Finlandia: dari Kekayaan Alam, Transparansi Administrasi Publik, hingga Clash of Clan

Saturday, July 16, 2016

Finlandia: dari Kekayaan Alam, Transparansi Administrasi Publik, hingga Clash of Clan

Finlandia (the Republic of Finland) merupakan salah satu negara yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan negara lain, misalnya negara dengan tingkat korupsi relatif rendah menurut indeks persepsi korupsi global, negara dengan perlindungan lingkungan terbaik menurut Environmental Performance Index, dan sebagainya. Tulisan ini akan mengulas situaasi sosial-ekonomi Finlandia dan faktor-faktor yang mendukung keunggulan negara ini.

Finlandia
Terletak di Benua Eropa, Finlandia merupakan salah satu negara berpendapatan tinggi (high-income country). Total area Finlandia seluas 338,435 km2, terdiri dari 90% daratan dan sisanya perairan dalam. Dari daratan yang ada, 77% merupakan kawasan hutan, sedangkan selebihnya adalah lahan pertanian dan pemukiman.

Sementara menurut data the World Bank, Finlandia memiliki populasi penduduk sekitar 5.4 juta jiwa pada 2014, dengan total Gross Domestic Product (GDP) lebih kurang US$ 272 milliar di tahun yang sama (data.worldbank.org).

Lebih jauh, angka harapan hidup warga negara Finlandia berada di kisaran 83.5 tahun untuk perempuan dan 77.5 tahun untuk laki-laki, menempatkan negara ini sebagai negara dengan usia harapan hidup tertinggi di dunia.

Finlandia bergabung dalam blok kerjasama Uni Eropa (the European Union) pada 1995 dan menggunakan mata uang tunggal Eropa, Euro, sebagai mata uang resmi negara.

Negara ini memiliki hasil kekayaan alam yang melimpah berupa kayu, bijih besi, metal, mineral, dan air bersih. Sementara produk perdagangan Finlandia antara lain berupa produk olahan kayu, mesin, dan peralatan transportasi.

Finlandia juga dikenal sebagai negara egalitarian, dengan menempatkan penghormatan kepada hak-hak individu, kesetaraan gender, serta perlindungan terhadap anak-anak pada level tertinggi.

Disamping itu, Finlandia memiliki institusi publik yang terpercaya, sehingga menempatkannya sebagai salah satu negara terbaik, selain New Zealand dan Denmark, dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi menurut indeks korupsi global yang dirilis oleh Transparency International (Transparency International, Corruption Perception Index 2015).

Kinerja Finlandia di Berbagai Bidang.
Menurut the World Economic Forum dalam laporannya yang bertajuk Global Competitiveness Report 2014-2015, Finlandia menempati peringkat terbaik ditinjau dari beberapa kriteria, antara lain:
  • Peringkat 4 terkait dengan keunggulan kompetitif dalam bidang ekonomi (the most competitive economy).
  • Peringkat 1 dalam pencapaian pendidikan dasar dan kesehatan.
  • Peringkat 1 dalam pengembangan inovasi.
(The World Economic Forum, Global Competitiveness Report 2014-2015).

Selain itu Finlandia juga memperoleh predikat sebagai negara terbaik yang memberikan prioritas utama dalam menjawab permasalahan lingkungan, terutama terkait dengan kesehatan manusia dan perlindungan ekosistem (the most environment-friendly country) menurut kriteria penilaian Yale University dalam the Environmental Performance Index (Hsu, A. et. al, 2016 Environmental Performance Index, Yale University, 2016).

Sistem Ekonomi dan Administrasi Publik.
Sebagaimana negara-negara kawasan Skandinavia (Nordic countries), seperti Swedia, Denmark, dan Norwegia, Finlandia dikenal memiliki sistem perekonomian yang disebut dengan Nordic model atau Nordic capitalism, dimana terjadi perpaduan antara sistem perekonomian pasar (yang cenderung liberal kapitalistik) dengan sistem welfare state (sistem yang mengintegrasikan pendekatan demokrasi ekonomi-politik, konsep kesejahteraan masyarakat, dan kapitalisme).

Dalam penelitiannya, Hall dan Soskice menyatakan bahwa sistem ekonomi Finlandia cenderung menganut sistem pasar terkoordinasi (coordinated market-economy), dimana terjalin koordinasi antara institusi pemerintah dengan sektor swasta, pedagang (suppliers), pelanggan (customers), tenaga kerja (labor force), dan institusi keuangan (Hall, P and David Soskice, An Introduction to Varieties of Capitalism, 2001).

