor yang menyebabkan munculnya inflasi, serta pengambilan kebijakan ekonomi untuk mengendalikan inflasi.

Inflasi dalam Perekonomian
Inflasi sering digunakan sebagai alasan dan/atau pembenaran bagi pengambil kebijakan publik atas tidak tercapainya target pertumbuhan ekonomi. Inflasi juga sering dimanfaatkan sebagai alat kampanye bagi calon pemimpin (presiden atau perdana menteri) untuk merebut suara para pemilih, dengan janji-janji untuk mengendalikannya. Bahkan konon di 1974, presiden Amerika Serikat saat itu, Gerald R. Ford, pernah menyatakan bahwa inflasi merupakan musuh nomor satu (public enemy no. 1) di Amerika Serikat.

Saturday, December 3, 2016

Indonesia Membangun: mewujudkan kemandirian ekonomi, menuju poros maritim dunia

Dalam tulisan sebelumnya, ‘Indonesia, Paduan antara Kekayaan Alam dan Budaya dengan Aneka Problematika’, kita telah mempelajari posisi strategis Indonesia, baik dari sisi geografis maupun pada keikutsertaan'nya dalam membangun kerjasama antar negara. Selain itu disebutkan pula kondisi sosial-ekonomi Indonesia sejak kemerdekaan 1945 hingga terjadinya krisis ekonomi 1997-1998, yang menjadi tonggak lahirnya Orde Reformasi. Selanjutnya, dalam artikel ini kita akan memahami perkembangan terkini pembangunan di Indonesia dan cita-cita yang hendak diwujudkan dalam program pembangunan yang telah disusun.

Indonesia Membangun: mewujudkan kemandiraan ekonomi, menuju poros maritim dunia
Pembangunan Infrastruktur.
Pada 2015 lalu, pemerintah Indonesia melakukan kebijakan ekonomi yang berdampak langsung pada kondisi makro maupun mikroekonomi domestik, yakni pemangkasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga mencapai Rp 230 triliun (bisniskeuangan.kompas.com, Jokowi Telah Memangkas Subsidi BBM Sebesar Rp 230 Triliun, 18 Februari 2015).

Hal tersebut dilakukan dengan beberapa alasan, diantaranya realita bahwa masyarakat yang menikmati subsidi BBM justru mereka yang berada di strata menengah keatas. Maka atas dasar keadilan bagi masyarakat secara keseluruhan, subsidi BBM akan dialihkan untuk sektor produktif seperti pertanian, kelautan dan perikanan, dan ekonomi kreatif, serta peningkatan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Thursday, December 1, 2016

Indonesia, Paduan antara Kekayaan Alam dan Budaya dengan Aneka Problematika

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia (the Republic of Indonesia) memiliki kekayaan alam yang luar biasa besar dan beraneka ragam. Dengan gugusan pulau-pulau yang terbentang dari ujung barat hingga ujung timur yang berjumlah lebih dari 13 ribu pulau, Indonesia menyajikan keindahan yang sulit ditemui dibelahan bumi lainnya. Tulisan ini merupakan bagian pertama dari pokok bahasan tentang kondisi sosial-ekonomi Indonesia dan berbagai permasalahan yang ada didalamnya.

Indonesia, Ragam Kekayaan Alam dan Budaya Berpadu dengan Ragam Problematika
Terletak di Benua Asia, tepatnya di Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara kesatuan yang berbentuk republik dan dipimpin oleh seorang presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Indonesia juga merupakan salah satu negara yang dilintasi oleh garis khatulistiwa (equator), membuatnya memiliki iklim tropis, dengan musim panas dan musim penghujan yang datang secara bergantian.

Wednesday, November 30, 2016

Korupsi dalam Perspektif Sejarah: kejahatan purba yang ber'evolusi

Seperti telah kita ketahui bahwa korupsi (corruption) merupakan hambatan bagi pembangunan, pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan dan kesejahteraan, serta efektivitas roda pemerintahan suatu negara. Setelah dalam tulisan sebelumnya kita membahas tentang kaitan korupsi dengan distribusi pendapatan dan pertumbuhan ekonomi, serta perlawanan global memberantas korupsi, maka pada artikel ini kita akan mempelajari sejarah atau awal mula timbulnya korupsi, berdasarkan studi-studi ilmiah dan sumber pustaka lainnya.

Korupsi dalam Perspektif Sejarah: Kejahatan Purba yang Berevolusi
Jika dilihat dari perspektif sejarah, korupsi merupakan konsep yang sudah muncul sejak lama. Salah satu temuan mengenai konsep korupsi bisa dijumpai dalam buku berjudul Arthashastra, diterbitkan kurang-lebih pada abad ke-4 Sebelum Masehi, yang merupakan karya seorang pejabat jaman kerajaan India Kuno bernama Kautilya.

