Mencermati Perkembangan Kekuatan Ekonomi China

Thursday, February 18, 2016

Mencermati Perkembangan Kekuatan Ekonomi China

Pada artikel ini kita akan membahas kekuatan ekonomi China dalam perekonomian global. Pertama-tama kita akan melihat sejarah perekonomian negara China beberapa dekade kebelakang, kemudian reformasi ekonomi China diperkembangan berikutnya, serta situasi perekonomian China pada peta persaingan ekonomi global saat ini.

Mencermati Perkembangan Kekuatan Ekonomi China
Data yang tercatat pada Bank Dunia dalam situsnya di data.worldbank.org, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi China stabil di kisaran angka 7% sejak beberapa tahun terakhir, meskipun ada catatan bahwa pada waktu-waktu tersebut, China juga mengalami perlambatan ekonomi, sehingga membuat pemerintah setempat mengambil salah satu kebijakan yang tergolong ekstrim, yakni melakukan devaluasi mata uang Yuan.

Sementara sebagai perbandingan, kondisi perekonomian global mengalami penurunan akibat krisis ekonomi yang sempat dialami oleh beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang. Tercatat bahwa pertumbuhan ekonomi global hanya dikisaran 2-3%.

Menengok sejarah perekonomian negara China beberapa dekade lalu, pada awal 1970’an, pertumbuhan ekonomi China hanya berkisar diangka 3%. Sistem pemerintahan yang bersifat sosialis-komunis membuat tidak banyak perkembangan perekonomian diperiode ini. Konsentrasi kegiatan ekonomi lebih banyak berputar pada sektor pertanian tradisional, sehingga memasukkan China dalam kategori negara yang sedang berkembang (developing country).

Dalam perkembangan berikutnya, negara China melakukan reformasi besar-besaran di bidang ekonomi. Reformasi ekonomi China dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang akan dijelaskan lebih rinci dibawah ini.

Reformasi ekonomi China dimulai dengan melakukan pembangunan wilayah perdesaan (rural development) kurang lebih sejak dimulai 1978 sampai dengan 1984, dengan memberikan keleluasaan bagi masyarakat lokal untuk mengelola bidang pertanian dan menjual hasil pertanian dari lahan yang mereka gunakan; lalu diberikannya kredit sampai dengan jumlah tertentu untuk membantu para petani. Hasilnya adalah meningkatnya produksi pertanian, proses produksi yang semakin efisien, produktivitas para pekerja disektor ini juga meningkat, munculnya wirausaha dibidang pertanian, serta peningkatan investasi dan tabungan masyarakat pedesaan.

Tahap kedua adalah reformasi ekonomi terkait masalah perkotaan (urban sector), yang dimulai segera setelah berhasilnya reformasi wilayah perdesaan, sampai dengan awal 1990'an. Salah satu upaya adalah dengan memberikan perusahaan-perusahaan yang telah memenuhi persyaratan tertentu untuk mengelola secara lebih mandiri, tanpa dicampuri oleh negara. Hasilnya adalah sistem manajemen yang lebih efisien dan efektif, sehingga menunjang kegiatan perekonomian, khususnya dalam industri manufaktur.

Reformasi ekonomi berikutnya yang dimulai awal 1990'an adalah dengan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada sektor usaha pribadi (private sector). Lantas adanya reformasi peraturan tentang migrasi antara wilayah rural-urban, sistem perbankan, sistem perpajakan, perdagangan luar negeri, serta foreign direct investment, untuk meningkatkan laju perekonomian nasional. Pada masa ini, salah satu reformasi peraturan yang penting adalah dengan pelonggaran dalam kebijakan keluarga berencana, atau yang lebih dikenal dengan nama one child policy.

Pada era selanjutnya, China mulai melaksakan kebijakan privatisasi dan liberalisasi perdagangan dengan mengembangkan kerjasama dengan negara-negara lain, diantaranya dalam forum WTO. Selain itu negara China juga mengembangkan kerjasama perdagangan dengan ASEAN dan forum APEC. Upaya lain dalam reformasi bidang perdagangan, baik domestik maupun internasional, adalah dengan mengurangi tarif perdagangan serta mengembangkan sektor swasta secara lebih intensif (Ding and Knight, Why has China Grown so Fast? The Role of Structural Change, Dept. of Economics University of Oxford, 2009).

Dan akhirnya, sampai dengan saat ini, China telah bermetamorfosa menjadi salah satu negara yang paling disegani di dunia, baik dalam bidang ekonomi, perdagangan internasional, ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, telekomunikasi, dan bidang-bidang lainnya.

Sebagai kesimpulan, China telah membuktikan bahwa apabila dilakukan dengan serius dan komitmen yang tinggi, maka upaya peningkatan pembangunan niscaya akan menemui keberhasilan, meskipun tetap membutuhkan waktu. Ini bisa memberikan gambaran sekaligus acuan bagi negara-negara lain dalam usahanya melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan. **
ARTIKEL TERKAIT :
Perkembangan Industri di Korea Selatan
Upaya China Mengatasi Laju Pertumbuhan Penduduk
Mengenal Foreign Direct Investment (FDI)
Pembangunan Perdesaan (Rural Development)

No comments:

Post a Comment