Sabtu, 30 Januari 2016

How Cultural Arts Encourage the Economy

Today we will discuss cultural arts as one of the significant instruments to endorsing national identity and simultaneously improving national economy. Additionally, this article attempts to present some keys in promoting cultural arts to the global market.

How Cultural Arts Encourage the Economy
First of all, I'd like to introduce you one of the well-known cultural arts from Indonesia, named “BATIK”. Batik is recognized as a national identity of Indonesia. Historically, the first time batik appeared was in the 17th century.

At that point, batik was used as royal families’ clothes. Furthermore, batik patterns were dominated by animals and plants drawings. After some decades, batik was widespread and produced in more various models, such as abstracts, temple reliefs, and so forth.

Kamis, 28 Januari 2016

Konsep dan Permasalahan dalam Perdagangan Internasional

Pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas tentang Foreign Direct Investment (FDI) sebagai salah satu elemen integral dalam proses globalisasi. Untuk kesempatan kali ini kita akan mengupas mengenai konsep perdagangan internasional beserta permasalahan yang terkait dengannya.

Konsep dan Permasalahan dalam Perdagangan Internasional
Dari tinjauan teori, perdagangan internasional merupakan salah satu cabang ilmu ekonomi yang mengaplikasikan model teori mikroekonomi untuk memberikan informasi tentang perekonomian internasional.

Selasa, 26 Januari 2016

Mengenal Foreign Direct Investment (FDI)

Pasar global pada saat ini telah melintasi batas-batas negara. Adanya kerjasama perdagangan antar kawasan regional dan multinasional seperti ASEAN Economic Community atau dikenal dengan istilah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Trans-Pacific Partnership menjadi contoh nyata yang bisa kita saksikan. Terlebih lagi, terjadinya perjanjian dan kesepakatan perdagangan yang ditandai dengan liberalisasi perdagangan serta pelonggaran atas tarif dan regulasi ikut menegaskan bahwa perdagangan internasional merupakan suatu keniscayaan.

Mengenal Foreign Direct Investment (FDI)
Ketika batas antar negara sudah tidak lagi menjadi hambatan, faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja dan investasi bisa bergerak dengan cepat dan mengalir kedalam suatu negara. Salah satu contohnya adalah Foreign Direct Investment (FDI) yang akan kita bahas pada tulisan kali ini.

Sabtu, 23 Januari 2016

Enhancing Economy through Tourism Sector

When we look at the big agenda of the United Nations, the Sustainable Development Goals (SDGs), we will find that in some objectives, tourism sector becomes one of the significant targets. It is revealed several times, mainly in the eighth and twelfth goals. It means tourism sector plays a critical role in the effort of achieving sustainable development. This article attempts to picture various aspects in tourism sector that can be improved to enhance national economy in pursuing sustainable development.

Enhancing Economy through Tourism Sector
We will begin with these questions: Who doesn’t want to travel around the world? Who doesn’t have the desire to visit beautiful places, such as mountains, beaches, lakes, etc? Who doesn’t like to taste various food from different areas? Normally, everybody loves to observe fascinating landscapes, experience variety of food, and even take a ‘selfie’ while enjoying them.

Kamis, 21 Januari 2016

Memahami Konsep Kemiskinan

Masalah kemiskinan merupakan isu yang sudah lama didiskusikan, juga telah dilakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Meskipun demikian, sampai dengan saat ini persoalan tersebut terus terjadi diberbagai wilayah. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan tinjauan tentang konsep kemiskinan.

Memahami Konsep Kemiskinan
Hampir semua negara menghadapi problem kemiskinan yang seakan tidak pernah berakhir. Bahkan pengentasan kemiskinan (poverty eradication) juga menjadi salah satu prioritas dalam agenda the Sustainable Development Goals (SDGs). Maka tidak heran muncul pernyataan bahwa kemiskinan akan selalu berjalan berdampingan dengan pembangunan.

Selasa, 19 Januari 2016

Hakikat Pembangunan Manusia (Human Development)

Di era modern saat ini, konsep pembangunan manusia (human development) telah mengalami pergeseran makna. Jika dua-tiga dekade lalu, pembangunan manusia diukur hanya berdasarkan mata pencaharian yang dimiliki individu sebagai simbol kekayaan dan kesejahteraan ekonomi, maka sekarang ini konsep tersebut telah berkembang seiring perkembangan waktu. Dalam tulisan ini kita akan mempelajari hakikat dan dimensi pembangunan manusia.

Hakikat Pembangunan Manusia (Human Development)
The United Nations Development Programme (UNDP) menyatakan bahwa dimensi pembangunan manusia terdiri dari dua aspek: pertama, peningkatan kemampuan manusia, yang terdiri dari peningkatan waktu hidup yang lebih lama dan sehat, peningkatan pengetahuan, serta peningkatan standar kehidupan yang layak.

Sabtu, 16 Januari 2016

SDGs: Perdamaian, Keadilan, dan Kerjasama Global untuk Pembangunan Jangka Panjang

Artikel ini merupakan rangkaian terakhir dari seluruhan tujuan the Sustainable Development Goals (SDGs) yang berjumlah 17 beserta dengan target-target yang hendak dicapai. Diharapkan agenda SDGs bisa memberi arah bagi terciptanya pembangunan jangka panjang yang selaras dengan perlindungan lingkungan, tercapainya kesetaraan, serta pencegahan kerusakan elemen penting kehidupan.