Negara Finlandia juga mampu menarik investasi asing melalui skema Foreign Direct Investment (FDI) karena memiliki keunggulan seperti tersebut dibawah ini:
  • Sistem perekonomian yang terbuka dan transparan.
  • Infrastruktur perpajakan yang kompetitif dan mendukung iklim investasi.
  • Penekanan pentingnya hak atas kekayaan intelektual (intellectual property-right)
  • Ketersediaan tenaga kerja terdidik dan terampil (educated and skilled labor force).

Sementara beberapa hal positif terkait pencegahan dan pemberantasan korupsi di sektor administrasi publik dimanifestasikan dalam:
  • Ketaatan pada hukum yang dipegang teguh oleh aparat pemerintah dan warga negara.
  • Pencegahan konflik kepentingan terkait masalah bisnis maupun urusan publik.
  • Setiap keputusan strategis dihasilkan oleh lebih dari satu penanggung jawab untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang.
  • Sistem admistrasi dan hukum yang transparan.
  • Sistem pendidikan yang memungkinkan setiap individu sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
  • Pemanfaatan sistem elektronik (e- system) untuk mempercepat layanan publik serta menghindari praktik korupsi dan manipulasi.

Tantangan Ekosistem dan Lingkungan Hidup.
Sebagai anggota blok kerjasama Uni Eropa, Finlandia turut mengamankan agenda the Europe 2020 yang bertujuan mewujudkan pertumbuhan dalam jangka panjang, terkait dengan isu tenaga kerja, inovasi, pendidikan, lingkungan sosial, serta perubahan iklim.

Adapun target-target yang hendak diwujudkan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim meliputi:
  • Mengurangi efek gas rumah kaca (greenhouse gases) sampai dengan 20% dari efek serupa yang terjadi pada 1990.
  • Meningkatkan efisiensi energi sampai dengan 20%.
  • Meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan (renewable resources) hingga mencapai 20% dari total konsumsi energi dalam negeri.

Kemajuan dalam bidang teknologi dan informasi.
Salah satu tonggak kemajuan teknologi informasi di Finlandia adalah merek dagang Nokia, yang selama beberapa dekade menguasai pasar smartphone dunia. Walau pada perkembangannya, perusahaan ini dianggap tidak mampu bersaing dengan produsen-produsen smartphone lain akibat terlambat melakukan inovasi, setidaknya teknologi ala Finlandia terbukti mampu berbicara banyak di pasar internasional.

Kemudian untuk menjawab tantangan perubahan jaman dan kebutuhan pasar, Finlandia mengembangkan sistem inovasi yang merupakan hasil interaksi antara institusi pemerintah, perusahaan swasta, dan universitas, dalam proyek-proyek riset dan pengembangan (R&D).

Dalam industri online game, Finlandia mampu menancapkan taringnya melalui dua game terkenal, yakni Angry Birds buatan Rovio Entertainment Ltd dan Clash of Clan besutan Supercell Oy. Sebagai catatan, pada pertengahan Juni 2016, mayoritas saham Supercell telah dibeli oleh salah satu perusahaan China, Tencent Holding Ltd, senilai tak kurang dari US$ 8.6 miliar; sementara Rovio Entertainment menghasilkan pendapatan lebih dari € 173 juta pada 2015 dari merek dagang Angry Birds).

Permasalahan Domestik dan Kawasan.
Seperti halnya negara-negara lain, Finlandia pun mengalami problem serius dalam bidang ekonomi. Tercatat sejak 2015, Finlandia mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi yang mengakibatkan tingginya angka pengangguran dan merosotnya perdagangan luar negeri (ekspor barang dan jasa).

Selain itu konflik di Semenanjung Baltik yang melibatkan Rusia dan Ukraina turut memukul perdagangan dan pariwisata dalam negeri Finlandia.

Yang juga tidak kalah serius adalah dampak lingkungan akibat krisis ekonomi, perubahan iklim, dan global warming, sedikit banyak telah berpengaruh buruk terhadap ekosistem lingkungan negara ini.

Penutup.
Meskipun menghadapi tantangan yang tidak ringan menyangkut perekonomian domestik serta situasi politik dan keamanan kawasan, Finlandia menjadi satu dari sedikit negara di dunia yang memiliki begitu banyak catatan positif, terkait dengan transparansi kebijakan publik, pendidikan dasar dan layanan kesehatan, pemeliharaan lingkungan hidup, pengembangan inovasi, serta kemajuan teknologi informasi. **
ARTIKEL TERKAIT :
Melihat Pencapaian Luxemburg, Negara Kecil dengan Pendapatan per Kapita Tertinggi di Dunia
Selandia Baru: Good Governance, Partisipasi Publik, dan The Lord of The Rings
Venezuela: Krisis Ekonomi dan Ketergantungan pada Minyak Bumi
Meneropong Denmark, Negara Kaya yang Miskin Korupsi

No comments:

Post a Comment