Buku Arthashastra memuat beberapa topik bahasan, diantaranya mengenai konsep disiplin, tugas dan tanggung-jawab pemerintah, hukum dan tata tertib, kekuasaan, hingga strategi perang. Dalam salah satu bahasannya, buku tersebut menceritakan bagaimana menghancurkan musuh dari ‘dalam’ melalui pemberian suap berupa emas atau harta kekayaan lain (Kautilya, Arthashastra, translated by R. Shamasastry, 1915).

Tuesday, November 29, 2016

Kartel, Struktur Pasar Monopolistik, dan Inefisiensi Ekonomi

Dalam praktik ekonomi, terdapat berbagai mekanisme pasar yang bekerja, bisa berupa pasar persaingan sempurna (full competition) maupun praktik lain, yang berdampak pada efisiensi serta tingkat kesejahteraan masyarakat. Pada tulisan ini kita akan mempelajari tentang konsep kartel (cartel) dalam ekonomi, serta pengaruhnya terhadap efisiensi ekonomi.

Secara umum kartel (cartel) bisa diartikan sebagai struktur pasar yang didalamnya terdapat kekuatan yang membatasi persaingan, antara lain melalui kebijakan harga, alokasi produk (output), serta tindakan diskriminasi pada konsumen, sehingga mengurangi tingkat kesejahteraan (consumer welfare) yang digambarkan sebagai surplus konsumen.

Kartel ekonomi bisa diwujudkan melalui persetujuan antara beberapa perusahaan/institusi bisnis dalam bidang yang sejenis, atau antar institusi pengambil kebijakan ekonomi, dalam rangka mengontrol harga dan/atau mengatur alokasi sumberdaya serta produk di pasar.

Thursday, November 24, 2016

Memahami Makna Economic Bubbles (Gelembung Ekonomi)

Ada satu fenomena dalam kajian ekonomi yang disebut dengan gelembung ekonomi (economic bubbles atau bubble economy). Fenomena ini terjadi di banyak negara dan ternyata memiliki sejarah panjang. Pada artikel ini kita akan mempelajari pengertian umum bubble economy atau economic bubbles dan beberapa peristiwa dimana fenomena gelembung ekonomi terjadi.

Memahami Makna Economic Bubble (Gelembung Ekonomi)
Menurut konsep dasar’nya, economic bubbles atau bubble economy mengacu pada situasi dimana harga suatu produk atau aset dalam segmen pasar tertentu mengalami kenaikan nilai/harga diluar kebiasaan atau secara tidak wajar, serta terjadi dalam waktu yang relatif cepat.

Terdapat banyak contoh fenomena economic bubbles yang terjadi dan melibatkan sektor ekonomi yang berbeda-beda, diantaranya pada sektor perumahan atau yang lebih dikenal dengan istilah housing bubbles dan pada pasar saham atau stock bubbles.

Tuesday, November 22, 2016

Perkembangan Ekonomi Asia 2016 dan Prospek Perekonomian Asia 2017

Asia memainkan peran penting dalam kancah perekonomian global. Benua yang didiami oleh 48 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB (the United Nations) dan enam negara non-PBB ini selain memiliki jumlah populasi penduduk yang mencapai lebih dari 60% total populasi dunia, atau sekitar 4.4 milliar jiwa, juga menjadi pasar potensial bagi perdagangan internasional, baik antar negara dalam kawasan maupun dengan negara-negara di kawasan lain, seperti Eropa dan Amerika. Artikel ini akan membahas tentang kondisi perekonomian Asia pada 2016 dan prospek perekonomian Asia pada 2017 mendatang.

Perkembangan Ekonomi Asia 2016 dan Prospek Perekonomian Asia 2017
Dari sisi demografi, setidaknya terdapat empat negara di Asia yang memiliki populasi penduduk terbesar di dunia, yakni China, India, Indonesia, dan Jepang. Selain itu, dari sisi kekuatan ekonomi, China, Jepang, dan Singapura merupakan pusat kekuatan perekonomian dunia. Sementara India, Rusia, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, serta Indonesia dan negara-negara ASEAN, merupakan pasar potensial yang terus berkembang dan bersaing dikancah perekonomian global.

Adapun pertumbuhan ekonomi Asia diproyeksikan berada di angka 5.7% di 2016 dan 2017, turun dari tahun sebelumnya yang berada dikisaran 5.9% (Asian Development Bank, Asian Development Outlook 2016: Asia’s Potential Growth, 2016).

Thursday, November 17, 2016

Perkembangan Produksi Beras Dunia pada 2016

Seperti kita ketahui bahwa salah satu tujuan yang tercantum dalam agenda the Sustainable Development Goals (SDGs) adalah untuk mengeliminasi kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi, serta mempromosikan sektor agrikultur yang berkesinambungan.

Adapun salah satu target dari tujuan diatas adalah untuk memastikan akses bagi semua orang, terutama kaum miskin dan anak-anak, pada sumber makanan sehat dan bernutrisi, serta pada persediaan pangan yang memadai. Pada tulisan kali ini kita akan mempelajari salah satu produk utama pangan dunia, yakni beras (rice), dan mencermati perkembangan produksi beras secara global.

