SDGs: Ketidaksetaraan didalam dan antar Negara, Masalah Perkotaan dan Hunian Layak, serta Pola Konsumsi dan Produksi

Tuesday, January 12, 2016

SDGs: Ketidaksetaraan didalam dan antar Negara, Masalah Perkotaan dan Hunian Layak, serta Pola Konsumsi dan Produksi

Tulisan ini merupakan rangkuman tujuan ke-10 sampai dengan ke-12 the Sustainable Development Goals (SDGs) yang dipromosikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan secara efektif dimulai dari awal 2016 dengan jangka waktu sasaran sampai dengan 2030.

SDGs: Ketidaksetaraan didalam dan antar Negara, Masalah Perkotaan dan Hunian Layak, serta Pola Konsumsi dan Produksi
PBB menyatakan bahwa pada saat ini dunia sedang menghadapi tantangan pembangunan jangka panjang, bahwa ada jutaan orang yang masih hidup dalam kemiskinan, bahwa terjadi ketidakadilan diberbagai negara, serta terjadinya disparitas dalam hal kesempatan, kesejahteraan, dan gender. Selain itu pengangguran juga menjadi salah satu tantangan yang mesti dicarikan penyelesaiannya.

Kemudian PBB juga menegaskan komitmennya untuk membantu membangun fundamental ekonomi yang kuat bagi setiap negara. Selain itu ada upaya untuk menciptakan lapangan kerja, pekerjaan yang layak, kegiatan ekonomi yang dinamis dan inovatif, serta memperkuat kapasitas produksi diberbagai sektor.

Selain itu terdapat komitmen untuk memperbaiki pola produksi dan konsumsi barang dan jasa. Pemerintah, organisasi internasional, sektor usaha, dan individu mesti berkontribusi dalam menciptakan pola konsumsi dan produksi untuk tujuan jangka panjang (the United Nations, Transforming Our World: The 2030 Agenda For Sustainable Development Goals, The United Nations Summit, 2015).

Dibawah ini adalah tujuan ke-10 sampai dengan ke-12 SDGs termasuk target-targetnya:

Tujuan Kesepuluh, mengurangi ketidaksetaraan didalam dan diantara negara. Target-targetnya adalah sebagai berikut:
  • mencapai dan menjaga pertumbuhan pendapatan dari 40% tingkat terbawah populasi dengan target diatas pertumbuhan rata-rata negara.
  • mempromosikan keterbukaan sosial, ekonomi, dan politik tanpa memandang usia, jenis kelamin, suku bangsa, agama, status ekonomi, dan sebagainya.
  • memastikan kesempatan yang sama dan mengurangi ketidakadilan dalam berbagai hal, termasuk diskriminasi dalam hukum, kebijakan, dan praktik-praktik lainnya.
  • mengadopsi kebijakan-kebijakan khususnya pada sektor fiskal, pengupahan, serta perlindungan sosial dalam kaitan dengan upaya mencapai kesetaraan.
  • meningkatkan regulasi dan pengawasan atas pasar dan institusi keuangan global, serta memperkuat pelaksanaan regulasi terkait.
  • memastikan kesempatan bagi negara-negara berkembang dalam pengambilan keputusan terkait perekonomian global dalam rangka terciptanya institusi yang efektif, terpercaya, bisa dipertanggungjawabkan, dan diakui keberadaannya.
  • memfasilitasi migrasi dan perpindahan individu secara teratur dan aman, termasuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan mengenai keimigrasian.
  • mengimplementasikan perhatian khusus kepada negara-negara berkembang terkait dengan persetujuan kerjasama internasional, sesuai dengan kesepakatan dalam the World Trade Organization (WTO).
  • mengupayakan dana bantuan ekonomi, termasuk investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI), terutama bagi yang membutuhkan, khususnya di negara-negara Afrika dan negara yang belum berkembang, untuk digunakan dalam program dan perencanaan masing-masing negara.
  • mengurangi hingga kurang dari 3% terkait biaya-biaya dalam kaitannya dengan imigrasi.

