Melihat Pencapaian Luxemburg, Negara Kecil dengan Pendapatan per Kapita Tertinggi di Dunia

Thursday, August 11, 2016

Melihat Pencapaian Luxemburg, Negara Kecil dengan Pendapatan per Kapita Tertinggi di Dunia

Luxemburg (Luxembourg), salah satu negara kecil di Benua Eropa, memiliki catatan-catatan yang mengesankan, terutama dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Tulisan ini akan melihat kondisi perekonomian Luxemburg beserta keunggulan-keunggulan kompetitif yang dimilikinya.

Luxembourg Palace
Berada di bagian barat Eropa, Luxemburg termasuk dalam salah satu negara dengan wilayah terkecil di dunia, yakni dengan luas area sekitar 2,586 km2. Adapun total populasi penduduk Luxemburg pada 2015 kurang lebih sebesar 569 juta jiwa.

Pada tahun tersebut, total Gross Domestic Product (GDP) yang diperoleh negara ini mencapai US$ 57.79 milliar, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4%, dan besaran inflasi tahunan sebesar 0.5% .

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa pendapatan per kapita nominal/GDP per capita (current US$) Luxemburg pada 2015 berkisar di angka US$ 101.45 ribu. Nilai ini menjadikan Luxemburg sebagai salah satu negara dengan perdapatan per kapita tertinggi di dunia (www.worldbank.org).

Lebih jauh, Luxemburg merupakan salah satu anggota awal organisasi the International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) yang menjadi cikal bakal the World Bank. Luxemburg juga termasuk sebagai salah satu anggota kelompok negara OECD (the Organisation for Economic Co-operation and Development), serta blok kerjasama Uni Eropa (the European Union) dan menggunakan Euro sebagai mata uang resmi negara.

Catatan menarik lainnya adalah sekitar 46% dari total populasi penduduk Luxemburg tidak memiliki kewarganegaraan Luxemburg. Ini menandakan bahwa hampir setengah dari total penduduk Luxemburg merupakan pendatang (Chambre de Commerce Luxembourg, At the heart of Europe: The Luxembourg Economy in a nutshell, ___).

Luxemburg juga mencatatkan diri sebagai salah satu negara yang memiliki mayoritas tenaga kerja terampil (skilled labour). Berdasarkan studi the World Economic Forum yang bekerjasama dengan organisasi buruh sedunia, the International Labour Organization (ILO) dalam Human Capital Index 2015, sekitar 59.6% total tenaga kerja di Luxemburg berlatar belakang pendidikan dan menguasai keterampilan yang tergolong tinggi. Dengan kata lain bisa dinyatakan bahwa dari sepuluh tenaga kerja yang ada, setidaknya terdapat enam orang yang memiliki tingkat keterampilan tinggi. Persentase skilled labour ini merupakan peringkat tertinggi di dunia, diatas Singapura dan Swiss (www.weforum.org).

Sementara dalam indeks keterbukaan pasar atau Open Markets Index 2015 yang dirilis oleh the International Chamber of Commerce (ICC), Luxemburg menempati urutan ke-3 tertinggi di dunia, dibawah Hongkong dan Singapura. Terdapat empat komponen dalam penilaian yang dilakukan oleh institusi tersebut, yakni, keterbukaan perdagangan, kebijakan perdagangan, keterbukaan investasi Foreign Direct Investment (FDI), serta infrastruktur perdagangan (International Chamber of Commerce, 2015 ICC Open Market Index, 2015).

Lebih lanjut, dalam studi yang dilakukan oleh the Legatum Institute, Luxemburg menduduki peringkat ke-6 terbaik dalam kriteria good governance dari total 142 negara yang diteliti, dibawah Swiss, Selandia Baru, Denmark, Swedia, dan Finlandia, sesuai yang termuat dalam Legatum Prosperity Index 2015. Good governance dalam penelitian ini meliputi beberapa variabel, yakni efektivitas, stabilitas, dan akuntabilitas pemerintah; pembagian wewenang/kekuasaan; partisipasi politik dan pemilihan umum yang jujur; tingkat korupsi; perlindungan lingkungan hidup; upaya pemberantasan kemiskinan; serta penegakan peraturan perundang-undangan.

Disamping itu, Luxemburg menempati peringkat ke-2 terbaik dari kategori kesehatan dengan beberapa indikator penilaian, seperti angka kematian bayi, usia harapan hidup, angka kekurangan gizi, imunisasi pada balita dan anak-anak, tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan kesehatan, serta kualitas air dan sanitasi.

Sementara dari total kategori yang menjadi objek penelitian, yakni ekonomi, kewirausahaan dan kesempatan usaha, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, keamanan dan keselamantan, kebebasan individu, serta modal sosial, Luxemburg menduduki peringkat ke-13 terbaik secara global (The Legatum Institute, 2015 Legatum Prosperity Index, 2015).

Selanjutnya, dalam laporan Global Competitiveness Report yang dirilis oleh the World Economic Forum, dari 140 negara yang menjadi objek studi, Luxemburg berada diperingkat ke-20 terbaik. Penelitian tersebut meliputi berbagai kriteria penilaian, yakni institusi, infrastruktur, lingkungan makroekonomi, kesehatan dan pendidikan dasar, pendidikan tinggi dan penelitian, efisiensi pasar barang, efisiensi pasar tenaga kerja, pembangunan pasar keuangan, kesiapan teknologi, skala pasar, kepuasan usaha, serta inovasi (World Economic Forum, the Global Competitiveness Report 2015-2016).

Dalam perspektif ekonomi, Luxemburg banyak menggantungkan diri pada industri besi dan baja. Terdapat sekitar 90% perdagangan ekspor Luxemburg yang ditopang dari produksi besi dan baja.

Disamping industri besi dan baja, perdagangan Luxemburg juga disumbang dari sektor industri metal, industri kimia, dan industri plastik. Sementara pasar saham dan jasa finansial menjadi unggulan utama perekonomian Luxemburg di sektor finansial.

The International Monetary Fund (IMF) dalam salah satu laporannya menyatakan bahwa kekuatan utama perekonomian negara Luxemburg antara lain berupa:
  • pasar ekonomi yang terbuka.
  • regulasi dan iklim bisnis yang ramah bagi investor.
  • ketersediaan tenaga kerja terampil.
  • tarif pajak yang kompetitif.
(International Monetary Fund, IMF Executive Board Concludes 2016 Article IV Consultation with Luxembourg, IMF Country Report No. 16/118, May, 2016).

Penutup, dari catatan-catatan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan membangun sistem perekonomian terbuka serta ramah bagi investasi dan bisnis, dan melaksanakan tata kelola pemerintahan yang transparan, Luxemburg mampu mencapai prestasi-prestasi gemilang secara global. **
ARTIKEL TERKAIT :
Melihat Situasi Perekonomian Global 2016
Venezuela: Krisis Ekonomi dan Ketergantungan pada Minyak Bumi
Mencermati Krisis Ekonomi Yunani
Ketika Sistem Perekonomian Tertutup Menjadi Pilihan: tinjauan Ekonomi Korea Utara

No comments:

Post a Comment