SDGs: Perdamaian, Keadilan, dan Kerjasama Global untuk Pembangunan Jangka Panjang
PBB menyatakan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak akan terwujud tanpa adanya perdamaian dan rasa aman; sebaliknya, perdamaian dan rasa aman akan berada dalam risiko bila tak disertai pembangunan yang berkelanjutan.

Kamis, 14 Januari 2016

SDGs: isu perubahan iklim, sumberdaya kelautan, dan ekosistem bumi

Upaya menjaga dan mencegah dampak perubahan iklim (climate change) menjadi salah satu fokus utama dalam the Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu acuannya adalah kesepakatan Paris Agreement yang dihasilkan dalam konferensi mengenai perubahan iklim di Paris beberapa waktu lalu (the United Nations Framework Convention on Climate Change, 12 Desember 2015), yang mengupayakan penanggulangan pemanasan global (global warming).

SDGs: isu perubahan iklim, sumberdaya kelautan, dan ekosistem bumi
Karena pembangunan jangka panjang bergantung pada manajemen pemanfaatan sumberdaya alam di bumi, maka upaya melindungi dan menjaga penggunaan sumberdaya harus dilakukan (United Nations. Transforming Our World: The 2030 Agenda For Sustainable Development Goals, The United Nations Sustainable Development Summit 2015).

Selasa, 12 Januari 2016

SDGs: Ketidaksetaraan didalam dan antar Negara, Masalah Perkotaan dan Hunian Layak, serta Pola Konsumsi dan Produksi

Tulisan ini merupakan rangkuman tujuan ke-10 sampai dengan ke-12 the Sustainable Development Goals (SDGs) yang dipromosikan PBB, dan secara efektif dimulai pada awal 2016 dengan jangka waktu sampai dengan 2030.

SDGs: Ketidaksetaraan didalam dan antar Negara, Masalah Perkotaan dan Hunian Layak, serta Pola Konsumsi dan Produksi
PBB menyatakan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi tantangan pembangunan jangka panjang, dimana terdapat jutaan orang yang hidup dalam kemiskinan, adanya ketidakadilan diberbagai negara, serta terjadinya disparitas dalam kesempatan, kesejahteraan, dan gender.

Selain itu pengangguran menjadi salah satu tantangan yang harus dicari penyelesaiannya.

Sabtu, 09 Januari 2016

Sumberdaya Air, Energi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Infrastruktur pada Sustainable Development Goals

Diantara visi-visi yang dipaparkan dalam the Sustainable Development Goals (SDGs), disebutkan adanya harapan agar setiap negara menikmati pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Sumberdaya Air, Energi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Infrastruktur pada Sustainable Development Goals
Ada pula harapan untuk melihat dunia dimana pola konsumsi, produksi, dan pemanfaatan sumberdaya alam bisa digunakan dalam jangka panjang.

Diharapkan juga agar setiap peraturan pemerintah membawa manfaat bagi pembangunan secara menyeluruh, termasuk pembangunan sosial, perlindungan lingkungan, serta perlawanan terhadap kemiskinan dan kelaparan.

Kamis, 07 Januari 2016

Kesehatan, Pendidikan, dan Kesetaraan Gender dalam Sustainable Development Goals

Artikel ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya, Mengenal Arti dan Tujuan SDGs (the Sustainable Development Goals): mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan

Kesehatan, Pendidikan, dan Kesetaraan Gender dalam Sustainable Development Goals
Dalam upaya mewujudkan agenda besar 2030, PBB menegaskan visi-visi yang ingin dicapai.

Pada visi tersebut antara lain disebutkan cita-cita untuk mewujudkan dunia yang bebas dari kemiskinan, kelaparan, penyakit, rasa takut, dan kekerasan.

Selasa, 05 Januari 2016

Mengenal Arti dan Tujuan SDGs (the Sustainable Development Goals): mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan

The Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan sebuah cita-cita akan terwujudnya pembangunan yang berkesinambungan dalam jangka panjang. Agenda tersebut merupakan kelanjutan sekaligus penyempurnaan dari program sebelumnya, the Millenium Development Goals (MDGs).

Sustainable Development Goals: mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan
SDGs pada hakikatnya merupakan tujuan berskala universal serta memiliki kerangka kerja (framework) utuh untuk membantu negara-negara menuju pembangunan berkelanjutan; yang dilakukan melalui tiga pendekatan: pembangunan ekonomi, keterbukaan tatanan sosial, dan kelestarian lingkungan hidup.

Sabtu, 02 Januari 2016

Pembangunan Perdesaan (Rural Development)

Dunia makin terhubung, interkoneksi antar wilayah bukan lagi menjadi sesuatu yang mustahil. Keterhubungan antara wilayah urban (perkotaan) dengan kawasan rural (perdesaan) menjadi elemen penting dalam mewujudkan keseimbangan pembangunan disetiap daerah. Artikel ini dimaksudkan untuk mengulas beberapa poin penting dalam rangka pembangunan kawasan perdesaan.

Pembangunan Perdesaan (Rural Development)
Setidaknya ada tiga kunci penting yang harus diperhatikan dalam rangka peningkatan pembangunan perdesaan dan pemberdayaan masyarakat desa, yakni:
melalui penetapan kebijakan (oleh pemerintah pusat maupun daerah), melalui investasi di sektor perdesaan, serta dengan meningkatkan keterhubungan (interkonektivitas) antara wilayah perdesaan dan perkotaan.