Tujuan Kesebelas, mengupayakan kota dan hunian yang layak, aman, serta mampu bertahan hingga jangka panjang. Berikut target-target yang hendak dicapai:
  • memastikan akses terhadap perumahan dan pelayanan dasar yang layak, aman, dan terjangkau.
  • memberikan akses terhadap sistem transportasi yang aman, terjangkau, bisa akses dengan mudah, serta meningkatkan keamanan jalan raya.
  • meningkatkan perencanaan dan manajemen hunian yang layak dan terintegrasi.
  • memperkuat usaha untuk melindungi cagar budaya dan warisan dunia.
  • mengurangi angka kematian akibat bencana, dengan perhatian utama kepada masyarakat miskin dan rentan terhadap berbagai situasi.
  • mengurangi dampak negatif kehidpan di wilayah perkotaan terhadap lingkungan sekitarnya, termasuk memberikan perhatian pada kualitas air serta manajemen limbah.
  • memberikan akses yang aman dan terbuka dalam hal ruang publik dan ruang terbuka hijau, terutama untuk anak-anak dan perempuan, orang tua, serta penyandang disabilitas.
  • mendukung interkoneksi lingkungan perkotaan (urban) dan area perdesaan (rural) dalam hal ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan memperkuat rencana pembangunan nasional dan regional.
  • meningkatkan sampai dengan proporsi tertentu jumlah kota dan hunian manusia yang mengimplementasikan perencanaan dan kebijakan yang terbuka dan efisien dalam pemanfaatan sumberdaya, ketahanan terhadap bencana, serta dalam penerapan manajemen risiko atas bencana.
  • mendukung negara-negara yang belum berkembang, untuk memperoleh bantuan teknis dan finansial dalam rangka pemanfaatan material lokal bagi pembangunan.

Tujuan Keduabelas, memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan hingga jangka panjang. Target-target yang ingin diraih diantaranya:
  • mengimplementasikan program kerja 10 tahun atas konsumsi dan produksi jangka panjang (10-Year Framework Programmes), dengan setiap negara terlibat didalamnya.
  • mencapai manajemen yang berkesinambungan serta efisien dalam pemanfaatan sumberdaya alam.
  • mengurangi hingga 50% atas produk yang terbuang, baik di tingkat retail maupun konsumen, dan mengurangi terbuangnya produk selama proses produksi.
  • mewujudkan manajemen bahan kimia dan bahan sisa secara alami melalui pengolahan ulang sesuai dengan kesepakatan internasional yang telah disetujui, serta mengurangi dampak negatif limbah terhadap udara, air, dan tanah yang bisa mempengaruhi lingkungan dan kesehatan manusia.
  • mengurangi bahan-bahan limbah melalui pencegahan, pengurangan, pengolahan ulang, serta pemanfaatan kembali.
  • mendorong perusahaan besar dan transnasional untuk mengadopsi praktik dan mengintegrasikan informasi yang menyangkut tujuan jangka panjang dalam siklus laporan mereka.
  • mempromosikan praktik lelang publik yang sesuai dengan prioritas dan kebijakan nasional.
  • memastikan bahwa setiap orang dimanapun dia berada memiliki informasi dan kesadaran atas pembangunan dan gaya hidup yang harmonis dengan alam lingkungan.
  • membangun dan mengimplementasikan alat ukur tertentu untuk mengawasi dampak pembangunan dalam kaitan dengan sektor kepariwisataan yang mampu menciptakan lapangan kerja serta mempromosikan produk dan budaya lokal.
  • menghitung kembali pemanfaatan subsidi sumberdaya minyak yang tidak efisien dengan menghilangkan distorsi pasar sesuai dengan kondisi setiap negara.

Kesimpulan, masalah ketidaksetaraan baik didalam negara maupun antar negara, masalah hunian manusia dan perkotaan, serta masalah pola konsumsi dan produksi, mendapatkan perhatian yang tidak kalah serius dengan persoalan global lainnya dalam SDGs. Ini menunjukkan bahwa persoalan-persoalan tersebut merupakan isu aktual dan membutuhkan solusi untuk mengatasinya. **
ARTIKEL TERKAIT :
SDGs: isu perubahan iklim, sumberdaya kelautan, dan ekosistem bumi
Pembangunan Perdesaan (Rural Development)
Fenomena Urbanisasi
Pembangunan Berperspektif Kesetaraan Gender (Gender Equality)

No comments:

Post a Comment