Menurut salah satu penelitian, terdapat empat tipe utama beras, yakni Japonica, Indica, Aromatic Rice, dan Glutinous Rice. Beberapa hal yang membedakan keempat tipe beras tersebut antara lain pada area dimana tanaman padi tumbuh serta karakteristik beras setelah dimasak menjadi nasi.

Tuesday, November 15, 2016

Mengunjungi Swedia, Negara Kesejahteraan dengan Daya Rekat Sosial yang Tinggi

Negara-negara yang terletak di Semenanjung Skandinavia atau dikenal dengan Nordic Countries, seperti Swedia, Denmark, Finlandia, dan Norwegia, memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak dipunyai oleh negara-negara di wilayah lain. Pada kesempatan kali ini kita akan mengunjungi Swedia dan melihat perkembangan kondisi sosial-ekonomi Swedia.

Mengunjungi Swedia, Negara Kesejahteraan dengan Daya Rekat Masyarakat yang Tinggi
Berbentuk kerajaan, Swedia (the Kingdom of Sweden) memiliki populasi penduduk kurang-lebih sebesar 9.7 juta jiwa pada 2015. Adapun luas wilayah negara ini berada dikisaran 438.57 ribu km2. Selain jumlah penduduk yang tidak terlampau besar, usia harapan hidup (life expectancy) warga Swedia juga tergolong tinggi. Tercatat, usia harapan hidup untuk perempuan berada di angka 84 tahun, sementara untuk penduduk laki-laki 81 tahun. Tingginya usia harapan hidup tersebut menempatkan Swedia kedalam salah satu dari sedikit negara yang memiliki usia harapan hidup tertinggi di dunia.

Thursday, October 27, 2016

Merkantilisme dalam Sejarah Perekonomian dan Perdagangan Dunia

Sejarah perekonomian dunia sudah berlangsung sejak berabad-abad silam. Bisa dikatakan bahwa ketika manusia mulai hadir di dunia dan menyadari berbagai kebutuhan untuk hidup, saat itulah dia mengenal konsep ekonomi; oleh karenanya tidak salah apabila disebutkan bahwa manusia adalah makhluk ekonomi.

Merkantilisme dalam Sejarah Perekonomian dan Perdagangan Dunia
Pada periode dimana negara-negara di dunia memandang penting untuk mencukupi kebutuhan dan memupuk kekayaan, mulai dikenal pula konsep-konsep ekonomi yang dipraktikkan dalam interaksi dengan pihak-pihak lain.

Salah satu konsep ekonomi tersebut adalah merkantilisme (mercantilism). Tulisan ini akan menyajikan pemahaman sederhana tentang konsep dan praktik merkantilisme.

Tuesday, October 18, 2016

Perekonomian Uni Emirat Arab, Kemegahan Dunia di Semenanjung Arab

Beberapa negara di dunia mengeluarkan anggaran pembangunan yang terbilang fantastis sebagai simbol kemajuan perekonomian. Pembangunan tersebut sekaligus untuk menunjukkan kredibilitas negara dikancah persaingan global. Salah satu negara yang melaksanakan pembangunan secara masif adalah Uni Emirat Arab. Artikel ini akan mengulas tentang kondisi domestik Uni Emirat Arab dari sisi sosio-politik dan ekonomi.

Uni Emirat Arab, Kemegahan Dunia di Semenanjung Arab
Uni Emirat Arab (the United Arab Emirates) berada di Benua Asia, tepatnya di Semenanjung Arab. Negara ini memiliki luas wilayah sekitar 83,600 km2, dengan jumlah populasi penduduk kurang-lebih sebesar 9.15 juta jiwa pada 2015 (data.worldbank.org).

Catatan Bank Dunia juga menunjukkan besarnya Gross Domestic Product (current US$) negara yang beribu kota di Abu Dhabi ini pada 2015 mencapai US$ 370.29 milliar.

Thursday, October 13, 2016

Kontribusi Wahana Wisata (Theme Park) pada Perekonomian

Dalam dunia yang semakin modern, sektor pariwisata kian menjadi andalan bagi banyak negara untuk menopang laju perekonomian. Makin tingginya kebutuhan manusia untuk berlibur dan menikmati hiburan membuat negara-negara menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas sumber pendapatan nasional. Salah satu pengembangan sektor pariwisata adalah pembangunan wahana wisata. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari sejauh mana kontribusi wahana wisata dalam perekonomian suatu negara.

Kontribusi Wahana Wisata (Theme Park) pada Perekonomian
Sebagai informasi awal, beberapa studi menggunakan istilah theme park dan/atau amusement park dalam ulasannya. Oleh karena itu, kita akan terlebih dahulu memahami pengertian dua istilah tersebut.

Menurut Merriam-Webster Online Dictionary, amusement park dimaknai sebagai ‘a commercially operated park having various devices for entertainment (as a merry-go-round and roller coaster) and usually booths for the sale of food and drink.’ Sementara theme park dideskripsikan sebagai ‘an amusement park in which the structures and settings are based on a central theme.